Beberapa Penyakit yang Ditandai Oleh Bibir Pecah-Pecah

Oleh

Bibir pecah-pecah dapat menyebabkan kulit pada bibir Anda retak, mengelupas, dan berdarah. Semua orang pasti pernah mendapatkan bibir pecah-pecah pada waktu-waktu tertentu. Tapi, tahukah Anda bahwa bibir pecah-pecah juga bisa menunjukkan penyakit atau kondisi tertentu yang mendasari dan yang Anda tidak ketahui? Selain kekurangan vitamin, dehidrasi, dan menggunakan pasta gigi yang salah, ternyata ada beberapa penyebab bibir pecah-pecah lainnya yang jauh lebih serius. Jika pengobatan rumah dan lip balm tidak membantu, maka Anda kemungkinan menderita beberapa penyakit berikut ini.

Penyakit dan kondisi yang menyebabkan bibir pecah-pecah

1. Pellagra

Pellagra disebabkan oleh kekurangan asupan niasin atau vitamin B3. Ia biasanya ditandai dengan diare, kekacauan mental, dan dermatitis. Jika tidak diobati, kondisi ini bisa menyebabkan kematian. Pellagra dapat terjadi akibat tubuh tidak menerima jumlah niasin yang cukup atau memiliki kondisi kronis seperti ulserativa, yang mencegah tubuh Anda mendapatkan niasin. Kondisi ini dapat mempengaruhi bibir, lidah, dan gusi. Kulit Anda akan menebal dan mengeras, sehingga terjadi retak dan perdarahan. Kondisi ini dapat ditangani dengan mengonsumsi niacin oral dan intravena, suplemen vitamin B3 juga dapat Anda konsumsi sebagai pelengkap. Namun pellagra sekunder yang timbul dari kondisi kronis sulit untuk diobati.

2. Angular cheilitis

Ini adalah kondisi peradangan umum yang mempengaruhi sudut-sudut mulut Anda. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa faktor seperti bibir pecah-pecah, perdarahan di bibir, lecet, dan kemerahan. Umumnya, mereka yang memiliki kulit sensitif, orang tua, dan orang yang kekurangan gizi paling berisiko terkena kondisi ini. Menjilati bibir Anda dengan harapan untuk mengembalikan kelembapan hanya akan membuat kondisi lebih buruk, karena air liur Anda cepat menguap pada bibir Anda dan itu akan membuat bibir lebih kering. Anda mungkin perlu menerapkan lip balm atau menggunakan krim topikal anti-jamur.

3. Penyakit Kawasaki

Menurut American Academy of Family Physicians, penyakit Kawasaki terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun, dan dapat menyebabkan kerusakan jantung jika terlambat atau tidak diobati. Penyebab pasti dari kondisi ini masih belum diketahui. Penyakit Kawasaki bisa menyebabkan demam, bibir pecah-pecah, iritasi tenggorokan, pembengkakan leher, dan kemerahan di bagian putih mata. Beberapa anak ada yang tidak memiliki gejala sama sekali. Jika anak Anda mengalami gejala-gejala penyakit ini, ia harus segera ditangani untuk mencegah terjadinya kondisi lain. Untuk pengobatan ini biasanya dokter akan memberikan aspirin dosis tinggi dan obat khusus bernama IVIG.

4. Sindrom iritasi usus (IBS)

Sindrom iritasi usus terdiri dari dua jenis, yaitu penyakit Crohn dan kolitis ulseratif. Kolitis ulseratif adalah jenis IBS yang hanya melibatkan usus besar dan hanya lapisan usus besar yang meradang. Sedangkan penyakit Crohn adalah salah satu jenis utama dari IBS yang mempengaruhi setiap baguan dari saluran usus dari mulut ke anus, dan mempengaruhi seluruh ketebalan dinding usus.

Anda mungkin salah satu dari 40% penderita IBS dengan ekstra-intestinal, terutama jika IBS Anda adalah jenis penyakit Crohn. Para peneliti menemukan bahwa sekitar 11% dari mereka yang memiliki masalah kulit karena IBS menunjukkan gejala seperti kering, pecah-pecah, perdarahan bibir, atau beberapa gangguan kulit lainnya pada wajah. Dalam banyak kasus, bibir pecah-pecah bukanlah tanda masalah penyakit yang serius, namun jika ia disertai dengan tanda-tanda lain, maka Anda harus menyikapinya dengan memeriksakan diri ke dokter.

5. Herpes

Bibir pecah-pecah yang kronis juga merupakan suatu gejala kondisi serius, seperti herpes. Herpes simplex virus-1 dapat menyebabkan luka merah di sekitar mulut dengan disertai kulit kering dan pecah-pecah. Luka dingin sangat menular, sehingga cukup mudah untuk mendapatkan herpes melalui ciuman atau dengan berbagi gelas dengan mereka yang memiliki virus tersebut.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca