home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Aterosklerosis, Kondisi Fatal Penyebab Stroke dan Sakit Jantung

Aterosklerosis, Kondisi Fatal Penyebab Stroke dan Sakit Jantung

Banyak orang yang tahu apa itu aterosklerosis, tetapi risiko yang ditimbulkan oleh kondisi ini banyak sekali. Aterosklerosis dapat menjadi salah satu penyebab dari berbagai penyakit jantung dan stroke, bahkan juga dapat menyebabkan kematian. Banyak orang tidak mengetahui dirinya memiliki aterosklerosis, tahu-tahu sudah menderita penyakit jantung saja. Untuk mengetahui bagaimana caranya aterosklerosis terbentuk, mari simak ulasan berikut.

Apa itu aterosklerosis?

Aterosklerosis dalah penyempitan atau pengerasan pembuluh darah karena terdapat plak dalam pembuluh darah. Plak ini terbentuk dari kolesterol, lemak, produk buangan dari sel, kalsium, dan fibrin (bahan yang diperlukan untuk pembekuan darah).

Aterosklerosis ini tidak terbentuk begitu saja, tetapi melalui tahap-tahap yang cukup panjang. Aterosklerosis dimulai dengan kerusakan pada endotelium (lapisan pada dinding pembuluh darah) yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi, sering merokok, atau karena kolesterol jahat yang tinggi dalam darah. Kerusakan endotel ini kemudian berkembang menjadi terbentuknya plak.

Selanjutnya, ketika kolesterol jahat melewati endotelium yang rusak ini, kolesterol akan memasukin dinding pembuluh darah. Hal ini membuat sel darah putih mengalir ke daerah endotelium yang rusak tersebut untuk membantu mencerna kolesterol jahat. Lama-kelamaan, kolesterol dan sel-sel ini menumpuk dan membentuk plak di dinding arteri. Untuk membentuk plak ini diperlukan waktu yang sangat lama hingga bertahun-tahun.

Plak terbentuk dari kolesterol, sel, dan bahan buangan sel yang menonjol pada dinding pembuluh darah. Plak ini lama-lama akan terus membesar sehingga dapat menyumbat aliran darah. Jika sudah menyumbat aliran darah, maka dapat mengakibatkan Anda menderita penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya.

Sumbatan pada pembuluh darah juga dapat pecah secara mendadak sehingga menyebabkan darah membeku di daerah sekitar pembuluh darah arteri yang pecah. Jika hal ini terjadi di otak, maka dapat menyebabkan stroke dan jika terjadi di jantung, maka dapat menyebabkan serangan jantung. Meski demikian, prosesnya yang panjang dan memakan waktu bertahun-tahun, sehingga tidak heran jika aterosklerosis ini banyak diderita oleh orang yang sudah berumur.

Bagaimana cara mencegah aterosklerosis?

Sebelum membahas tentang cara mencegah aterosklerosis, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu faktor risiko yang dapat menyebabkan aterosklerosis. Dari sini, kita dapat mengetahui apa langkah yang harus diambil untuk mencegah aterosklerosis.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis pada seseorang adalah:

  • Merokok.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kadar kolesterol tinggi dalam darah.
  • Riwayat keluarga yang mempunyai aterosklerosis atau penyakit jantung.
  • Gaya hidup yang tidak aktif, seperti lebih banyak duduk dan jarang berolahraga.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Diabetes.

Sehingga, hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah aterosklerosis adalah:

  • Berhenti merokok. Jika Anda merokok, sebaiknya segera berhenti merokok jika ingin terhindar dari aterosklerosis dan penyakit lainnya. Merokok dapat merusak dinding pembuluh darah sehingga plak, yang dapat mengembangkan aterosklerosis, makin mudah terbentuk.
  • Ubah pola makan. Selain berhenti merokok, sebaiknya ubah pola makan Anda menjadi pola makan yang lebih sehat. Terlalu banyak makan makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam darah dapat membuat plak berkembang lebih besar. Selain mengurangi asupan lemak jahat, Anda juga sebaiknya mengurangi asupan garam dan gula. Hati-hati terhadap makanan dalam kemasan yang telah diproses, karena biasanya mengandung tinggi lemak, garam, dan gula. Sebaiknya pilih makanan segar daripada makanan kemasan serta perbanyak makan sayur dan buah.
  • Olahraga teratur. Satu hal lagi yang penting Anda lakukan untuk mengurangi risiko Anda mengalami aterosklerosis adalah dengan berolahraga secara teratur. Olahraga secara teratur dapat mengurangi lemak darah tubuh, menurunkan tekanan darah, dan untuk mengontrol berat badan. Sebaiknya lakukan olahraga selama 150 menit per minggu atau 30 menit per hari.

Penyakit apa yang berhubungan dengan aterosklerosis?

Aterosklerosis dapat terjadi di pembuluh darah arteri mana saja di dalam tubuh, bisa di jantung, otak, lengan, kaki, dan ginjal. Oleh karena itu, penyakit yang ditimbulkan karena aterosklerosis bisa bermacam-macam tergantung di mana pembuluh darah yang terkena. Aterosklerosis dapat menyebabkan penyakit, seperti:

1. Penyakit jantung koroner (PJK)

Penyakit jantung koroner terjadi ketika plak berkembang pada arteri koroner. Pembuluh darah arteri ini membawa darah yang kaya oksigen ke jantung. Plak yang berkembang dalam arteri koroner dapat mempersempit pembuluh darah arteri sehingga mengurangi aliran darah ke otot jantung. Plak juga dapat menyebabkan gumpalan darah terbentuk dalam arteri dan menyebabkan aliran darah tersumbat. Jika aliran darah ke jantung berkurang atau tersumbat, maka Anda akan merasa nyeri pada dada atau bahkan dapat menyebabkan serangan jantung.

2. Penyakit arterti karotis

Penyakit ini terjadi ketika plak menumpuk pada pembuluh darah arteri karotis yang terletak di sisi leher Anda. Arteri ini membaw darah yang kaya oksigen ke otak Anda. Sehingga, jika aliran darah berkurang atau tersumbat karena adanya plak pada arteri karotis, maka Anda dapat mengalami tanda-tanda stroke. Jika ada pembuluh darah arteri di otak yang pecah maka dapat menyebabkan stroke dengan potensi kerusakan otak permanen.

3. Penyakit arteri perifer

Plak yang menumpuk pada arteri perifer dapat menyebabkan penyakit arteri perifer. Arteri perifer adalah arteri yang mengalirkan darah kaya oksigen ke kaki, lengan, dan panggul. Aliran darah yang berkurang atau tersumbat di daerah ini menyebabkan rasa nyeri, mati rasa, dan kadang infeksi.

4. Penyakit ginjal kronis

Penyakit ginjal kronis dapat disebabkan oleh plak yang menumpuk pada arteri ginjal. Jika dibiarkan terus, penyakit ginjal kronis dapat mengganggu fungsi ginjal. Sementara itu, ginjal berfungsi menyaring produk sisa dalam darah dan mengeluarkan dari tubuh dalam bentuk urin.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

American Heart Association. 2014. Atherosclerosis. Available at http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/Cholesterol/WhyCholesterolMatters/Atherosclerosis_UCM_305564_Article.jsp#.V5cRnhJZivE. Accessed July 26, 2016.

Beckerman, James. 2016. What Is Atherosclerosis?. Available at http://www.webmd.com/heart-disease/what-is-atherosclerosis. Accessed July 26, 2016.

National Heart, Lung, and Blood Institute. 2016. What Is Atherosclerosis?. Available at http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/atherosclerosis. Accessed July 26, 2016.

Beth, Holloway. What You Can Do to Prevent Atherosclerosis. Available at https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=1&contentid=1583. Accessed July 26, 2016.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 26/03/2021
x