home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Makanan Manis Bikin Gigi Berlubang?

Kenapa Makanan Manis Bikin Gigi Berlubang?

Makanan manis menyebabkan gigi berlubang. Sering sekali bukan kita mendengar pernyataan seperti itu? Tapi benarkah begitu? Sampai-sampai, waktu kita kecil, kita dilarang memakan terlalu banyak permen atau coklat. Apa hanya makanan manis menyebabkan yang menyebabkan masalah gigi?

BACA JUGA: 6 Pengobatan Alami untuk Mengatasi Gigi Berlubang

Benarkah makanan manis menyebabkan gigi berlubang?

Sebenarnya penyebab utama gigi berlubang bukanlah gula. Gigi berlubang disebabkan oleh bakteri yang hidup di dalam mulut. Bakteri tersebut menggerogoti sisa-sisa karbohidrat pada gigi kita. Sisa-sisa tersebut termasuk juga makanan manis yang Anda makan, seperti gula yang ditemukan di kue kering (cookies), permen, biji-bijian, buah-buahan, dan sayur-sayuran.

Kenapa makanan manis menjadi salah satu penyebab gigi berlubang?

Gula termasuk karbohidrat. Ketika karbohidrat ini dicerna, bakteri di mulut memakannya dan memproduksi asam. Ludah yang bercampur dengan asam dapat membentuk plak gigi. Nah, plak inilah yang sebenarnya menyebabkan gigi berlubang. Plak ini terdiri dari bakteri dan asam. Jika gigi tidak dibersihkan dengan benar dan rutin, plak akan menggerogoti bagian luar gigi yang disebut enamel, sehingga menghasilkan lubang kecil pada permukaan gigi.

BACA JUGA: 3 Cara Mencegah Gigi Berlubang Pada Anak

Jika lubang tersebut tidak ditangani, perlahan lubang tersebut akan melebar. Tidak hanya lapisan luar saja, lama-lama bakteri akan menggerogoti bagian tengah (dentin), hingga lapisan ketiga yang disebut pulp. Bagian pulp merupakan bagian gigi yang terdiri dari pembuluh darah dan saraf. Saat gigi berlubang sudah sampai pada bagian pulp, Anda akan merasakan nyeri yang luar biasa. Gigi pun akan terasa sensitif jika dipakai makan, tak jarang abses di mulut pun bisa terjadi.

Apakah sebaiknya menghindari makanan manis?

Rasanya sangat tidak mungkin untuk menghindari gula dalam kehidupan sehari-hari. Buah mengandung pemanis alami, sehingga Anda juga tidak mungkin bukan tidak memakan buah? Selain mengandung banyak manfaat, buah juga bisa dijadikan menu andalan untuk diet. Tapi jangan lupa untuk membersihkan gigi secara teratur. Makanan seperti permen, makanan pengharum mulut, dan sereal kering dapat menyempil di celah-celah gigi Anda. Jika tidak dibersihkan, tentu saja sisa makanan tersebut juga bisa menyebabkan gigi berlubang. Meskipun ada makanan yang dapat ‘dibilas’ langsung oleh ludah kita, tetap saja gigi Anda belum sepenuhnya bersih.

Anda juga harus berhati-hati dengan makanan dan minuman tertentu, seperti minuman berkarbonasi. Soda mengandung fosfat dan asam sitrat yang dapat mengikis enamel gigi. Memakan makanan yang tinggi asam juga dapat menyebabkan kerusakan gigi. Asam tinggi tidak hanya soda saja, tetapi juga buah sitrus.

BACA JUGA: 5 Cara Merawat Gigi Berlubang

Bagaimana cara meminimalisir gigi berlubang?

Kasus gigi berlubang di Indonesia memang terbilang cukup tinggi. Tapi bukan berarti gigi berlubang tidak bisa dicegah, tentu saja gigi berlubang bisa diatasi.

Apakah itu artinya Anda tidak boleh memakan makanan manis? Hmm, tidak juga. Daripada membatasi asupan gula, lebih baik Anda merangsang air ludah untuk memberikan mineral pada gigi Anda. Bagaimana caranya? Anda bisa mencoba mengunyah permen karet.

Wah, tapi kan tetap saja itu permen? Ya, Anda bisa memilih permen karet tanpa gula, dikombinasikan dengan sayuran dan buah-buahan untuk diet Anda untuk merangsang produksi air liur.

Agar mineral gigi terpenuhi, Anda bisa mencoba makanan seperti keju, yogurt, dan produk susu lainnya. Makanan tersebut mengandung kalsium dan fosfat yang tinggi untuk menguatkan gigi. Tentunya yogurt pilihan yang tepat untuk menyamil dibandingkan dengan makanan manis lainnya. Untuk minuman, Anda bisa beralih ke teh hijau atau hitam untuk mengurangi bakteri di mulut. Tapi ingat, teh tersebut tidak dicampur dengan gula.

Selain itu, pada produk pasta gigi, bahan fluoride merupakan mineral yang tidak hanya mencegah gigi berlubang dan mengembalikan kondisi gigi ke tahap awal. Jika menurut Anda pasta gigi tidak cukup membantu untuk mencegah gigi berlubang. Anda bisa pergi ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan fluoride.

Jika Anda memiliki anak, coba ajak anak Anda untuk membatasi asupan gulanya. Jajanan sehat baik untuk kesehatan gigi anak Anda, seperti yang kita tahu anak-anak suka sekali makan-makanan kemasan dan manis. Membiasakan dengan jajanan sehat dapat mencegah penyakit gigi dan mulut di masa depan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Does Sugar Really Cause Cavities? http://www.livescience.com/44081-does-sugar-cause-cavities-plaque.html  Accessed December 21st 2016.

What Are The Effects Of Sugar On Teeth? http://www.colgate.com/en/us/oc/oral-health/conditions/cavities/article/what-are-the-effects-of-sugar-on-teeth-1214 Accessed December 21st 2016.

Does Sugar Cause Cavities?: No… and Yes… http://www.dentalcarestamford.com/articles/article_04.htm Accessed December 21st 2016.

http://healthyteeth.org/what-about-sugar/ Accessed December 21st 2016.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Rizki Pratiwi
Tanggal diperbarui 30/12/2016
x