Rematik identik dengan penyakit yang menyerang orang tua. Tak hanya itu, banyak orang menyebut bahwa penyakit ini juga pasti diturunkan dalam keluarga. Benarkah begitu? Daripada menerka-nerka, saya akan mengulas fakta seputar rematik untuk Anda.

Apa itu penyakit rematik?

rematik dan asam urat

Rematik adalah sekumpulan penyakit yang berjumlah lebih dari 100 jenis, termasuk di antaranya yang menyerang persendian, otot, jaringan lunak di sekitar otot serta sendi, dan autoimun.

Jadi, perlu diluruskan bahwa rematik adalah kumpulan penyakit, bukan satu jenis penyakit saja. Oleh karena itu, penyebab dan pengobatannya pun akan berbeda-beda tergantung jenisnya.

Apakah rematik pasti diturunkan?

mencegah darah tinggi keturunan

Banyak yang mengatakan bahwa rematik adalah penyakit yang diturunkan dalam keluarga. Faktanya, tidak semua rematik diturunkan atau diwariskan. Ada sebagian yang diwariskan dalam keluarga tetapi ada sebagian lagi yang tidak. Ingat, rematik adalah kumpulan penyakit, jadi dari 100 lebih jenis yang berbeda tidak semuanya bersifat genetik atau diturunkan.

Rematik yang disebabkan karena penyakit autoimun seperti arthritis, lupus, ankylosing spondylitis, dan arthritis psoriasis merupakan kelompok penyakit yang unsur genetikanya menonjol. Artinya penyakit ini sangat bisa diturunkan dari keluarga yang memilikinya.

Namun, penyakit rematik pengapuran (osteoarthritis) atau penyakit yang  menyerang jaringan lunak dan sendi bukan golongan penyakit yang diturunkan. Biasanya jenis rematik ini disebabkan oleh hal-hal lain di luar faktor genetik seperti pertambahan usia, berat badan berlebih, riwayat jatuh, atau riwayat trauma.

Selain dari orangtua kandung, penyakit rematik terutama yang autoimun ini biasanya dapat diturunkan dari anggota keluarga yang memiliki hubungan darah dengan Anda.

Namun, kondisi ini bukanlah hal yang pasti. Bukan berarti ketika Anda memiliki orangtua, paman, atau kakek yang memiliki rematik Anda pasti terkena juga. Artinya, Anda hanya memiliki kecenderungan lebih besar untuk terserang penyakit yang sama.

Hal yang meningkatkan seseorang terkena rematik

obesitas

Selain karena faktor keturunan, ada banyak hal lain yang memicu rematik. Pada orang yang diwarisi gen rematik dan yang tidak, faktor lingkungan bisa memicu munculnya masalah kesehatan yang satu ini, seperti:

  • Infeksi bakteri
  • Infeksi virus
  • Paparan bahan kimia
  • Sinar matahari
  • Merokok
  • Obesitas

Berbagai faktor ini cenderung dapat memicu rematik terutama yang disebabkan oleh penyakit autoimun.

Penyakit rematik yang diturunkan sulit untuk dicegah

penyebab sirosis hati

Tak seperti masalah kesehatan lainnya, penyakit rematik autoimun belum diketahui penyebab pastinya. Oleh karena itu, kondisi ini sangat sulit untuk dicegah. Namun, jika Anda memiliki riwayat anggota keluarga dengan rematik usahakan untuk mengurangi faktor-faktor pemicunya.

Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah keparahan penyakit yaitu dengan diagnosis dini. Dengan mencari tahu penyebab penyakit di awal kemunculannya, dokter bisa menentukan perawatan yang paling tepat untuk mengobati rematik yang dimiliki.

Biasanya diagnosis ini akan dilakukan oleh internis konsultan reumatologi (Sp.PD-KR). Salah satu tanda bahwa Anda perlu segera memeriksakan diri ke konsultan reumatologi ialah saat mengalami nyeri sendi selama lebih dari dua minggu.

Jangan sembarangan minum obat yang dijual di pasaran karena rematik itu ada banyak sekali jenisnya. Dengan memeriksakan diri ke konsultan reumatologi, Anda akan mengetahui jenis rematik yang dimiliki. Setelah itu, barulah dokter akan memberikan jenis pengobatan yang tepat sesuai kondisi.

Sayangnya, saya menemukan masih banyak sekali orang yang ketika nyeri sendi akan minum obat pereda nyeri atau jamu yang dibeli sendiri tanpa mencari pertolongan dokter. Akibatnya, penanganan menjadi terlambat sehingga kondisi saat berobat sudah terlanjur parah.

Rematik yang diturunkan tidak bisa sembuh total

pantangan rematik

Tidak semua penyakit bisa sembuh total, termasuk salah satunya rematik. Penyakit ini cenderung timbul tenggelam atau kambuhan. Namun dengan perawatan yang tepat penyakit ini tetap bisa dikendalikan.

Saran saya, bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga dengan rematik usahakan untuk tetap menjalankan pola hidup sehat dan menghindari pemicunya. Jangan sungkan berkonsultasi ke dokter jika Anda mengalami nyeri sendi yang tak kunjung hilang.

Baca Juga:

dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR Spesialis Penyakit Dalam, subspesialis Reumatologi
dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR, atau akrab disapa dengan dr. Sandra merupakan dokter spesialis penyakit dengan peminatan alias subspesialisasi reumatologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sebagai konsultan reumatologi, sehari-harinya, dr. Sandra bekerja menangani kondisi reumatik autoimun, seperti rheumatoid arthritis (RA), lupus, sindrom Sjorgen, ankylosing spondylitis, dan vaskulitis. Saat ini, dr. Sandra berpraktik di Siloam Hospital Lippo Village (RS Siloam Karawaci) setiap hari Senin sampai dengan Jumat. dr. Sandra juga telah menerbitkan bukunya yang berjudul¬†A to Z Penyakit Rematik Autoimun.
Selengkapnya
Artikel Terbaru