Berkenalan Dengan Kelenjar Pituitari, Si “Kelenjar Master” Pengendali Banyak Fungsi Vital Tubuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tubuh manusia memiliki 14 kelenjar utama yang memiliki tugas teramat penting untuk melakukan berbagai proses biologis. Salah satu kelenjar yang akan dibahas pada artikel ini adalah kelenjar pituitari, yang berbentuk seperti tonjolan dan terletak di bagian bawah otak. Yuk, baca lebih lanjut!

Apa fungsi kelenjar pituitari?

Kelenjar pituitari, atau hipofisis, adalah kelenjar produsen hormon-hormon tertentu yang bertindak sebagai pengedali berbagai aspek tubuh manusia. Hormon yang diproduksi oleh hipofisis membantu mengatur pertumbuhan, tekanan darah, produksi dan pembakaran energi, dan berbagai fungsi organ tubuh lainnya.

Kelenjar ini sering dijuluki “kelenjar master” karena hormon yang disekresi olehnya mengatur fungsi kelenjar lain juga. Hormon-hormon ini dapat diproduksi baik dari depan (anterior) atau bagian belakang (posterior) dari kelenjar tersebut.

                                                                       Lokasi kelenjar pituitari dalam otak

Namun, penting untuk dipahami bahwa kelenjar pituitari bekerja sendirian untuk menjalankan fungsi tubuh. Hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari bertindak sebagai pembawa pesan dari dan ke banyak sel yang berbeda dalam tubuh.

Sebelum kelenjar pituitari memproduksi hormon, otak akan mengirimkan sinyal dari hipotalamus sebagai pusat komunikasi antar kelenjar. Setelah itu, kelenjar tersebut akan mulai memproduksi yang kemudian bertindak sebagai sinyal bagi kelenjar lain dan organ tubuh untuk mengatur fungsi mereka.

Apa saja hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari?

Hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitaridapat berasal dari bagian pituitari depan atau belakang.

Hormon dari bagian depan kelenjar, atau dikenal sebagai Lobus Anterior:

  • Hormon adrenokortikotropik (ACTH): Hormon ini merangsang produksi hormon adrenal.
  • Hormon perangsang folikel (FSH) dan Luteinizing hormone (LH): Hormon-hormon ini bekerja sama satu sama lain sebagai regulator atas fungsi ovarium dan testis.
  • Hormon pertumbuhan (GH): Hormon ini sangat penting dalam pertumbuhan tubuh manusia, terutama di tahun-tahun awal. Untuk anak-anak, hormon ini membantu menjaga komposisi tubuh yang sehat. Untuk orang dewasa, GH bertindak sebagai penyeimbang distribusi lemak serta menjaga kesehatan tulang dan otot.
  • Prolaktin: Fungsi utama hormon ini adalah menstimulasi produksi ASI pada wanita. Hormon ini juga memiliki efek pada aktivitas seksual yang berbeda pada pria dan wanita.
  • Hormon perangsang tiroid (TSH): Hormon ini merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormonnya sendiri.

Hormon dari bagian belakang kelenjar pituitari, atau dikenal sebagai Lobus Posterior:

  • Hormon anti diuretik (ADH): Hormon ini merangsang ginjal untuk meningkatkan penyerapan air dalam darah, mengurangi jumlah air yang keluar dalam urin.
  • Oksitosin: Oksitosin biasanya memengaruhi proses persalinan dan kondisi tubuh ibu setelah melahirkan, seperti produksi ASI.

Apa saja kemungkinan gangguan pada pituitari?

Gangguan yang paling umum ditemukan pada kelenjar pituitari adalah tumor pituitari.

Tumor pituitari dibagi menjadi 2 kategori: sekresi dan non-sekretorik. Tumor non-sekretorik disebabkan oleh kurangnya jumlah hormon pituitari yang dihasilkan. Sementara itu, tumor sekretorik disebabkan oleh produksi hormon yang berlebihan. Tumor bisa disebabkan oleh cedera, obat-obatan tertentu, perdarahan internal, dan gangguan kesehatan lainnya.

Tumor ini jarang menyebabkan kanker, meski begitu tumor ini dapat menyebabkan gangguan pada fungsi normal kelenjar. Dalam beberapa kasus, tumor ini bahkan dapat bertumbuh besar sehingga menekan bagian-bagian otak yang berdekatan, yang mungkin mempengaruhi pengelihatan dan indra lainnya.

Selain tumor pituitari, ada gangguan lain yang dikenal sebagai apopleksi pituitari. Dalam kasus yang parah, hilangnya fungsi kelenjar secara tiba-tiba dapat mengancam jiwa karena kekurangan hormon-hormon vital yang mendadak.

Pasien sangat disarankan untuk mencari perhatian medis sesegera mungkin, karena kelenjar pituitari sangat penting dalam menjaga fungsi tubuh.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juni 9, 2018 | Terakhir Diedit: Juli 19, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca