Serba-serbi Lip Balm, Bermanfaat Atasi Bibir Kering dan Pecah-pecah

    Serba-serbi Lip Balm, Bermanfaat Atasi Bibir Kering dan Pecah-pecah

    Banyak orang yang merasa bahwa bibir yang kering dan pecah-pecah mengganggu penampilan. Atas alasan inilah mereka menggunakan produk perawatan yang diklaim punya manfaat untuk melembapkan bibir, contohnya lip balm.

    Bagaimana cara kerja lip balm dan adakah efek sampingnya? Berikut jawabannya.

    Manfaat lip balm untuk bibir

    membuat lip balm

    Lip balm adalah produk yang dibuat untuk membantu melembapkan bibir.

    Bahan baku lip balm terdiri atas lilin dari lilin lebah, lilin carnauba, atau bahan yang serupa. Selain itu, ada pula bahan seperti petroleum jelly, shea butter, atau vitamin C dan E.

    Ketika Anda mengoleskan lip balm, bahan lilinnya akan membentuk lapisan pelindung pada permukaan kulit bibir. Zat pelembapnya juga mengunci cairan yang tersisa pada lapisan bibir sehingga menjaganya dari kekeringan.

    Setiap jenis lip balm mengandung bahan tambahan yang berbeda-beda. Tergantung dari bahannya, lip balm bisa memberikan manfaat lain selain melembutkan tekstur bibir.

    1. Membantu pemulihan bibir yang pecah-pecah

    Bibir yang pecah-pecah lebih rentan mengalami robek, luka, dan infeksi.

    Penggunaan lip balm yang rutin dapat mencegah hilangnya kelembapan dari bibir. Dengan begitu, kulit bibir Anda memiliki kesempatan untuk pulih.

    2. Melindungi bibir dari sinar ultraviolet

    Seperti tabir surya, banyak produk lip balm kini mengandung SPF 30 atau lebih.

    Selain melindungi kulit bibir dari kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV), lip balm mengandung SPF juga dapat melindungi bibir dari risiko kering dan pecah-pecah.

    3. Menjaga kesehatan bibir

    Lip balm yang mengandung vitamin memiliki manfaat tersendiri untuk kesehatan bibir. Keduanya menjadi antioksidan yang melindungi bibir dari efek radikal bebas.

    Selain itu, vitamin C pada lip balm juga merangsang produksi kolagen yang penting untuk bibir.

    4. Membuat bibir lebih berisi

    Beberapa produk lip balm juga mengandung asam hialuronat dan dipalmitoyl.

    Kedua bahan tersebut terkenal dengan fungsinya dalam mengurangi kerutan di sekitar tepi bibir serta membantu membuat tampilan bibir lebih tebal dan berisi.

    Efek samping penggunaan lip balm

    mengatasi bibir kering

    Lip balm memang memberikan sejumlah manfaat untuk bibir Anda. Namun, Anda perlu berhati-hati karena penggunaan lip balm bisa berujung pada kebiasaan menjilati bibir.

    Alih-alih melembapkan bibir, menjilat bibir yang dioles lip balm malah menjadi penyebab bibir kering.

    Bila Anda menjilat lip balm, air liur yang menempel pada permukaan bibir mulai menguap dan membawa serta sejumlah minyak alami bibir.

    Makin sering Anda menjilati bibir, makin banyak minyak alami pelindung bibir yang ikut terangkat.

    Tanpa perlindungan minyak alami ini, bibir justru lebih mudah mengering. Akibatnya, Anda jadi kehilangan manfaat lip balm itu sendiri.

    Ada pula bahan dalam lip balm yang berpotensi menyebabkan keracunan bila Anda menjilatnya terlalu sering.

    Para-aminobenzoic acid, misalnya, bisa menimbulkan gejala keracunan seperti diare, mual, muntah, dan sesak napas.

    Satu lagi efek negatif yang menyaingi manfaat lip balm yakni ketergantungan akibat penggunaan yang berlebihan.

    Melissa Piliang, MD, dokter spesialis kulit di Cleveland Clinic, kebiasaan berikut bisa menyebabkan Anda mengalami ketergantungan lip balm.

    • Menggunakannya secara berlebihan atau terlalu sering.
    • Harus membawanya ke mana-mana.
    • Menghabiskan banyak uang untuk membelinya.
    • Memiliki banyak sekali produk lip balm.
    • Menyimpannya di segala tempat.
    • Sulit berkonsentrasi dan fokus bila tidak menggunakan lip balm.

    Tips memilih dan menggunakan lip balm

    lip balm untuk pria

    Lip balm pada dasarnya merupakan produk yang aman dengan banyak manfaat. Kasus keracunan akibat menjilat lip balm pada bibir juga sangat langka.

    Meski begitu, ada baiknya Anda tetap cermat dalam memilih produk ini. Berikut beberapa tips dalam memilih dan menggunakan lip balm.

    • Perhatikan komposisi bahan lip balm. Hindari bahan-bahan yang dapat memicu reaksi alergi pada tubuh Anda.
    • Saat mencoba produk baru, oleskan sedikit pada bibir terlebih dulu untuk melihat apakah ada reaksi alergi.
    • Hindari lip balm mengandung fenol, mentol, dan asam salisilat. Bahan-bahan ini bisa membuat bibir semakin kering dan menimbulkan kesemutan.
    • Jangan gunakan lip balm yang mengandung pewangi atau penambah rasa.
    • Pilihlah produk yang mengandung petroleum jelly (petrolatum) dan SPF 30.
    • Sebisa mungkin, jauhi kebiasaan menjilati bibir.
    • Oleskan setiap beberapa jam sekali, tapi gunakan seperlunya.

    Lip balm merupakan produk dengan manfaat untuk menjaga kesehatan kulit bibir. Gunakan secara teratur untuk membuat bibir tetap lembap.

    Lakukan juga upaya tambahan untuk menjaga kesehatan bibir, seperti scrubbing bibir dan minum air yang cukup.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Can You Be Addicted To Lip Balm?. (2020). Retrieved 3 December 2021, from https://health.clevelandclinic.org/7-signs-your-lip-balm-use-is-just-a-bad-habit/

    5 Tips for Taking Care of Your Lips. (2020). Retrieved 3 December 2021, from https://www.skincancer.org/blog/5-tips-for-your-lips/

    How to prevent and treat dry, chapped lips. (2021). Retrieved 3 December 2021, from https://www.aad.org/news/how-to-prevent-and-treat-dry-chapped-lips

    Lip moisturizer poisoning: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2021). Retrieved 3 December 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/002723.htm

    Vitamin E and Skin Health. (2016). Retrieved 3 December 2021, from https://lpi.oregonstate.edu/mic/health-disease/skin-health/vitamin-E

    Pullar, J., Carr, A., & Vissers, M. (2017). The Roles of Vitamin C in Skin Health. Nutrients, 9(8), 866. doi: 10.3390/nu9080866.

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui Dec 13, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro