Berapa Lama Tidur yang Kita Butuhkan? Ternyata Belum Tentu 8 Jam

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Meski di rumah Anda tidur di waktu yang sama dengan anak, adik, kakak, atau orangtua Anda, belum tentu berapa lama Anda bisa tidur juga sama.

Lydia DonCarlos, PhD, dari Loyola University Chicago Stritch School of Medicine adalah salah satu ahli yang membuat rekomendasi berapa banyak waktu tidur yang dibutuhkan seseorang. Panel tersebut, yang dipimpin National Sleep Foundation, membuat rekomendasi berdasarkan usia, mulai dari bayi yang baru lahir (yang memerlukan 14-17 jam tidur per hari) sampai dewasa berusia 65 tahun ke atas (7-8 jam per hari).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remaja berusia 14-17 tahun memerlukan 8-10 jam tidur per malam. Angka ini lebih tinggi dibanding rekomendasi sebelumnya yaitu 8,5-9,5 jam per malam.

Dr. DonCarlos dan para ahli lainnya dalam panel multidisiplin memeriksa temuan dari 320 studi yang melaporkan durasi tidur, dan mereka menemukan adanya efek kesehatan dari lamanya durasi tidur, yang merupakan konsekuensi bila terlalu lama atau terlalu sedikit tidur. Hasilnya dipublikasikan dalam Sleep Health: Journal of the National Sleep Foundation.

“Prosesnya sangat teliti,” kata Dr. DonCarlos, yang mewakili American Association of Anatomists dari 6 ahli tidur yang dipilih National Sleep Foundation.

“Kami masih harus menjalani penelitian lebih lanjut untuk mempelajari fungsi tidur. Kami tahu tidur itu menyegarkan dan penting untuk konsolidasi memori, tapi kami tidak tahu secara detail apa fungsi dari tidur, bahkan bagaimana kita bisa menghabiskan ⅓ hidup kita hanya untuk tidur,” tutur Dr. DonCarlos.

Berapa lama waktu tidur yang ideal untuk saya?

Meskipun setiap golongan usia sudah dikelompokkan berdasarkan berapa lama rekomendasi waktu mereka untuk tidur, National Sleep Foundation dalam laporan utamanya di Sleep Health Journal, menyebutkan bahwa tidak ada jumlah waktu sempurna yang pas bagi setiap orang. Berikut ini rekomendasi jam tidurnya:

  • Bayi baru lahir (0-3 bulan): 14-17 jam setiap hari
  • Bayi (4-11 bulan): 12-15 jam setiap hari
  • Balita (1-2 tahun): 11-14 jam setiap hari
  • Pra-sekolah (3-5 tahun): 10-13 jam setiap hari
  • Usia sekolah (6-13 tahun): 9-11 jam setiap hari
  • Remaja (14-17 tahun): 8-10 jam setiap hari
  • Dewasa muda (18-25 tahun): 7-9 jam setiap hari
  • Dewasa (26-64 tahun): 7-9 jam setiap hari
  • Manula (65 tahun ke atas): 7-8 jam setiap hari

Dengan tidur yang cukup, kesehatan kita akan lebih baik dan maksimal. Semua organ yang lelah bekerja tentu membutuhkan waktu istirahat, termasuk otak, kulit, sistem metabolisme, dan hormon. Pada saat tidur, informasi yang masuk ke otak akan disusun dengan rapi, sehingga saat bangun tidur kita sering kali menemukan solusi dari masalah di hari sebelumnya.

Sel dalam tubuh akan berregenerasi saat kita tidur pada tingkat paling maksimal. Makanya tak jarang, jika tidur sesuai dengan rekomendasinya, kulit seseorang akan terlihat sehat dan kencang. Selain itu, sistem kekebalan tubuh juga akan meningkat karena sel-sel kita diperbarui, dan hormon melatonin yang membantu memperkuat sistem imun biasanya bekerja paling efektif saat malam, saat gelap dan kita sedang terlelap.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Tanda Bahwa Anda Kurang Tidur

    Mengantuk bukan satu-satunya tanda kurang tidur. Tubuh Anda juga terkadang menunjukkan gejala lain yang mengisyaratkan Anda perlu tidur lebih lama.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

    Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

    Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

    Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    apa itu intuisi

    Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    bra kawat

    Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    makanan untuk yang kurang tidur

    Berbagai Makanan yang Perlu Dikonsumsi Jika Anda Kurang Tidur

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    eksim kering dan eksim basah

    Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit