Kenapa Kepala Berkunang-kunang Saat Berdiri Terlalu Cepat?

Oleh

Anda mungkin pernah mengalaminya, setidaknya sekali seumur hidup: mendadak terlonjak dari tempat tidur untuk membuka pintu (atau menjawab telepon, atau mendengar anak tantrum) dan tiba-tiba dunia terasa berputar. Anda berkedip dan seketika bayang-bayang hitam menutupi seluruh pandangan Anda dan wuush…! Kunang-kunang mendadak hilang seketika. Anda tak yakin apa itu barusan, dan Anda melanjutkan hidup seperti biasa. Kenapa beberapa orang bisa mendadak pusing setelah berdiri, ya?

Apa penyebab kepala berkunang dan pusing setelah berdiri mendadak?

Kepala terasa berkunang dan pusing setelah berdiri mendadak disebabkan oleh sebuah kondisi yang bernama hipotensi ortostatik (HO). Peningkatan denyut jantung ini dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi ketika Anda berubah posisi, misalnya dari duduk lama atau rebahan dan langsung berdiri cepat. Gejala lainnya yang mungkin muncul adalah sensasi tubuh goyah dan jantung berdebar karena penurunan tekanan darah mendadak.

Biasanya ketika Anda perlahan bangun untuk berdiri, darah sedikit demi sedikit mengalir turun ke kaki. Namun ketika Anda berdiri terburu-buru, gaya gravitasi bumi jadi menarik paksa sebagian besar aliran darah mengalir cepat menuju kaki dan menggenang di pembuluh darah bawah. Bayangkan derasnya aliran air terjun. Akibatnya, otak mengalami kekurangan darah.

Untuk menyiasatinya, otak langsung memaksa jantung untuk bekerja ekstra keras memompa lebih banyak darah agar bisa disalurkan ke otak dan bagian tubuh lainnya. Kerja jantung yang semakin keras akan meningkatkan denyut jantung. Di saat yang bersamaan juga memperketat pembuluh darah serta menurunkan tekanan darah. Mekanisme ini sebenarnya bertujuan untuk mengembalikan tekanan darah seperti sedia kala.

Sayangnya, respon ganti rugi ini kadang bisa muncul terlambat atau tidak bekerja sama sekali. Akibatnya pasokan darah ke otak tetap jauh dari kata cukup.Padahal untuk bisa berfungsi optimal, otak membutuhkan asupan darah yang cukup. Inilah sehingga kemudian memicu sensasi pusing setelah berdiri mendadak dan kegoyahan serasa ingin pingsan.

Selain itu, berdiri mendadak juga menyebabkan kebingungan, mual dan muntah, atau penglihatan kabur. Serangkaian ini bisa terjadi langsung seketika dan bertahan hingga beberapa menit setelah terburu-buru beranjak diri (terutama setelah tiduran di tempat tidur atau duduk dalam waktu lama).

Siapa saja yang rentan mengalami hal ini?

Gejala ini seringnya muncul ketika Anda cepat-cepat bangkit berdiri setelah berolahraga, mengonsumsi alkohol dan/atau makan dalam porsi besar, mengalami dehidrasi ringan, memiliki tekanan darah rendah atau gula darah rendah, terlalu lama beraktivitas di bawah terik sinar matahari, berendam air panas, atau bersauna. Orang tua juga rentan mengalami kondisi ini.

Bahayakah?

Kepala berkunang atau pusing setelah berdiri mendadak biasanya bukanlah suatu kondisi yang patut untuk dikhawatirkan, kata Christopher Gibbons, rekanan profesor neurologis di Harvard Medical School, dilansir dari Men’s Health.

Namun nyatanya, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa sensasi pusing setelah berdiri mendadak bisa menandakan isu kesehatan yang lebih serius. Hipotensi ortostatik ditemukan berkaitan dengan banyak kondisi kesehatan utama, termasuk hipertensi, Parkinson, diabetes, penyakit jantung koroner, stroke, hingga gagal jantung.

Pusing setelah berdiri mendadak bisa akibatkan stroke dan gagal jantung

Pada kebanyakan kasus, sensasi kepala berkunang setelah berdiri mendadak hanya terjadi sesekali. Kalau Anda sering sekali mengalaminya, Anda harus konsultasikan lebih lanjut pada dokter. Tekanan darah rendah mendadak setelah berdiri yang terjadi berulang kali dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius, terutama pada orang dewasa yang lebih tua. Komplikasi ini meliputi:

  • Cedera jatuh — dalam kasus yang sangat jarang: kejang singkat akibat hilangnya kesadaran sementara
  • Stroke. Anjloknya tekanan darah ketika Anda berganti posisi terlalu cepat dari duduk ke berdiri dapat menjadi faktor risiko untuk stroke karena pasokan darah yang minim ke otak.
  • Gangguan jantung. Hipotensi ortostatik dapat menjadi faktor risiko untuk penyakit jantung dan sederet komplikasinya, seperti nyeri dada, masalah irama jantung, atau gagal jantung.

Orang dengan hipotensi ortostatik (HO) memiliki peluang hampir dua kali lipat lebih tinggi untuk mengalami gagal jantung dibandingkan mereka yang tidak memiliki HO. Risiko dapat meningkat lebih dari 1,5 kali jika Anda juga memiliki tekanan darah tinggi sebagai kondisi yang mendasarinya. Peningkatan risiko ini akan lebih kuat pada orang usia 45-55 tahun dibandingkan dengan mereka yang berusia 56-64 tahun.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengobati pusing setelah berdiri mendadak?

Keluhan ini umumnya mereda dengan cepat jika Anda kembali duduk atau berbaring. Tiduran dengan kepala yang disangga bantal juga dapat membantu meringankan gejala Anda.

Untuk mencegah hal ini, Anda harus bangkit berdiri dengan perlahan dan perlu terus mencukupi kebutuhan cairan tubuh sepanjang hari. Cairan elektrolit bisa membantu mempercepat pemulihan. Olahraga teratur dengan intensitas ringan secara rutin juga mampu meningkatkan kekuatan otot dinding pembuluh darah, sehingga mengurangi penggenangan darah di kaki.

Orang-orang yang sedang bed rest karena sakit dalam jangka waktu panjang harus mencoba duduk setiap hari dan berolahraga di tempat tidur bila memungkinkan.

Jika Anda memiliki masalah jantung dan sering mengalami pusing ketika berdiri mendadak, segera konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca