Angular Cheilitis (Luka di Sudut Bibir)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda terbangun di pagi hari dan merasakan sudut bibir Anda terasa perih? Bila dilihat, jenis luka di bibir tersebut memiliki bercak merah dan membengkak. Jika ya, ini mungkin tandanya Anda mengalami angular cheilitis.

Apa itu angular cheilitis?

angular cheilitis luka di bibir

Angular cheilitis (perleche atau angular stomatitis) adalah kondisi sudut bibir mengalami peradangan sehingga menimbulkan luka. Ini ditandai dengan pembengkakan dan bercak merah di bagian sudutnya.

Gejala biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari, tapi lambat laun dapat menjadi masalah kronis apabila terjadi dalam waktu yang lama. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa.

Penyebab utama penyakit pada kulit ini adalah infeksi jamur Candida. Jamur ini sering ditemukan di mulut dan dapat menyebar ke sudut bibir.

Terkadang, kemunculannya juga bisa disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Sebenarnya beberapa orang membawa bakteri ini pada tubuhnya, terutama di bagian hidung.

Kehadirannya tidak menimbulkan masalah kesehatan, tapi bila menyebar ke sudut mulut bisa saja menyebabkan angular cheilitis.

Kondisi ini dapat dipicu oleh produksi air liur yang berlebihan. Bila bibir kerap dibasahi oleh air liur, enzim yang terkandung di dalamnya malah akan membuat kulit di sekitar sudut bibir mengering.

Sehingga, kulit menjadi mudah retak dan terluka. Hal ini membuat jamur dan bakteri lebih mudah tumbuh dan berkembang biak, kemudian menimbulkan infeksi.

Selain itu, penyakit ini juga dapat muncul karena kekurangan asupan vitamin B2 (riboflavin).

Apa tanda-tanda kemunculan angular cheilitis?

memperbaiki enamel gigi

Tanda yang paling khas dari penyakit angular cheilitis adalah munculnya luka serupa luka lecet pada salah satu atau kedua sudut bibir. Tanda-tanda lainnya meliputi:

  • bercak terasa gatal, nyeri, dan/atau panas seperti terbakar,
  • kulit di sekitar bibir bersisik atau kering,
  • munculnya bercak yang dapat membengkak dan berdarah.
  • bila diraba, bercak terasa keras, serta
  • keinginan untuk membasahi sudut bibir dengan air liur lebih sering.

Luka di bibir ini tentunya dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Anda jadi lebih kesulitan saat makan, berbicara, atau menggunakan kosmetik. Tak jarang pasien juga mengalami penurunan nafsu makan karenanya.

Siapa saja yang berisiko terhadap kondisi ini?

Seperti yang telah disebutkan, angular cheilitis dapat dipicu dari jumlah air liur yang berlebih. Hal ini mungkin terjadi karena berbagai alasan, seperti:

  • menggunakan kawat gigi,
  • memakai gigi palsu yang tidak pas,
  • kebiasaan sering menjilat bibir,
  • gigi berantakan,
  • kulit kendur di sekitar mulut, bisa jadi akibat penuaan atau berat badan yang naik turun dengan cepat,
  • sering menghisap jempol, terutama anak-anak,
  • merokok, serta
  • kekurangan vitamin B atau zat besi.

Beberapa kondisi medis tertentu juga dapat membuat Anda berisiko tinggi terhadap penyakit ini, seperti:

Bagaimana angular cheilitis didiagnosis?

jerawat di bibir

Mungkin Anda dengan mudah dapat mengetahui bahwa Anda memiliki angular cheilitis dengan memperhatikan kondisi luka pada bibir Anda. Namun untuk memastikannya, lebih baik periksakan kondisi ini kepada dokter.

Melakukan pemeriksaan ke dokter juga sekaligus dapat memastikan bahwa Anda tidak memiliki penyakit lain yang lebih serius. Pasalnya, ada beberapa penyakit yang menunjukkan gejala yang mirip dengan angular cheilitis, yaitu herpes labialis dan lichen planus.

Dokter akan memeriksa mulut dan bibir Anda dengan seksama untuk melihat adanya retakan, bercak merah, bengkak, atau lecet. Kemudian, dokter menanyakan kebiasaan apa yang sering memengaruhi bibir Anda.

Bila perlu, pemeriksaan lanjutan juga dilakukan melalui tes swab yang diusapkan di sudut bibir. Nantinya usapan yang diambil akan diamati untuk melihat jenis bakteri atau jamur apa yang menimbulkan penyakit.

Bagaimana cara mengatasinya?

Sebenarnya, pada kasus yang ringan, angular cheilitis dapat sembuh dengan sendirinya. Anda cukup melakukan beberapa perawatan di rumah seperti:

  • menggunakan lip balm secara teratur untuk mencegah bibir pecah-pecah,
  • menjaga agar area bibir yang luka tetap bersih dan kering untuk mencegah infeksi makin parah,
  • mengoleskan luka lecet tersebut dengan petroleum jelly atau minyak kelapa untuk melembabkan kulit di sekitar bibir, serta
  • memperbanyak asupan cairan dan makan sehat, terutama yang mengandung vitamin B2. Anda bisa mendapatkannya lewat konsumsi ikan, hati sapi dan ayam, telur, atau kacang-kacangan.

Bila ternyata kondisi yang Anda alami membutuhkan penanganan khusus, dokter akan memberikan obat yang disesuaikan dengan penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi jamur, dokter dapat meresepkan krim atau salep antijamur seperti:

Jika disebabkan oleh bakteri, maka dokter akan meresepkan obat antibakteri, seperti:

Mencegah angular cheilitis

Meski sering muncul dengan intensitas ringan dan tidak menimbulkan komplikasi berbahaya, penyakit ini tetap dapat membuat bibir terasa tak nyaman. Untungnya, ada berbagai kebiasaan yang bisa dilakukan untuk mencegahnya yaitu sebagai berikut.

  • Menjaga kebersihan mulut dan gigi, terutama bila menggunakan gigi palsu atau kawat gigi.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang mengandung vitamin B dan zat besi.
  • Berhenti merokok.
  • Menjaga kadar glukosa dalam darah dan konsumsi insulin dengan benar.
  • Bagi penderita asma, biasakan untuk membilas mulut secara teratur dengan air setelah menggunakan inhaler steroid.

Bila Anda masih memiliki pertanyaan seputar kondisi ini, silakan konsultasikan kepada dokter Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Sering mencium bau kentang atau bau busuk padahal tidak ada wujudnya? Tenang, ini bukan pertanda mistis, kok! Bisa jadi Anda mengalami hal ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Memanjangkan kuku seringkali menjadi pilihan bagi kaum hawa untuk mempercantik diri. Namun, kuku yang panjang ternyata memiliki segelintir risiko.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Kenapa perokok lebih gampang sakit? Merokok ternyata memiliki dampak berbahaya terhadap daya tahan tubuh. Lalu apa yang bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mencium bau badan

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyakit kuku dan masalah pada kuku

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit