Risiko Penyakit Berdasarkan Golongan Darah Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Beberapa penelitian baru-baru ini menemukan korelasi antara sejumlah penyakit dengan tipe golongan darah tertentu yang dimiliki. Bagaimana bisa?

Golongan darah yang Anda miliki ditentukan oleh substansi dalam darah (yang diwariskan dari kedua orangtua kita) yang terdapat pada permukaaan terluar dari sel darah merah dalam tubuh. Substansi mikroskopik ini berinteraksi dengan sistem imun yang dapat memengaruhi risiko Anda terhadap beberapa penyakit tertentu. Jadi, baik itu golongan darah A, B, AB, atau O, Anda mungkin akan lebih rentan atau justru kebal terhadap masalah jantung, kanker, atau penyakit lainnya.

Walaupun begitu, penelitian ini masih terlalu dini untuk dapat ditarik kesimpulannya, dan para ahli juga belum berhasil menemukan penjelasan yang pasti mengenai korelasi tersebut. Golongan darah tidak bisa diubah, namun, mengetahui potensi risiko sejak awal akan sangat membantu Anda menentukan tindakan pencegahan apa yang sesuai untuk Anda.

Jika golongan darah Anda…

Tipe A

Golongan darah A berisiko 20% lebih tinggi terhadap kanker perut dibandingkan golongan darah B atau O. Sementara golongan darah AB memiliki risiko sebesar 26% terhadap penyakit ini.

Kanker perut disebabkan oleh bakteri H. pylori. Walaupun sekitar 2/3 populasi manusia adalah inang dari bakteri ini, besar kemungkinan orang-orang dengan golongan darah A dan AB memiliki reaksi sistem imun yang lebih sensitif terhadap bakteri penyebab kanker, menurut Gustaf Edgren MD, PHD, seorang epidemiologis di Karolinska Universitiy Hospital Swedia. Edgren juga merupakan salah satu peneliti fenomena golongan darah ini.

Untuk mencegah: batasi konsumsi daging yang diawetkan (sosis, kornet, bacon) yang kaya akan nitrat. Nitrat dalam tubuh dapat diubah menjadi komponen pendukung kanker.

Selain itu, tipe darah A memiliki risiko paling tinggi terhadap penyakit jantung jika dibandingkan dengan golongan O.

Tipe B

Beberapa orang dengan golongan darah B memiliki risiko sebesar 20% lebih rentan terhadap diabetes tipe 2 dibandingkan dengan tipe darah O.

Sama halnya dengan golongan darah A, darah tipe B dikaitkan dengan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Lebih lanjut, golongan darah B dinilai 11% lebih rentan terhadap penyakit pembuluh darah koroner.

Bahkan, golongan darah non-O rata-rata memiliki peningkatan risiko hingga 60-80% untuk mengembangkan penggumpalan darah yang fatal; jenis yang dapat pecah dan menyebar ke paru-paru. Tipe darah A, B, dan AB juga berada pada risiko yang tinggi terhadap penyakit jantung koroner, menurut sebuah studi dari Harvard School of Public Health. Penelitian lain telah mengaitkan golongan darah non-O dengan risiko peradangan yang lebih besar, yang dapat menjelaskan relasi tersebut.

Untuk mencegah: kelola faktor risiko yang berhubungan dengan penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes dengan gaya hidup sehat, dan obat dokter dapat menjaga jantung Anda tetap dalam kondisi prima.

Tipe AB

Golongan darah dapat memengaruhi fungsi otak seiring dengan bertambahnya usia, menurut sebuah studi jangka panjang terbaru oleh University of Vermont. Orang-orang dengan golongan darah langka AB, hanya sekitar 10% dari populasi dunia, memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan kognitif jika dibandingkan dengan golongan darah lain.

Menurut Mary Cushman, hematologis yang berperan dalam penelitian ini, kesimpulan tersebut ditarik berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan adanya hubungan antara kondisi kardiovaskular (faktor penggumpalan darah dan protein dalam darah) yang dapat memengaruhi fungsi kerja otak. Khususnya masalah berpikir, seperti proses belajar atau mengingat daftar barang- barang, yang merupakan tes standar yang umum dilakukan saat uji kognitif.

Walaupun alasan di atas cukup menjelaskan, peneliti belum dapat mengetahui mekanisme pasti dari hubungan tersebut.

Untuk mencegah: olahraga secara rutin memiliki dampak positif bagi fungsi kognitif. Aktivitas fisik akan membawa lebih banyak oksigen ke otak. Lakukan setidaknya latihan ringan selama 30 menit 5 kali dalam satu minggu. Tantanglah otak dengan hal-hal baru, seperti belajar bahasa baru, membaca buku yang sulit, bermain teka-teki, dan hal-hal lainnya yang mengharuskan otak untuk bekerja.

Tipe O

Golongan darah O memiliki kekebalan terhadap penyakit jantung hingga 23% dibandingkan dengan golongan darah lain, menurut penelitian dari Harvard School of Public Health. Selain itu, genetik yang membangun golongan darah tipe O membuat orang yang memiliknya lebih kebal terhadap kanker pankreas hingga 37%.

Namun, golongan O ternyata lebih rentan terhadap tukak lambung. Tukak lambung disebabkan oleh bakteri H pylori. “Golongan darah ini memodifikasi respon imunologis tubuh terhadap bakteri tersebut, tapi kami belum mengetahui bagaimana pastinya,” ujar Edgren.

Terlebih lagi, golongan O dikaitkan dengan produksi sel telur yang lebih rendah pada wanita jika dibandingkan dengan golongan darah lainnya.

Untuk mencegah: hindari berbagai faktor risiko umum penyakit, seperti merokok, konsumsi alkohol berlebih, dan kelebihan berat badan. Gaya hidup dan pola makan yang sehat dapat meningkatkan produksi sel telur.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy

    Yang juga perlu Anda baca

    Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

    Untuk mengetahui apakah Anda kena diabetes atau tidak, Anda harus tahu dulu berapa kadar gula darah normal dalam tubuh. Simak ulasannya berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

    Diabetes juga bisa menyebabkan penglihatan kabur yang apabila dibiarkan bisa berdampak pada kebutaan permanen. Apa saja komplikasi diabetes pada mata?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

    Salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes adalah kaki diabetik. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung amputasi.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Mengenal Komplikasi Hiperglikemi Hiperosmolar Nonketotik (HHS) pada Diabetesi

    Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kadar gula darah yang sangat tinggi dan dapat berakibat fatal.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

    Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

    Ditulis oleh: Priscila Stevanni
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    merawat kulit orang diabetes

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    transplantasi ginjal

    Transplantasi Ginjal

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit
    hipoglikemia adalah gula darah rendah

    Hipoglikemia

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit