Gigi berlubang adalah kondisi yang menandakan rusaknya email gigi, alias lapisan luar yang keras pada gigi. Kondisi ini dapat menjadi masalah pada anak-anak, remaja, maupun dewasa. Lapisan bakteri yang menempel pada gigi, atau yang disebut dengan plak, akan terus terbentuk pada gigi Anda. Ketika Anda makan atau minum sesuatu yang mengandung gula, bakteri dalam plak akan menghasilkan asam yang menyerang email gigi. Menempelnya plak akan membuat zat asam ini terus bersentuhan dengan gigi Anda, dan sewaktu-waktu email gigi tersebut akan pecah sehingga menghasilkan lubang pada gigi.

Kasus gigi berlubang lebih umum dikenal dikalangan anak-anak, namun perubahan gigi yang terjadi akibat penuaan dapat membuat gigi berlubang juga menjadi masalah orang dewasa.

Penyebab gigi berlubang

Menurut Dr. Edward Mellanby, Dr. Weston Price, dan Dr. Ramiel Ragel, ada 4 faktor utama yang dapat menyebabkan kerusakan gigi, yaitu:

  • Kurangnya mineral pada pola makan (kekurangan kalsium, kekurangan magnesium dan kekurangan fosfor)
  • Kurangnya vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E, dan K (terutama vitamin D)
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan asam fitat
  • Terlalu banyak mengonsumsi gula olahan

Cara merawat gigi berlubang

1. Mengonsumsi banyak vitamin D

Vitamin D penting untuk membangun gigi dan tulang yang kuat, karena ia merupakan faktor utama dalam penyembuhan gigi berlubang. Vitamin D juga dapat membantu mencegah radang gusi karena ia merupakan anti-inflamasi.

Kalsium mengalir masuk dan keluar gigi Anda menuju bagian tubuh yang memerlukannya, dan vitamin D lah yang mengatur proses ini. Ketika kita kekurangan vitamin D, gigi Anda tidak akan mendapatkan kalsium, dan yang lebih burukya lagi, kalsium pada gigi Anda akan diambil oleh bagian tubuh lainnya. Ketika hal ini terus berlangsung, Anda akan mengidap penyakit periodontal dan gigi melemah.

Vitamin D juga bertanggung jawab untuk menciptakan sementum yang mengikat gigi ke tulang di mulut Anda. Gen yang mengontrol penyakit periodontal diatur oleh reseptor yang dikendalikan vitamin D.

Vitamin D bisa kita dapatkan dengan cahaya matahari pagi, minyak fermentasi hati ikan kod, suplemen vitamin D, ikan tuna, susu fortifikasi, kuning telur, dan hati sapi.  

2. Mengonsumsi banyak vitamin K1 dan K2

Dr. Weston Price mengistilahkan vitamin k sebagai “X-Factor”. Penelitiannya menggambarkan sejarah kasus seorang gadis berusia 14 tahun yang memiliki 48 gigi berlubang. Gadis itu mengonsumsi ekstrak vitamin K, minyak mentega tinggi vitamin, dan minyak fermentasi hati ikan kod tiga kali sehari selama 7 bulan. Hasilnya adalah kerusakan gigi berhenti dan gigi kembali termineralisasi (48 gigi berlubang sembuh dan 24 gigi memiliki email gigi baru).

Studi menunjukkan bahwa vitamin K dapat memanfaatkan protein khusus yang memiliki kemampuan untuk mendistribusikan kalsium dan fosfor pada gigi dan tulang. Dr. Price menemukan bahwa ketidakseimbangan kalsium dan fosfor akan mengakibatkan sejumlah penyakit pada tubuh, seperti gigi berlubang dan infeksi gigi.

Vitamin K bisa kita dapatkan dari kale, bayam, sawi hijau, collard green, bit hijau, lobak hijau, paterseli, brokoli, kubis, daging sapi, telur, keju, mentega, minyak fermentasi hati ikan kod dan suplemen vitamin K.

3. Menghindari makanan yang menyebabkan gigi berlubang

Hindari makanan yang dapat menyebabkan kerusakan gigi, seperti:

  • Gula dan karbohidrat. Keduanya dapat membuat perubahan gula darah yang mengakibatkan penutupan aliran mineral pada gigi.
  • Asam fitat. Merupakan pemblokir mineral dan penghambat enzim yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Asam fitat dapat ditemukan dalm biji-bijian dan kacang-kancangan.
  • Minyak sayur olahan. Ketika dipanaskan, radikal bebas yang diciptakan oleh panas akan menjadi sangat beracun. Minyak sayur olahan yang berbahaya jika dipanaskan ialah minyak jagung, minyak biji kapas, dan minyak kedelai.
  • Makanan cepat saji. Gliserin yang terkandung di dalamnya dapat menghambat kalsium dalam memineralisasi gigi Anda.

4. Minum air yang mengandung alkalin (basa)

Banyak anak kecil yang mengalami gigi membusuk pada usia dini. Mereka yang dibesarkan dengan minum air yang memiliki zat asam, bahkan meskipun sedikit saja, akan menderita kehilangan gigi pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Air basa memiliki pH 8 atau lebih. Dengan mengonsumsi air minum basa, Anda dapat menetralkan asam di mulut yang membuat gigi berlubang lebih parah. Air basa juga dapat mendukung pertumbuhan gigi dan tulang yang kuat.

5. Mencoba terapi oil pulling

Terapi ini telah digunakan selama berabad-abad lamanya oleh pengobatan Ayurveda. Oil pulling merupakan prosedur detoksifikasi yang sangat populer. Terapi ini dilakukan dengan berkumur menggunakan satu sendok minyak selama 20 menit. Prosedur detoks sederhana ini telah dipercaya untuk menyembuhkan masalah gigi, sakit kepala, hingga diabetes.

BACA JUGA:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca