Jika Sakit Jantung, Sebaiknya Periksa ke Dokter Apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian yang paling umum. Penyakit ini bahkan disebut sebagai silent killer karena dapat menyebabkan kematian tanpa diawali gejala. Lantas, sudahkah Anda tahu dengan pasti dokter mana yang harus Anda tuju jika punya keluhan pada jantung?

Dokter yang menangani masalah jantung

Jantung merupakan bagian dari sistem kardiovaskular. Sistem ini terdiri atas jantung, pembuluh darah, serta berbagai komponen dalam darah. Penyakit yang menyerang komponen-komponen ini disebut sebagai penyakit kardiovaskular.

Dokter yang menangani penyakit kardiovaskular disebut dokter spesialis kardiologi, atau disebut pula sebagai dokter spesialis jantung. Dokter ini ditandai dengan gelar Sp.JP yang berarti spesialis jantung dan pembuluh darah.

Mereka adalah dokter umum yang kemudian melanjutkan pendidikan spesialisnya dalam bidang kardiologi.

Tugas dokter spesialis jantung adalah memeriksa, mendiagnosis, serta menentukan pengobatan terhadap penyakit seperti:

  • Angina, atau nyeri dada akibat kurangnya pasokan darah ke jantung
  • Aritmia, atau detak jantung tidak teratur (terlalu cepat atau lambat)
  • Aterosklerosis, yakni penumpukan plak pada pembuluh darah
  • Fibrilasi atrium, yaitu irama jantung yang tidak normal karena ruang bagian atas jantung berdenyut secara tidak teratur
  • Gagal jantung
  • Serangan jantung
  • Penyakit katup jantung
  • Penyakit jantung bawaan
  • Penyakit jantung koroner
  • Penyakit jantung kongestif, atau kegagalan jantung untuk memompa pasokan darah
  • Kolesterol dan tekanan darah tinggi

Anda tidak harus mengalami gejala penyakit jantung untuk bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kardiologi. Konsultasi justru penting terlebih jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga, merokok, atau sedang menjalani program olahraga tertentu.

Pemeriksaan yang dilakukan dokter spesialis jantung

detak jantung tidak normal

Walaupun sudah memahami harus berobat ke dokter apa saat mengalami sakit jantung, penyakit ini tidak sesederhana yang Anda bayangkan.

Ada berbagai macam penyakit jantung dengan penyebab dan penanganan yang berbeda. Maka dari itu, diperlukan serangkaian pemeriksaan agar dokter dapat menentukan diagnosis.

Pertama-tama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bertanya mengenai riwayat penyakit dalam keluarga. Hasil penilaian tersebut menentukan jenis pemeriksaan apa yang harus Anda jalani.

Pemeriksaan yang umum digunakan untuk mendiagnosis penyakit jantung antara lain:

  • Elektrokardiografi¬†(EKG). Cara ini memungkinkan dokter untuk mendeteksi denyut jantung yang tidak teratur serta kelainan pada struktur jantung.
  • Ekokardiogram. Melalui bantuan ultrasound, dokter spesialis dapat melihat struktur dan mendeteksi fungsi jantung dengan jelas.
  • Kateter jantung. Dokter akan memasukkan sebuah tabung pendek ke dalam pembuluh darah lengan atau pangkal paha. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat aliran darah yang melalui jantung dan pembuluh darah.
  • CT scan. Selama pemeriksaan, Anda akan berbaring di dalam sebuah mesin khusus berbentuk lingkaran. Mesin tersebut kemudian memancarkan sinar-X sehingga dokter bisa memperoleh gambaran kondisi jantung.
  • Holter monitoring. Monitor Holter berfungsi seperti EKG, hanya saja ukurannya lebih kecil dan bisa dilepas-pasang. Alat ini dapat merekam aktivitas jantung selama 24-72 jam.
  • Magnetic resonance imaging (MRI). Pemeriksaan ini hampir mirip dengan CT scan. Namun, alat yang digunakan memancarkan medan magnet, bukan sinar-X. Tujuannya sama-sama untuk mendapatkan gambaran kondisi jantung dengan lebih detail.

Kini Anda sudah memahami harus periksa ke dokter apa jika mengalami sakit jantung dan bagaimana dokter mendiagnosisnya. Namun, prosesnya belum berhenti sampai di situ.

Setelah mengetahui jenis penyakit jantung yang Anda derita, dokter spesialis baru bisa menentukan penanganan yang tepat. Penanganan terhadap penyakit jantung melibatkan pengobatan, perbaikan gaya hidup, serta operasi.

Sebagian besar penyakit jantung bisa diatasi dengan kombinasi obat, aktivitas fisik, dan pola makan yang sehat. Jika cara tersebut tidak berhasil, operasi khusus mungkin diperlukan guna mengatasi penyakit dari akarnya.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca