Berkenalan Dengan Spesialis Hematologi, Dokter yang Menangani Masalah Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2018 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Apabila Anda memiliki gangguan kesehatan yang berkaitan dengan darah, maka berkonsultasi ke dokter hematologi adalah solusi terbaik. Namun, penting untuk dipahami bahwa tak semua orang dengan kelainan darah harus konsultasi ke ahli hematologi. Lantas, siapa saja yang perlu berkonsultasi ke ahli hematologi?

Memang, apa itu hematologi?

mendeteksi kanker

Hematologi adalah istilah yang berakar dari bahasa Yunani, yaitu haima dan logos. Haima artinya darah, sementara logos adalah belajar atau pengetahuan. Jadi, hematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang darah beserta komponen darah berikut segala permasalahannya.

Dokter yang memfokuskan diri pada cabang ilmu ini disebut sebagai dokter spesialis hematologi atau hematolog. Dalam dunia medis, hematologi memegang peranan penting dalam setiap proses diagnosis hingga rencana pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien. 

Seorang hematolog berperan untuk mendiagnosis, mengobati, dan mencegah berbagai penyakit yang berhubungan dengan darah. Hal ini termasuk penyakit kanker dan non-kanker yang memengaruhi komponen darah (sel darah putih, sel darah merah, trombosit) dan/atau organ yang memproduksi darah (seperti sumsum tulang, kelenjar getah bening, dan limpa).

Beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter spesialis hematologi adalah:

  • Gangguan perdarahan seperti hemofilia
  • Kanker darah seperti leukemia atau limfoma
  • Gangguan darah yang disebabkan karena genetik seperti anemia sel sabit atau purpura
  • Gangguan obstruktif seperti trombosis vena dalam dan tromboemboli arteri
  • Gangguan autoimun seperti rheumatoid vaskulitis atau thalassemia
  • Infeksi darah sistemik seperti sepsis atau syok septik

Selain yang sudah disebutkan di atas, seorang hematolog juga biasanya dilibatkan dalam semua kondisi yang membutuhkan transplantasi sumsum tulang atau sel induk.

Bedanya hematolog vs onkolog

Banyak orang yang mengira bahwa hematolog sama dengan onkolog, yaitu dokter spesialis yang memfokuskan diri pada kanker. 

Dalam beberapa kasus, dokter spesialis onkologi dan spesialis hematologi memang dapat bekerja sama untuk membantu mendiagnosis dan menentukan pengobatan yang tepat bagi pasien kanker darah. Keduanya juga dapat saling berkoordinasi dengan dokter spesialis lain, seperti radiologi, bedah, genetika, atau rheumatologist, untuk pemeriksaan terkait kanker darah.

Meski begitu, kedua spesialis ini sejatinya memiliki tanggung jawab untuk mendiagnosis dan menangani lingkup penyakit yang berbeda.

Jadi jika Anda dirujuk oleh dokter umum atau dokter spesialis lain ke ahli hematologi, bukan berarti Anda pasti menderita kanker. Anda mungkin dicurigai memiliki kondisi tertentu yang berkaitan dengan gangguan darah.

Berbagai pemeriksaan hematologi yang perlu Anda ketahui

tes darah deteksi kesehatan jantung

Pemeriksaan hematologi berperan penting untuk mengamati kondisi kesehatan seorang pasien secara menyeluruh. Ada banyak jenis pemeriksaan hematologi yang bisa dilakukan oleh dokter.

Salah satu yang paling umum adalah tes hitung darah lengkap (complete blood count test/CBC). Tes ini menganalisis tiga komponen utama darah yaitu sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit. Selain jadi bagian dari medical checkup rutin, tes ini juga bisa dilakukan dokter untuk mendiagnosis anemia, peradangan, infeksi, atau bahkan mendeteksi kanker. Tes darah lengkao juga bisa digunakan untuk melihat kondisi Anda sebelum donor darah atau transfusi darah.

Seorang ahli hematologi mungkin juga akan menyarankan pasiennya untuk melakukan tes Prothrombin Time (PT), Partial Thromboplastin Time (PTT), serta International Normalized Ratio (INR). Ketiga jenis tes tersebut biasanya dilakukan dokter untuk menganalisis gangguan pembekuan darah dan memantau pengobatan yang sudah dilakukan pasien, terutama pengobatan yang memengaruhi sel darah dalam tubuh. 

Biopsi sumsum tulang belakang juga merupakan tes umum yang sering dilakukan oleh ahli hematologi. Pemeriksaan ini mengharuskan dokter untuk mengambil sampel sel dari sumsum tulang belakang guna menentukan jenis penyakit yang dialami pasien.

Kapan harus ke hematolog?

pergi ke dokter kandungan

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan darah. Selain karena penyakit, seseorang juga bisa mengalami gangguan darah karena efek samping obat-obatan, kekurangan nutrisi tertentu, hingga riwayat genetik. Nah, cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda termasuk orang yang memiliki gangguan darah atau tidak adalah dengan konsultasi ke dokter spesialis hematologi.

Namun, sebelum akhirnya seseorang dianjurkan berkonsultasi ke hematolog, ada beberapa tahap pemeriksaan yang harus dijalani. Pada tahap awal, seorang pasien akan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan di dokter umum. Jika di tahap ini dokter umum menemukan beberapa gejala menjurus kelainan darah yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, dokter umum akan merujuk pasien ke dokter spesialis hematologi. Hal serupa pun bisa terjadi bila Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis lainnya.

Nantinya, dokter spesialis hematologi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memantapkan diagnosis awal yang dibuat oleh dokter umum ataupun dokter spesialis. Untuk memastikan diagnosis, seorang hematolog biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium seperti tes darah. Jika diperlukan, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang lainnya.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh ahli hematologi dapat memberikan informasi tambahan pada dokter umum atau dokter spesialis yang memberikan rujukan ke dokter hematologi.

Persiapan sebelum ke hematolog

ciri-ciri diabetes

Sama halnya ketika ingin melakukan konsultasi ke dokter spesialis lainnya, penting bagi Anda untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait dokter hematologi yang akan Anda pilih.

Anda bisa memulainya dengan mencari informasi dari dokter langganan Anda, di website rumah sakit kepercayaan, membaca testimoni para pasien dari forum-forum di internet, atau bahkan menggali info dari suster atau karyawan di rumah sakit tempat dokter tersebut praktik.

Selain itu, pertimbangkan juga untuk mencari second opinion, alias pendapat kedua dari keluarga, kerabat, teman, yang mungkin pernah atau sedang berkonsultasi ke dokter spesialis ini. 

Nah, setelah Anda sudah menentukan dokter mana yang akan dipilih, buatlah janji untuk datang konsultasi terlebih dahulu. Bawa catatan rekam medis Anda dan sertakan juga dokumen rujukan dari dokter umum atau dokter spesialis lainnya jika memang diperlukan.

Saat berkonsultasi, tanyakan semua hal yang memang Anda ingin ditanyakan, mulai dari kondisi kesehatan, perkembangan penyakit, hingga pilihan pengobatan yang mungkin akan Anda terima. Seorang dokter profesional yang berpengalaman akan bisa menjelaskan dengan baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . 5 menit baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . 6 menit baca

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Penderita anemia G6PD perlu menghindari beberapa pantangan. Pasalnya, sel-sel darah merah yang kekurangan G6PD sangat rentan mengalami kerusakan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/05/2020 . 4 menit baca

Hal yang Perlu Diperhatikan Pasien Anemia Saat Puasa Ramadan

Bagi sebagian besar pasien anemia puasa Ramadan bukan hal yang berbahaya namun ada hal-hal yang harus diperhatikan sebelumnya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020 . 3 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

anemia rash

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 4 menit baca
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 menit baca
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 5 menit baca