Kenali Anemia Makrositik, Saat Sel Darah Merah Membesar Jadi Tak Wajar

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Anemia makrositik adalah kondisi yang sulit dideteksi. Ada banyak penyebab mengapa seseorang mengalami penyakit anemia makrositik ini. Jika tidak ditangani dengan segera, anemia makrositik bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan. Maka dari itu, simak ulasan berikut seputar anemia makrositik.

Apa itu penyakit anemia makrositik?

obat penambah darah

Makrositik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sel-sel darah merah (eritrosit) yang lebih besar dari ukuran biasanya. Sedangkan anemia adalah kekurangan jumlah sel darah merah. Maka, anemia makrositik adalah suatu kondisi di mana tubuh Anda memiliki sel-sel darah merah yang ukurannya sangat besar tapi tidak memiliki sel darah merah yang berukuran normal dalam jumlah yang cukup.

Normalnya ukuran sel darah merah berkisar antara 80-100 fL (femoliters, satuan ukuran sel darah merah). Orang yang mengalami anemia makrositik akan memiliki ukuran sel darah merah lebih besar dari 100 fL.

Apa saja gejala yang dialami?

mengatasi kelelahan akibat rematik

Biasanya seseorang tidak akan mengetahui bahwa dirinya mengalami penyakit anemia jenis ini sampai beberapa kali gejalanya muncul dan beberapa kali melakukan tes darah.

Gejalanya yakni:

  • Kehilangan nafsu makan
  • Detak jantung kencang
  • Lemas
  • Kulit pucat, termasuk bibir dan kelopak mata
  • Sesak napas
  • Konsentrasi menurun dan linglung
  • Hilang ingatan
  • Pembengkakan atau kemerahan pada lidah (glossitis)

Jika gejala-gejala itu sering Anda alami, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Apalagi jika yang sudah muncul peningkatan denyut jantung, kebingungan, dan masalah memori.

Apa penyebab anemia makrositik ini?

gejala tekanan darah rendah

Anemia makrositik kebanyakan disebabkan oleh kurangnya asam folat (vitamin B9) atau vitamin B12. Kurangnya asam folat atau vitamin B12 bisa terjadi karena penyerapan dalam tubuh yang terhambat akibat kondisi penyakit tertentu, atau bisa juga karena memang kurang asupan makanan yang mengandung vitamin B12 atau folat. Akibatnya, pembentukan sel darah merah tidak terjadi sebagaimana mestinya.

Selain kurangnya folat dan vitamin B12, anemia makrositik juga bisa disebabkan oleh penyebab lain. Penyebab lain anemia ini bisa meliputi:

  • Karena obat-obatan, termasuk obat HIV, kanker, dan lainnya yang menekan sistem kekebalan tubuh
  • Penyaki hati
  • Hipotiroidisme
  • Gangguan metabolisme yang langka
  • Sering mengonsumsi alkohol

Kondisi-kondisi di atas pada akhirnya juga membuat tubuh lebih sulit menyerap dan mencerna zat gizi penting, termasuk folat dan vitamin B12.

Pengobatannya seperti apa?

tes darah IBS

Ketika seseorang menunjukan tanda atau gejala mengalami penyakit anemia makrositik, dokter akan melakukan beberapa tes darah untuk menemukan apa penyebab itu terjadi, sebab penanganan harus sesuai dengan penyebabnya. Dokter juga akan menanyakan seputar gaya hidup Anda sehari-hari.

Jika memang benar-benar sudah diketahui apa penyebab anemia makrositik, umumnya dokter akan memberikan suplemen asam folat dan B12 untuk diminum atau jika belum teratasi akan diberikan suntik vitamin.

Pilihan pengobatan lainnya termasuk:

  • Mengganti obat-obatan yang mengganggu penyerapan vitamin
  • Minum obat untuk orang yang mengalami penyakit hati
  • Minum obat untuk mengatasi gangguan tiroid yang sedang terjadi
  • Hindari alkohol
  • Transfusi darah atau transplantasi sumsum tulang belakang bagi orang yang mengalami gangguan susu tulang.

Namun, selain suplemen vitamin yang diberikan oleh dokter, yang terpenting adalah peningkatan konsumsi makanan yang mengandung asam folat dan B12.

Makanan untuk membantu mempercepat penyembuhan

pentingnya folat sebelum hamil

Selain pemberian obat, bagi orang yang mengalami penyakit anemia makrositik akibat kekurangan zat gizi folat (vitamin B9) dan vitamin B12 adalah melalui pemberian makanan atau suplemen.

Makanan yang tinggi vitamin B-12 termasuk:

  • Ayam
  • Telur
  • Daging merah
  • Kerang
  • Ikan
  • Sereal yang diperkaya vitamin B12

Makanan yang tinggi folat, contohnya:

  • Sayuran hijau gelap seperti bayam dan kangkung
  • Kacang-kacangan
  • Jeruk
  • Sereal yang diperkaya dengan folat

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca