Efek Global Warming Bagi Kesehatan Kita

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/02/2019
Bagikan sekarang

Pernah mendengar tentang pemanasan global alias global warming? Masalah ini tampaknya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat sejak ramai dibicarakan beberapa tahun belakangan. Mengingat begitu hebohnya masalah yang menghantui dunia karena global warming ini, sebenarnya apa dampak pemanasan global terhadap kesehatan tubuh?

Global warming meningkatkan efek radiasi sinar matahari

Pemanasan global adalah masalah perubahan iklim yang kerap dikaitkan dengan naiknya suhu bumi. Kenaikan suhu inti bumi membuat lapisan ozon yang menyelimuti bumi kian hari kian menipis. Alhasil, sadar atau tidak hal ini yang kemudian berpengaruh pada perubahan cuaca, udara, sumber air, dan lain sebagainya.

Seperti mungkin sudah Anda ketahui, sinar matahari masuk menembus ke bumi melalui lapisan ozon. Normalnya, lapisan ini bertindak sebagai penyaring yang mampu meredam besarnya energi radioaktif yang dipancarkan oleh gelombang sinar ultraviolet matahari tersebut.

Sebab sebesar 99% sinar matahari memang mampu ditahan oleh lapisan ozon. Dengan kata lain, hanya 1% saja pancaran sinar matahari yang mencapai bumi. Penyaringan sinar ultraviolet matahari oleh lapisan ozon ini sangat dibutuhkan bagi kesehatan manusia dan kelangsungan kehidupan di bumi.

Sinar UV matahari sebetulnya sangat bermanfaat untuk memberikan panas, membunuh bakteri, merangsang produksi vitamin D pada tubuh, serta membantu meningkatkan mood.

Meski begitu, sinar ultraviolet dalam kadar berlebih justru dapat merangsang produksi radikal bebas di dalam tubuh sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit. Misalnya kanker kulit.

Selain itu, paparan sinar matahari yang berlebih pun dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak pada mata sekaligus iritasi kulit. Itu sebabnya, dampak pemanasan global ini akan meningkatkan jumlah radiasi sinar ultraviolet yang masuk ke bumi.

Tentunya dampak pemanasan global ini sangatlah mengkhawatirkan terutama bagi orang yang sering beraktivitas di luar rumah dan terpapar sinar matahari langsung.

Apa saja dampak pemanasan global pada kesehatan?

global warming pengaruhi kesehatan

Tidak bisa dianggap sepele, ada berbagai dampak pemanasan global yang mengintai kesehatan setiap individu di dunia.

1. Kondisi ekstrem

Jika Anda sadari, peristiwa ekstrem atau bencana alam yang beberapa tahun belakangan ini sering terjadi salah satunya merupakan dampak pemanasan global. Mulai dari banjir besar, badai, suhu bumi yang semakin panas, hingga mencairnya es di kutub, dengan korban jiwa yang tidak sedikit.

Ambil contoh, dilansir dari Live Science, sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Geophysical Research-Atmospheres tahun 2007, mengungkapkan bahwa beberapa daerah Eropa pernah mengalami gelombang panas yang meningkat dua kali lipat dari 100 tahun lalu.

Beberapa wilayah yang dilanda gelombang panas tersebut, memakan korban jiwa hingga sekitar 70.000 orang.

2. Kekeringan

Kondisi kekeringan atau degradasi tanah di suatu daerah biasanya disebabkan oleh perubahan iklim dan penyalahgunaan tanah atau laham. Dengan kata lain, aktivitas manusialah yang menjadi salah satu penyebab lahan mengering sehingga kemudian rusak.

Ketika suatu lahan tanah mengalami degradasi, otomatis tanah tersebut menjadi tidak lagi produktif atau subur untuk digunakan sebagaimana mestinya. Akibatnya, luas lahan yang seharusnya masih dapat digunakan untuk kepentingan manusia, seperti pertanian, bercocok tanam, dan pengairan pun menjadi lebih terbatas.

3. Penyebaran virus penyakit

Peningkatan suhu panas dan curah hujan, khususnya di Indonesia, merupakan beberapa perubahan yang diakibatkan oleh iklim. Perubahan cuaca yang serba terjadi tiba-tiba inilah dapat menjadi sasaran empuk bagi virus penyebab penyakit untuk tumbuh dan menyebar.

Terutama bagi penyakit yang ditularkan melalui serangga, nyamuk, dan lain sebagainya. Binatang-binatang tersebut akan membawa dan menularkan bibit penyakit dengan dukungan dari perubahan cuaca, seperti panas ke hujan dan sebaliknya.

Terlebih karena banyak dari vektor tersebut yang berdarah dingin, sehingga perubahan suhu lingkungan justru mendukung perkembangan dan penyebaran penyakit.

4. Muncul penyakit terkait panas

Pemanasan global berisiko menimbulkan penyakit yang berhubungan dengan panas, seperti heat stroke dan heat exhaustion. Kedua penyakit ini sama-sama terjadi karena Anda terpapar suhu panas, sementara tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk menormalkan kembali suhunya.

5. Gangguan pernapasan

Asma adalah salah satu gangguan pernapasan sebagai dampak pemanasan global. Secara tidak langsung, perubahan suhu di bumi dapat memengaruhi kualitas udara karena memperbanyak kadar polutan.

Menurut World Health Organization (WHO), pemanasan global telah membuat iklim berubah sekitar 0,85 derajat Celcius lebih panas. Peningkatan suhu yang terlalu tinggi ini membuat polusi udara menjadi masalah baru bagi para pengidap asma.

Singkatnya, perubahan iklim lambat laun akan berdampak pada lebih banyaknya produksi debu, serbuk sari, serta polutan lainnya yang bisa menimbulkan reaksi negatif. Entah itu berupa batuk, nyeri dada, iritasi tenggorokan, gejala gangguan pernapasan lainnya, hingga menghambat fungsi normal paru-paru.

Cara mencegah dampak pemanasan global

tanaman pengusir nyamuk

Saat ini sudah banyak digalakkan gerakan Go Green dan pelestarian lingkungan untuk mencegah dampak pemanasan global yang telah membuahkan hasil positif. Walaupun belum sepenuhnya membaik, tapi hal ini dapat menjadi harapan terkait kualitas lingkungan yang lebih baik di masa mendatang.

Demi menjaga bumi tetap dalam kondisi prima, coba lakukan beberapa cara sederhana tapi berefek besar untuk mencegah dampak pemanasan global. Mulai dari lebih membatasi penggunaan kendaraan pribadi, kemudian beralih ke angkutan umum. 

Pasalnya, hal tersebut akan lebih membatasi pencermana lingkungan akibat karbon dioksida dan karbon monoksida. Anda juga bisa meminimalkan penggunaan plastik, sehingga tidak akan menambah jumlah limbah di bumi. Cara ini akan lebih menghemat energi yang dibutuhkan untuk mendaur ulang. Jangan lupa juga untuk lebih peka terhadap lingkungan dengan menanam, merawat, dan menjaga tanaman.

Selain itu, pastikan juga untuk tetap menggunakan sunblock dengan SPF minimal 35, terutama bila Anda sering beraktivitas di luar ruangan. Sebisa mungkin, jauhi diri dari paparan terhadap sinar matahari terutama pada siang hari.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

dr. Lisa Silvani adalah dokter yang memfokuskan praktiknya pada Anti Aging dan Functional Medicine. Kedua keilmuan ini bermanfaat pada pencegahan dan penanganan ...

Artikel dari ahli dr. Lisa Silvani, M.Biomed(AAM)

Efek Global Warming Bagi Kesehatan Kita

Anda mungkin sudah tahu apa dampak pemanasan global bagi lingkungan. Namun, bagaimana dengan efeknya pada kesehatan manusia? Simak di sini, ya!

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
dampak pemanasan global

3 Gerakan Latihan Rutin untuk Memperkuat Daya Ingat

Memori dan daya ingat manusia akan melemah seiring bertambahnya usia. Namun, tiga gerakan ini bisa membantu menjaga daya ingat tetap kuat.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
lompat silang untuk daya ingat

Apa Itu Gangguan Autoimun dan Bagaimana Mencegahnya?

Gangguan autoimun adalah kondisi saat sistem imun tubuh menyerang sel-sel tubuh yang sehat, menyebabkan berbagai penyakit. Bisakah dicegah?

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
penyakit gangguan autoimun
READ MORE FROM dr. Lisa Silvani, M.Biomed(AAM)

Yang juga perlu Anda baca

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Antiseptik mampu memusnahkan atau menghambat perkembangan bakteri pada jaringan hidup. Yuk, baca 5 fungsi antiseptik cair untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Kenapa Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

Penelitian menunjukkan bahwa pukul 14.00 sampai 16.00 adalah waktunya kantuk menyerang saat kita berpuasa. Kenapa sering ngantuk saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020
dr. Lisa Silvani adalah dokter yang memfokuskan praktiknya pada Anti Aging dan Functional Medicine. Kedua keilmuan ini bermanfaat pada pencegahan dan penanganan ...

Direkomendasikan untuk Anda

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020