Sering Dikira Penyakit Gula, Hati-hati Dengan Komplikasi Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/07/2019 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Diabetes mellitus alias kencing manis atau penyakit gula punya banyak jenis. Namun, diabetes insipidus bukan termasuk salah satunya meski gejala penyakit ini sekilas mirip diabetes. Hati-hati, karena salah mengenali penyebab penyakit dan gejalanya bisa membuat Anda mendapatkan pengobatan yang keliru. Salah diagnosis dan pengobatan juga dapat membuat Anda berisiko mengalami komplikasi dari diabetes insipidus.

Diabetes insipidus bukan karena masalah gula darah

penyebab kencing nanah

Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang menyebabkan kadar gula darah tinggi akibat gangguan insulin. Sementara itu, diabetes insipidus adalah penyakit langka yang menyerang sistem ekskresi ginjal.

Diabetes insipidus tidak ada hubungannya dengan diabetes melitus. Penyebab diabetes insipidus adalah gangguan produksi hormon antidiuretik (ADH), atau dikenal juga sebagai vasopresin, yang diproduksi oleh kelenjar hipotalamus otak. Gangguan ini menyebabkan keseimbangan cairan di dalam tubuh pun terganggu.

Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja di segala usia, termasuk anak-anak. Namun, dalam banyak kasus memang lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding perempuan.

Jenis-jenis diabetes insipidus

air kencing berbau manis

Berdasarkan penyebabnya, penyakit ini dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:

1. Diabetes insipidus sentral

Kondisi ini disebabkan karena hipotalamus (hipofisis) mengalami kerusakan sehingga menyebabkan proses produksi, penyimpanan, dan pelepasan hormon vasopresin terganggu. Operasi, tumor, cedera di kepala merupakan beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini.

2. Diabetes insipidus gestasional

Kondisi ini terjadi ketika enzim yang dihasilkan oleh plasenta bayi merusak hormon vasopresin pada tubuh ibu hamil. Kabar baiknya, kondisi ibu hamil akan kembali normal setelah melahirkan.

3. Diabetes insipidus nefrogenik

Kondisi ini terjadi ketika tubulus ginjal mengalami kerusakan. Alhasil, ginjal jadi tidak mampu untuk merespon hormon vasopresin dengan baik. Seseorang yang mengalami kelainan genetik dan riwayat penyakit ginjal kronis berisiko tinggi mengalami penyakit ini.

4. Diabetes insipidus dipsogenik

Kondisi ini disebut juga dengan polidipsia psikogenik atau polidipsia primer. Berbeda dengan tiga jenis diabetes insipidus di atas, kondisi ini tidak berhubungan dengan masalah produksi atau respon dari hormon vasopresin. Sebaliknya, seseorang bisa mengalami kondisi ini karena terlalu banyak mengonsumsi cairan.

Hati-hati terhadap komplikasi diabetes insipidus

sindrom pura-pura sakit

Sama seperti diabetes melitus, diabetes insipidus juga bisa menyebabkan komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat.

Komplikasi utama dari diabetes insipidus adalah dehidrasi. Seperti yang sudah disebutkan di atas, penyakit ini terjadi akibat gangguan pada sistem sekresi, alias ginjal. Gangguan ini menyebabkan seseorang lebih sering bolak-balik buang air kecil, dan mengompol karena sulit menahan keinginan untuk buang air kecil.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menyebut bahwa penyakit ini membuat pengidapnya bisa sampai mengeluarkan urin sebanyak 3-20 liter dalam sehari. Urin yang dihasilkan juga cenderung lebih encer dan berwarna pucat. Sementara orang yang sehat biasanya menghasilkan urin hanya sekitar 1-2 liter per hari.

Frekuensi buang air kecil yang semakin sering dengan jumlah yang juga banyak membuat penderita diabetes insipidus akan terus merasa haus meski sudah minum banyak air.

Jika asupan cairan yang masuk lebih sedikit daripada yang dikeluarkan tubuh, maka pengidapnyaakan sangat rentan mengalami dehidrasi. Dalam kasus parah, dehidrasi dapat menyebabkan kejang, kerusakan otak permanen, dan bahkan kematian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Fakta Seputar Penyakit Diabetes Mellitus di Indonesia

Diabetes merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar yang dihadapi seluruh masyarakat Indonesia. Berikut berbagai fakta seputar diabetes di Indonesia.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Diabetes, Health Centers 14/11/2019 . 6 menit baca

Diabetes Tidak Bisa Disembuhkan, Lalu Bagaimana Cara Mengontrolnya?

Meski cara mengontrol diabetes kedengarannya sulit, sebenarnya ada langkah-langkah sederhana yang bisa Anda ikuti. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Diabetes, Health Centers 13/11/2019 . 5 menit baca

Bolehkah Ibu Dengan Diabetes Menyusui Bayinya?

Diabetes merupakan penyakit yang bisa diwariskan dari orangtua kepada anaknya. Oleh karena itu, bolehkah ibu dengan diabetes menyusui bayinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diabetes, Health Centers 12/11/2019 . 4 menit baca

Didiagnosis Diabetes? Ini yang Harus Anda Lakukan

Apa saja langkah setelah didiagnosis diabetes yang bisa dilakukan? Intip beberapa hal penting soal gaya hidup penyandang diabetes di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Diabetes, Health Centers 11/11/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca
vaksin untuk pasien ginjal

Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . 4 menit baca
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . 4 menit baca
penderita diabetes bisa kok punya umur panjang

Tips Panjang Umur Jika Anda Menderita Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14/11/2019 . 5 menit baca