Mengenal Levoscoliosis, Kelainan Tulang Belakang yang Melengkung ke Kiri

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Levoscoliosis merupakan bentuk skoliosis, di mana tulang belakang secara tidak normal melengkung ke kiri membentuk huruf ā€œCā€ atau ā€œSā€. Lengkungan ini biasanya terjadi bagian punggung (lumbar) bagian bawah dan punggung bagian tengah. Jika tidak segera ditangani, levoscoliosis bisa membahayakan penderitanya. Simak penjelasan lengkap soal levoscoliosis berikut ini.

Apa penyebab levoscoliosis?

Lebih dari 80 persen orang yang mengalami skoliosis, kondisinya berkembang tanpa sebab dan alasan yang jelas. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan skoliosis idopatik. Meski begitu, ada beberapa hal yang memungkinkan seseorang mengalami kondisi ini, yaitu:

  • Genetik. Berdasarkan penelitian, sekitar 30 persen anak muda dengan skoliosis idiopatik memiliki keluarga dengan riwayatkondisi tersebut. Hal ini memungkinkan jika genetik juga berperan mengembangkan levoscoliosis.
  • Cacat lahir. Bila tulang belakang tidak terbentuk dengan benar di dalam rahim, ini bisa disebut dengan skoliosis bawaan.
  • Kondisi neuromuskular. Kondisi kelainan bentuk tulang belakang yang disebabkan oleh gangguan saraf dan otot seperti pada cerebral palsy ataupun distorofi otot.
  • Kondisi degeneratif. Arthritis, osteoporosis, tulang belakang yang bergeser, dan parah tulang kompresi, semuanya bisa menyebabkan kelengkungan tulang belakang. Kondisi ini umumnya lebih rentan dialami oleh orang lanjut usia (lansia).
  • Cedera. Kerusakan tulang belakang akibat kecelakaan, benturan yang sangat keras, atau komplikasi dari operasi bisa mengakibatkan kondisi ini.

Sampai saat ini, para ahli tidak menganggap kebiasaan gaya hidup, seperti postur tubuh, jarang olahraga, serta pola makan yang buruk bisa menjadi faktor-faktor risiko levoscoliosis.

Siapa saja yang berisiko mengalami kondisi ini?

Siapapun bisa mengalami levoscoliosis. Beberapa faktor risiko yang harus diperhatikan meliputi riwayat keluarga, usia, dan jenis kelamin. 10-20 persen penyakit ini berkembang pada usia 3 sampai 12 tahun. Anak perempuan delapan kali lebih mungkin mengembangkan penyakit ini dibandingkan anak laki-laki.

Mengenal ciri-ciri levoscoliosis

Levoscoliosis merupakan bentuk dari skoliosis. Jadi, ciri-ciri dan gejala levoscoliosis serupa dengan skoliosis pada umumnya, yaitu:

  • Tulang belakang melengkung ke kiri.
  • Kepala terlihat tidak berada di tengah tubuh.
  • Bahu kanan lebih tinggi dibanding dengan bahu kiri.
  • Salah satu pinggul tampak tidak sejajar, sehingga akan mempengaruhi gaya berjalan.
  • Panjang lengan tangan tidak seimbang.
  • Satu lengan menggantung lebih rendah dari yang lain, sehingga membuat pakaian akan terlihat tidak pas atau presisi saat digunakan.
  • Tulang rusuk menonjol di satu sisi.

Dalam kasus yang lebih parah, kondisi ini juga bisa meliputi:

  • Nyeri dada.
  • Kesulitan bernapas.
  • Nyeri kaki.
  • Mengalami gangguan pencernaan dan kandung kemih.

Bila Anda memiliki salah satu gejala yang sudah disebutkan di atas, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter. Jika tidak segera diobati, hal ini dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Misalnya gangguan fungsi jantung atau paru-paru.

Bagaimana cara mengobati levoscoliosis?

Pengobatan levoscoliosis akan bergantung pada usia, tingkat keparahan, serta kelengkungan tulang yang dialami pasien.

Sebagai langkah pengobatan awal, dokter akan menganjurkan pasien melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali untuk memantau perkembangan lengkungan tulang. Selanjutnya, dokter mungkin memberikan beberapa resep obat penghilang rasa sakit atau suntikan tulang belakang untuk meringankan gejala.

Rutin olahraga dan melakukan fisioterapi juga mungkin akan dianjurkan dokter sebagai upaya untuk menguatkan postur dan melenturkan tubuh Anda.

Banyak orang dengan kondisi ini tidak memerlukan perawatan apapun apabila tingkat keparahan lengkungan tulangnya masih terbilang ringan. Meski begitu, sebagian orang lainnya yang memiliki tingkat keparahan tinggi perlu melakukan operasi pemasangan penyangga atau pen tulang belakang. Pemasangan pen ini dilakukan untuk menghentikan lengkungan tulang yang semakin bertambah parah.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca