Gas Gangrene, Komplikasi Luka yang Dapat Mengancam Nyawa

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Saat Anda terluka, apa yang Anda lakukan untuk mengobati luka tersebut? Apakah Anda mencuci luka Anda hingga bersih? Menutupnya dengan rapat? Penanganan luka yang baik sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius dan bahkan mengancam nyawa seperti gas gangrene.

Apa itu gas gangrene?

Gas gangrene adalah suatu infeksi jaringan, sel, dan pembuluh darah yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri yang menginfeksi ini kemudian akan melepaskan gas dan mengeluarkan toksin yang menyebabkan kematian jaringan. Walaupun merupakan kondisi yang jarang terjadi, gas gangrene dapat menyebar dengan cepat dan dapat mengancam nyawa jika dibiarkan.

Kebanyakan infeksi gangrene terjadi akibat adanya trauma yang menyebabkan luka terbuka atau tempat operasi yang terpapar bakteri. Pada kasus yang lebih jarang, gangrene dapat pula terjadi akibat terganggunya aliran darah ke jaringan tubuh tertentu dan bagian tersebut terinfeksi oleh bakteri. Kondisi ini berisiko terjadi pada penderita aterosklerosis atau diabetes mellitus.

Ciri dan gejala gas gangrene

Gas gangrene dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, namun paling sering ditemui di kaki dan tangan. Gejala gas gangrene dapat berupa:

  • demam
  • udara di bawah kulit
  • nyeri dan bengkak di sekitar luka
  • kulit pucat yang dengan cepat berubah menjadi keaibuan, merah gelap, ungu, atau hitam
  • lenting dengan cairan yang berbau
  • keringat berlebih
  • denyut nadi yang cepat
  • muntah
  • kulit kuning (jaundice) pada kasus yang lanjut

Gejala-gejala di atas kebanyakan muncul kurang lebih 6 hingga 48 jam setelah terjadinya infeksi dan dapat menyebar dengan cepat. Segera hubungi petugas medis atau bawa penderita ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang cepat.

Penyebab gas gangrene

Gas gangrene paling banyak disebabkan oleh bakteri yang dikenal dengan nama Clostridium perferingens. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat juga disebabkan oleh bakteri dari kelompok Streptococcus. Infeksi yang terjadi biasanya berlangsung tiba-tiba dan dapat menyebar dengan cepat.

Gas gangrene biasanya muncul pada lokasi operasi yang baru atau pada daerah luka baru. Pada kasus yang sangat jarang, gangrene dapat pula muncul secara spontan tanpa pencetus yang jelas.

Beberapa luka memiliki risiko yang tinggi untuk berkembang menjadi gangrene adalah:

  • luka pada otot
  • kerusakan jaringan yang berat
  • luka yang sangat dalam
  • luka yang terkontaminasi oleh kotoran terutama yang didapat dari peternakan

Anda juga akan lebih berisiko mengalami gas gangrene jika memiliki kondisi seperti:

Bagaimana cara mengobati gas gangrene?

Setelah didiagnosis, gas gangrene harus diobati segera. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik yang dimasukkan melalui infus sehingga dapat langsung masuk ke pembuluh darah Anda. Jaringan yang telah mati atau terinfeksi harus segera dibuang dengan pembedahan. Dokter Anda juga mungkin harus melakukan perbaikan pembuluh darah untuk agar aliran darah ke tempat yang terinfeksi dapat kembali lancar.

Perbaikan jaringan yang telah rusak dapat dilakukan dengan teknik skin graft. Melalui metode ini, dokter akan mengambil kulit yang sehat dari tempat yang tidak terinfeksi dan menanamnya di lokasi yang terluka setelah tentu saja membuang sel kulit yang terinfeksi. Dalam kasus gangrene yang berat, dokter dapat saja menyarankan amputasi satu anggota gerak untuk menyelamatkan bagian tubuh yang lain dari penyebaran infeksi.

Beberapa dokter juga memanfaatkan metode terapi oksigen hiperbarik untuk membantu mempercepat penyembuhan gas gangrene. Dalam terapi ini, Anda akan diminta untuk menghirup gas oksigen dalam ruangan bertekanan khusus. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah Anda, sehingga dapat membantu jaringan yang rusak untuk sembuh lebih cepat.

Komplikasi akibat gas gangrene

Semakin cepat gas gangrene ditangani maka akan sebaik pula hasil pengobatannya. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi bila kondisi ini dibiarkan adalah:

  • kerusakan jaringan yang permanen
  • jaundice atau kuning
  • kerusakan hati
  • gagal ginjal
  • shock
  • infeksi yang menyebar
  • koma
  • kematian

Bagaimana cara mencegah gas gangrene?

Cara terbaik untuk mencegah terbentuknya gas gangrene adalah dengan menjaga kebersihan luka. Pastikan untuk selalu mencuci luka dan menutupnya dengan perban. Hubungi dokter jika Anda mendapatkan tanda-tanda infeksi pada luka. Tanda-tanda ini dapat berupa kemeraha, bengkak, nyeri, dan keluarnya cairan dari luka. Jika dokter Anda memberikan antibiotik untuk diminum, pastikan Anda meminumnya sesuai aturan.

Mengubah pola hidup juga dapat menurunkan risiko terkena gangrene, seperti;

  • Menghindari semua produk tembakau.
  • Mengobati masalah kesehatan Anda dengan benar jika ada, seperti diabetes atau penyakit arteri.
  • Menjaga berat badan dengan berolahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan yang sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal Neutropenia, Ketika Kadar Neutrofil Terlalu Rendah

    Neutropenia adalah rendahnya kadar neutrofil dalam darah. Neutrofil yang terlalu rendah dapat membuat Anda rentan infeksi, lebih fatal, berujung kematian.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 9 November 2020 . Waktu baca 7 menit

    Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

    Leukosit yang rendah bisa membuat Anda rentan kena infeksi. Makanan penambah sel darah putih bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan leukosit Anda.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 8 November 2020 . Waktu baca 7 menit

    Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

    Saat mendengar kata inflamasi, yang terbayang pasti penyakit. Padahal, proses inflamasi justru diperlukan tubuh untuk melawan penyakit. Begini mekanismenya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Hidup Sehat, Fakta Unik 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Bagaimana Mengatasi Bau Badan Yang Muncul Tiba-Tiba?

    Mengatasi Bau Badan yang Muncul Tiba-Tiba

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Monika Nanda
    Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    tinea cruris adalah

    Tinea Cruris

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit
    kurap kadas

    Kurap (Kadas)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 11 menit
    limfosit tinggi

    Apa yang Terjadi Bila Kadar Limfosit Tinggi?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 5 menit