Mengenal Golongan Darah A, B, AB, dan O Beserta Karakteristiknya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Apa golongan darah Anda? A, B, O, atau AB? Pada dasarnya setiap orang memiliki tipe darah yang berbeda-berbeda. Perbedaan tipe golongan ini didasari oleh ada tidaknya antigen pada sel darah merah dan plasma darah. Mengingat darah memiliki peran penting untuk tubuh, maka Anda perlu mengetahui karakteristik setiap tipe darah tersebut. Simak ulasan lengkap tentang tipe darah di bawah ini.

Apa saja karakteristik golongan darah?

Darah yang ada di dalam tubuh umumnya mengandung komponen dasar yang sama, yaitu sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma. Sel darah merah yang diproduksi di sumsum tulang belakang berperan dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh. Setiap 600 sel darah merah dalam tubuh, hanya ada 40 trombosit dan satu sel darah putih yang bertugas untuk melindungi tubuh Anda dari kuman penyakit.

Pada permukaan sel darah merah terdapat protein yang berikatan dengan karbohidrat. Ikatan inilah yang digunakan untuk menentukan tipe darah yang Anda miliki, disebut dengan antigen.

Antigen dikelompokkan ke dalam delapan tipe darah dasar, yaitu A, B, AB, dan O yang masing-masing bisa memiliki variasi positif atau negatif (rhesus).

  • A: hanya memiliki antigen A pada sel darah merah (dan antibodi B dalam plasma)
  • B: hanya memiliki antigen B pada sel darah merah (dan antibodi A dalam plasma)
  • AB: memiliki antigen A dan B pada sel darah merah (tetapi tidak memiliki antibodi A maupun B di dalam plasma)
  • O: tidak memiliki antigen A dan B pada sel darah merah (tetapi punya antibodi A dan B ada di dalam plasma)

Seberapa penting mengetahui jenis tipe darah?

Mengetahui golongan darah Anda sangat penting apabila hendak melakukan transfusi atau donor darah. Pasalnya, pasien yang menerima darah dengan golongan yang tidak cocok sering kali mengalami reaksi berbahaya.

Jika tipe darah A memberikan darah pada pasien golongan darah B,  tubuh akan memicu respons kekebalan untuk menghancurkan zat asing yang dianggap tidak cocok dengan tubuhnya.

Umumnya orang yang memiliki golongan O negatif dapat mendonorkan darahnya ke semua tipe darah, karena tipe darah ini tidak memiliki antibodi yang dapat memicu reaksi. Itulah sebabnya, golongan O sering disebut sebagai donor universal.

Sementara, golongan AB sering disebut sebagai penerima universal karena orang dengan tipe darah ini bisa mendapatkan transfusi darah dari golongan A, B, AB ataupun O. Sayangnya, tipe darah ini hanya bisa mendonorkan darahnya pada orang yang dengan tipe darah yang sama.

Meskipun tipe darah O disebut sebagai donor universal dan tipe darah AB sebagai penerima universal, donor darah dan transfusi darah tetap dianjurkan ke tipe darah yang sama. Golongan darah O dapat menjadi donor untuk tipe darah apapun hanya saat kondisi gawat darurat, begitu juga dengan tipe darah AB yang dapat menerima donor dari tipe darah apapun hanya dalam keadaan gawat darurat. 

tes darah deteksi kesehatan jantung

Selain antigen A dan B, ada juga antigen ketiga yang disebut dengan faktor Rh (rhesus) yang dapat berupa present (+) atau absent (-). Anda mungkin lebih mengenalnya dengan rhesus positif atau negatif.

Anda juga perlu tahu rhesus yang Anda miliki sebelum transfusi ataupun donor. Ada tidaknya faktor rhesus ini tidak membuat darah Anda menjadi lebih sehat atau kuat. Perbedaan ini terjadi karena faktor genetik. Meski begitu, hal ini penting juga untuk diperhatikan ketika Anda ingin transfusi darah.

Apa pengaruh tipe darah orangtua terhadap tipe darah anak?

Seperti warna mata dan jenis rambut, tipe darah juga diwariskan secara genetik dari orangtua. Oleh karena itu, tipe darah orangtua akan menentukan tipe darah anak juga nantinya.

Namun demikian, tipe darah anak tidak selalu sama persis dengan orangtua. Pasalnya berbagai kombinasi tipe darah dapat menghasilkan jenis yang berbeda pula.

cek golongan darah sendiri

Jika Anda bingung, berikut ini tipe darah yang mungkin akan dimiliki anak Anda.

  • Jika tipe darah Anda dan pasangan sama-sama AB, anak Anda mungkin akan memiliki golongan A, B, atau AB.
  • Jika tipe darah Anda AB dan pasangan B, anak Anda mungkin akan memiliki golongan A, B, atau AB.
  • Jika tipe darah Anda AB dan pasangan A, anak Anda mungkin akan memiliki golongan A, B, atau AB.
  • Jika darah Anda AB dan pasangan O, anak Anda mungkin akan memiliki golongan A atau B.
  • Jika tipe darah Anda dan pasangan sama-sama B, anak Anda mungkin akan memiliki golongan O atau B.
  • Jika tipe darah Anda A dan pasangan B, anak Anda mungkin akan memiliki golongan O, A, B, atau AB.
  • Jika tipe darah Anda dan pasangan sama-sama A, anak Anda mungkin akan memiliki golongan O atau A.
  • Jika tipe darah Anda O dan pasangan B, anak Anda mungkin akan memiliki golongan O atau B.
  • Jika tipe darah Anda O dan pasangan A, anak Anda mungkin akan memiliki golongan O atau A.
  • Jika tipe darah Anda dan pasangan sama-sama O, anak Anda akan memiliki golongan O.

Apa risiko penyakit yang sesuai dengan tipe darah?

tes viral load hepatitis

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tipe darah Anda ditentukan oleh zat-zat yang terkandung dalam darah. Namun, tahukah Anda jika zat tersebut dapat berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh yang bisa memengaruhi risiko Anda terkena penyakit tertentu di kemudian hari?

Jadi, entah itu tipe darah A, B, AB, atau O, Anda bisa saja lebih rentan atau justru kebal terhadap masalah kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung, kanker, atau penyakit lainnya. Hal ini berdasarkan beberapa penelitian baru yang menemukan hubungan sejumlah penyakit dengan tipe darah tertentu.

Meskipun masih dibutuhkan penelitian lanjutan, mengetahui potensi risiko sejak dini akan sangat membantu Anda mencegah kena berbagai macam penyakit nantinya.

Berikut ini beberapa risiko penyakit berdasarkan tipe darah.

Golongan darah A

Anda yang memiliki darah jenis ini berisiko 20% lebih tinggi terkena kanker perut dibandingkan orang yang bergolongan darah B atau O. Penelitian ini didasari oleh Gustaf Edgren MD, PHD, seorang ahli epidemiologis di Karolinska University Hospital Swedia.

Menurutnya, orang bergolongan darah A dan AB memiliki reaksi sistem kekebalan tubuh yang lebih sensitif terhadap bakteri H. pylori, yaitu bakteri penyebab kanker perut.

Anda dapat mengurangi risiko penyakit ini dengan membatasi konsumsi daging olahan kaya akan nitrat seperti sosis, kornet, nugget, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, orang yang memiliki tipe darah ini juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan dengan golongan A.

Golongan darah B

Orang dengan tipe darah B lebih berisiko terkena penyakit di bawah ini:

  • Diabetes tipe 2
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Penyakit jantung

Jika Anda pemiliki tipe darah B, Anda dapat mencegah risiko terkena penyakit jantung, darah tinggi, dan diabetes dengan menerapkan gaya hidup sehat. Mulailah untuk memperbaiki pola makan Anda dan perbanyak aktivitas fisik.

Golongan darah AB

Menurut penelitian jangka panjang yang dilakukan oleh para ahli dari University of Vermont, orang yang bergolongan darah AB lebih berisiko mengalami gangguan kognitif dibandingkan yang lainnya.

Olahraga secara rutin dan banyak mengonsumsi makanan yang baik untuk otak adalah cara utama mencegah risiko tersebut.

Olahraga dan melakukan banyak aktivitas fisik dapat melancarkan sirkulasi dan membawa lebih banyak oksigen ke otak. Selain itu, lakukan kegiatan yang membuat otak Anda terpacu untuk terus bekerja dan berpikir, seperti belajar bahasa asing, bermain TTS, serta membaca buku yang sulit.

Golongan darah O

Menurut hasil studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Harvard School of Public Health, tipe darah O memiliki risiko 23% lebih rendah terkena penyakit jantung dibanding dengan tipe darah lainnya. Sayangnya, pemilik tipe darah ini lebih rentan terhadap penyakit lambung yang disebabkan oleh bakteri H. pylori.

Untuk mencegah risiko tersebut, selalu perhatikan asupan makanan Anda. Jangan lupa, imbangin pula dengan penerapan hidup sehat secara keseluruhan seperti berhenti merokok, membatasi minum alkohol, serta mengontrol berat badan.

Hubungan antara golongan darah dan risiko penyakit di atas memang telah ditemukan oleh beberapa penelitian di berbagai belahan dunia. Namun, kebanyakan penelitian tidak berhasil menyimpulkan apa penyebab yang membuat tipe-tipe darah memiliki risiko tinggi terkena penyakit tertentu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan asam urat dan rematik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
eksim kering dan eksim basah

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit