Benarkah Wanita yang Serumah Menstruasinya Akan Berbarengan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/09/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Menstruasi bisa menular. Begitu cerita yang sering kita dengar di tengah masyarakat. Tidak jarang pula banyak dari wanita yang mengungkapkan bahwa siklus menstruasinya tiba-tiba berubah akibat terpengaruh oleh perempuan lain di sekitarnya. Mungkin Anda juga pernah mengalaminya; periode menstruasi yang mendadak berbarengan dengan kakak, ibu, atau teman sekelas maupun sekantor.

Sinkronitas menstrual adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh seorang peneliti asal Amerika, Martha McClintock, di tahun 1971 pada sebuah jurnal medis terbitan Nature. Psikolog University of Chicago ini mendasari penelitiannya atas fenomena menstruasi yang bersamaan yang terjadi di asrama wanita kampusnya.

McClintock berspekulasi bahwa kontak reguler antara wanita dapat memengaruhi siklus menstruasi. Ia menemukan bahwa kelompok teman dekat yang tinggal di satu asrama memiliki periode haid dekat antar satu sama lainnya di awal tahun, jika dibandingkan dengan bulan-bulan selanjutnya; menunjukkan jarak yang berkurang dari rata-rata 6.4 hari menjadi 4.6 hari antar satu orang dengan yang lain.

Fenomena ini kemudian disebut sebagai “efek McClintock” dan dikenal luas sebagai salah satu contoh klinis awal dari feromon (sinyal kimiawi yang memengaruhi sikap dan perilaku) pada manusia.

Namun, penelitian McClintock menimbulkan banyak kontroversi. Apakah sinkronitas menstrual bisa dibuktikan secara medis?

Yang menentang teori ini

Meskipun diterima secara luas sebagai fakta kehidupan wanita, banyak psikolog dan antropolog yang meragukan kebenaran ilmiah dari sinkronitas menstrual tersebut. Hampir setengah dari makalah ilmiah yang diterbitkan mengenai topik yang bersangkutan tidak menemukan bukti kuat bahwa kontak reguler (tinggal bersama, kerja bersama, atau sering menghabiskan waktu bersama-sama) akan menghasilkan siklus menstrual yang berdekatan satu sama lain.

Dalam studi tahun 2006, Zhengwei Yang dan Jeffrey Schank meninjau ulang teori milik McClintock dan menyimpulkan bahwa “variabilitas siklus lebih mengarah ke konvergensi siklus yang berulang dan divergensi berikutnya yang dapat menjelaskan persepsi sinkronitas.” Artinya: wanita mungkin berpikir mereka memiliki periode haid yang bersamaan, padahal mungkin hal tersebut terjadi secara acak dan kebetulan dalam waktu yang berbarengan. Fase sinkronitas menstrual yang kebetulan ini kemungkinan besar nantinya akan menyesuaikan kembali dengan jam biologis tubuh masing-masing.

Terlebih lagi, kelompok peneliti pro-sinkronisasi dihujani kritik keras akibat rancangan penelitian yang berantakan dan proses analisis statistik yang terlalu sederhana. Adanya sinkronitas menstrual alami juga belum dapat dibuktikan pada penelitian berbasis primata non-manusia, seperti simpanse, hamster, mandrill, atau golden tamarin.

Walaupun demikian, masih ada sejumlah peneliti yang meyakini bahwa sinkronisasi menstrual adalah hal yang nyata karena sering ditemukan bukti yang mendukung gagasan tersebut. Sulit untuk menentukan apakah faktor-faktor seperti stres, pasangan seksual, dan pil KB memiliki andil tertentu dalam sinkronisasi menstrual. Jika sinkronisasi ini nyata, mungkin faktor-faktor di atas ikut andil dalam perubahan siklus menstruasi, dan bukan hanya bergantung pada kontak reguler dengan wanita lain.

Kebenaran akan feromon itu sendiri pun masih kontroversial. Feromon adalah sinyal kimia yang dilepaskan oleh  tubuh satu makhluk yang memengaruhi perilaku individu lainnya dalam satu spesies. Belum ada bukti ilmiah yang memadai untuk menunjukkan pengaruh feromon terhadap perilaku manusia. Tidak ada pula penelitian yang berhasil mengidentifikasi eksistensi feromon dalam tubuh manusia.

Belum adanya bukti ilmiah kuat yang mendukung gagasan McClintock bukan berarti penelitian seputar topik ini dihentikan. Banyak peneliti yang masih mencari tahu kebenaran teori tersebut, dan masih banyak pula wanita yang melaporkan pengalaman mereka mengenai sinkronisasi menstrual. Tapi, sampai ada bukti medis yang lebih kuat, sinkronisasi menstrual kini hanya dianggap mitos belaka.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Bisa Mulai Haid Lagi Setelah Aborsi?

Setelah aborsi, Anda tentu saja akan bisa haid lagi karena Anda sudah tidak lagi hamil. Namun, waktu kedatangannya bisa berbeda untuk tiap wanita.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 07/09/2019 . 4 menit baca

4 Fase Dalam Siklus Menstruasi yang Harus Wanita Kenali Tiap Bulan

Sebelum akhirnya menstruasi, ada banyak fase yang harus dilewati tubuh tiap bulan. Mengetahui tahapan siklus menstruasi akan sangat berguna untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 14/08/2019 . 7 menit baca

Manfaat Olahraga Saat Haid Sekaligus Tips Menjalaninya dengan Nyaman

Haid kadang membuat beberapa wanita jadi malas sehingga melewatkan olahraga yang biasanya dilakukan. Padahal olahraga saat haid justru banyak manfaatnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 21/07/2019 . 6 menit baca

4 Keinginan Pria Saat Pacaran yang Perlu Dimengerti Wanita

Bukan hanya wanita, pria juga juga punya keinginan untuk lebih dimengerti saat pacaran. Apa saja keinginan tersebut? Intip pada ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 08/07/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab migrain saat haid

Apa Saja Penyebab dan Cara Mengatasi Migrain Saat Haid?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020 . 6 menit baca
menggunakan menstrual cup

Berapa Lama Masa Pakai Menstrual Cup?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 25/04/2020 . 4 menit baca
gaya hidup depresi

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Anda yang Sering Depresi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 15/02/2020 . 4 menit baca
perokok pasif wanita mandul

Benarkah Wanita yang Jadi Perokok Pasif Berisiko Susah Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 16/09/2019 . 6 menit baca