home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Angular Cheilitis (Luka di Sudut Bibir)

Angular Cheilitis (Luka di Sudut Bibir)

Pernahkah Anda terbangun di pagi hari dan merasakan sudut bibir Anda terasa perih? Bila dilihat, jenis luka di bibir tersebut memiliki bercak merah dan membengkak. Jika ya, ini mungkin tandanya Anda mengalami angular cheilitis.

Apa itu angular cheilitis?

angular cheilitis luka di bibir

Angular cheilitis (perleche atau angular stomatitis) adalah kondisi sudut bibir mengalami peradangan sehingga menimbulkan luka. Ini ditandai dengan pembengkakan dan bercak merah di bagian sudutnya.

Gejala biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari, tapi lambat laun dapat menjadi masalah kronis apabila terjadi dalam waktu yang lama. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa.

Penyebab utama penyakit pada kulit ini adalah infeksi jamur Candida. Jamur ini sering ditemukan di mulut dan dapat menyebar ke sudut bibir.

Terkadang, kemunculannya juga bisa disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Sebenarnya beberapa orang membawa bakteri ini pada tubuhnya, terutama di bagian hidung.

Kehadirannya tidak menimbulkan masalah kesehatan, tapi bila menyebar ke sudut mulut bisa saja menyebabkan angular cheilitis.

Kondisi ini dapat dipicu oleh produksi air liur yang berlebihan. Bila bibir kerap dibasahi oleh air liur, enzim yang terkandung di dalamnya malah akan membuat kulit di sekitar sudut bibir mengering.

Sehingga, kulit menjadi mudah retak dan terluka. Hal ini membuat jamur dan bakteri lebih mudah tumbuh dan berkembang biak, kemudian menimbulkan infeksi.

Selain itu, penyakit ini juga dapat muncul karena kekurangan asupan vitamin B2 (riboflavin).

Apa tanda-tanda kemunculan angular cheilitis?

memperbaiki enamel gigi

Tanda yang paling khas dari penyakit angular cheilitis adalah munculnya luka serupa luka lecet pada salah satu atau kedua sudut bibir. Tanda-tanda lainnya meliputi:

  • bercak terasa gatal, nyeri, dan/atau panas seperti terbakar,
  • kulit di sekitar bibir bersisik atau kering,
  • munculnya bercak yang dapat membengkak dan berdarah.
  • bila diraba, bercak terasa keras, serta
  • keinginan untuk membasahi sudut bibir dengan air liur lebih sering.

Luka di bibir ini tentunya dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Anda jadi lebih kesulitan saat makan, berbicara, atau menggunakan kosmetik. Tak jarang pasien juga mengalami penurunan nafsu makan karenanya.

Siapa saja yang berisiko terhadap kondisi ini?

Seperti yang telah disebutkan, angular cheilitis dapat dipicu dari jumlah air liur yang berlebih. Hal ini mungkin terjadi karena berbagai alasan, seperti:

  • menggunakan kawat gigi,
  • memakai gigi palsu yang tidak pas,
  • kebiasaan sering menjilat bibir,
  • gigi berantakan,
  • kulit kendur di sekitar mulut, bisa jadi akibat penuaan atau berat badan yang naik turun dengan cepat,
  • sering menghisap jempol, terutama anak-anak,
  • merokok, serta
  • kekurangan vitamin B atau zat besi.

Beberapa kondisi medis tertentu juga dapat membuat Anda berisiko tinggi terhadap penyakit ini, seperti:

Bagaimana angular cheilitis didiagnosis?

jerawat di bibir

Mungkin Anda dengan mudah dapat mengetahui bahwa Anda memiliki angular cheilitis dengan memperhatikan kondisi luka pada bibir Anda. Namun untuk memastikannya, lebih baik periksakan kondisi ini kepada dokter.

Melakukan pemeriksaan ke dokter juga sekaligus dapat memastikan bahwa Anda tidak memiliki penyakit lain yang lebih serius. Pasalnya, ada beberapa penyakit yang menunjukkan gejala yang mirip dengan angular cheilitis, yaitu herpes labialis dan lichen planus.

Dokter akan memeriksa mulut dan bibir Anda dengan seksama untuk melihat adanya retakan, bercak merah, bengkak, atau lecet. Kemudian, dokter menanyakan kebiasaan apa yang sering memengaruhi bibir Anda.

Bila perlu, pemeriksaan lanjutan juga dilakukan melalui tes swab yang diusapkan di sudut bibir. Nantinya usapan yang diambil akan diamati untuk melihat jenis bakteri atau jamur apa yang menimbulkan penyakit.

Bagaimana cara mengatasinya?

Sebenarnya, pada kasus yang ringan, angular cheilitis dapat sembuh dengan sendirinya. Anda cukup melakukan beberapa perawatan di rumah seperti:

  • menggunakan lip balm secara teratur untuk mencegah bibir pecah-pecah,
  • menjaga agar area bibir yang luka tetap bersih dan kering untuk mencegah infeksi makin parah,
  • mengoleskan luka lecet tersebut dengan petroleum jelly atau minyak kelapa untuk melembabkan kulit di sekitar bibir, serta
  • memperbanyak asupan cairan dan makan sehat, terutama yang mengandung vitamin B2. Anda bisa mendapatkannya lewat konsumsi ikan, hati sapi dan ayam, telur, atau kacang-kacangan.

Bila ternyata kondisi yang Anda alami membutuhkan penanganan khusus, dokter akan memberikan obat yang disesuaikan dengan penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi jamur, dokter dapat meresepkan krim atau salep antijamur seperti:

Jika disebabkan oleh bakteri, maka dokter akan meresepkan obat antibakteri, seperti:

Mencegah angular cheilitis

Meski sering muncul dengan intensitas ringan dan tidak menimbulkan komplikasi berbahaya, penyakit ini tetap dapat membuat bibir terasa tak nyaman. Untungnya, ada berbagai kebiasaan yang bisa dilakukan untuk mencegahnya yaitu sebagai berikut.

  • Menjaga kebersihan mulut dan gigi, terutama bila menggunakan gigi palsu atau kawat gigi.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang mengandung vitamin B dan zat besi.
  • Berhenti merokok.
  • Menjaga kadar glukosa dalam darah dan konsumsi insulin dengan benar.
  • Bagi penderita asma, biasakan untuk membilas mulut secara teratur dengan air setelah menggunakan inhaler steroid.

Bila Anda masih memiliki pertanyaan seputar kondisi ini, silakan konsultasikan kepada dokter Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Angular Cheilitis. (n.d.). American Osteopathic Collefe of Dermatology (AOCD). Retrieved 2 November 2020, from https://www.aocd.org/page/AngularCheilitis

Angular Cheilitis. (2010). DermNet NZ. Retrieved 2 November 2020, from https://dermnetnz.org/topics/angular-cheilitis/

Angular Cheilitis. (2018). Sheffield Teaching Hospitals NHS Foundation Trust. Retrieved 2 November 2020, from https://publicdocuments.sth.nhs.uk/pil2642.pdf

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 26/12/2020
x