Rambut Rontok Hingga 100 Helai Sehari, Normal Atau Tanda Kebotakan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Rambut adalah mahkota kepala. Maka, tidak heran jika memiliki rambut lebat, sehat, dan kuat adalah impian setiap orang. Akan tetapi, tak jarang kita menemukan gumpalan rambut rontok menyumbat saluran air kamar mandi, bergerombol kusut di sisir, di bantal tempat tidur, atau bahkan di meja kerja kita. Tidak hanya bisa bikin minder, tapi rambut yang rontok parah juga bikin kita bertanya-tanya. Apakah ini normal atau tanda-tanda kebotakan? Atau, adakah kondisi atau penyakit tertentu yang menjadi penyebab rambut rontok parah?

Kenapa rambut bisa rontok?

Rambut terbuat dari keratin, protein khusus yang diproduksi dalam akar rambut (folikel). Saat folikel memproduksi sel rambut yang baru, sel rambut yang lama akan terdorong keluar dari lapisan kulit. Rambut yang terlepas ini sebenarnya adalah seuntai sel keratin yang sudah mati.

Proses pertumbuhan rambut sebenarnya juga tidak semudah itu. Ada tiga tahapan yang perlu dilewati sampai rambut benar-benar rontok. Yang pertama adalah tahapan anagen, yang merupakan tahap pertumbuhan serat rambut aktif. Tahapan ini dapat bertahan selama 2-7 tahun. Sebanyak 80-85 persen rambut yang Anda miliki saat ini berada dalam fase anagen.

Tahap selanjutnya adalah katagen alias fase transisi. Fase katagen ditandai dengan rambut yang berhenti bertumbuh. Fase ini biasanya berlangsung selama 10-20 hari. Tahapan yang ketiga adalah fase telogen, yang terjadi ketika rambut benar-benar berhenti tumbuh dan kemudian mulai rontok. Sebanyak 10-15 persen rambut berada dalam fase telogen, yang umumnya berlangsung hingga 100 hari.

Setelah fase telogen selesai, proses pertumbuhan rambut dimulai kembali ke fase anagen.

Kapan rambut rontok masih bisa dibilang wajar?

Kecepatan pertumbuhan rambut yang normal adalah sekitar 1 centimeter per bulan. Rata-rata orang dewasa memiliki 100,000 hingga 150,000 helai rambut, dan sampai sekitar 50-100 helai akan rontok setiap harinya. Jumlah ini masih tergolong normal dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Telogen effluvium, penyebab rambut rontok parah yang paling umum

Telogen effluvium (TE) adalah penyebab rambut rontok kedua yang paling sering didiagnosis oleh dokter spesialis kulit atau dermatolog. Kondisi ini terjadi ketika ada perubahan jumlah folikel rambut yang menumbuhkan rambut.

TE pertama kali muncul ditandai dengan penipisan rambut, yang mungkin hanya terlihat di area kepala tertentu. Atau bisa juga terjadi merata, namun salah satu area mungkin terlihat lebih tipis dari area lainnya. Biasanya TE paling terlihat di ubun-ubun. Namun, TE sangat jarang menyebabkan rambut rontok parah sampai benar-benar botak atau gundul.

Penyebab rambut rontok ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Melahirkan
  • Stres (wanita yang mengalami TE umumnya mengalami kerontokan rambut dalam 6 minggu sampai 3 bulan setelah stres berat)
  • Penurunan berat badan yang drastis
  • Demam tinggi
  • Operasi
  • Proses penyembuhan dari sakit, terutama apabila disertai demam tinggi
  • Berhenti menggunakan pil KB

Meski begitu, rambut rontok akibat telogen effluvium bersifat sementara dan merupakan cara tubuh untuk menyesuaikan perubahan yang terjadi akibat pengaruh faktor-faktor tersebut.

Pertumbuhan rambut akan kembali normal seiring dengan proses pemulihan tubuh dari faktor-faktor di atas, biasanya dalam waktu 6 hingga 9 bulan.

Kapan harus ke dokter soal rambut rontok saya?

Kebanyakan penyebab rambut rontok sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun jika jumlah kerontokan rambut yang Anda alami sangat banyak di luar batas wajar, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter, Rambut rontok parah mungkin dapat disebabkan oleh penyakit autoimun seperti alopecia areata, lupus, hingga sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Jika anda mengalami hal yang serupa dan khawatir dengan jumlah rambut anda yang rontok, anda dapat memeriksakan ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Dokter ini dapat menangani kasus seputar kulit, rambut, dan kuku sehingga anda dapat ditangani langsung dengan baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan asam urat dan rematik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
eksim kering dan eksim basah

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit