Berbagai Penyebab GERD dan Pemicu Lainnya yang Mesti Diwaspadai

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Normalnya, asam lambung terkadang bisa naik kembali ke kerongkongan tapi dalam frekuensi yang relatif jarang. Ketika kenaikan asam lambung ini terjadi sebanyak dua kali dalam seminggu, bisa dibilang Anda telah mengalami GERD. Namun sebenarnya, apa yang menjadi penyebab penyakit GERD itu sendiri?

Apa penyebab penyakit GERD?

penyebab dada terasa sesak

Gastroesophageal reflux disease atau yang lebih umum disingkat dengan GERD adalah suatu kondisi yang ditandai dengan naiknya asam lambung ke kerongkongan (esofagus).

Dalam kondisi normal, sfringter (katup) pada kerongkongan bagian bawah, berfungsi sebagai jalan masuknya makanan dari mulut menuju ke sistem pencernaan. Sfringter esofagus (kerongkongan) dilengkapi oleh otot-otot yang akan terbuka secara otomatis ketika Anda menelan makanan, dan kembali menutup setelahnya.

Namun pada kasus GERD, otot pada sfringter esofagus ini lemah hingga tidak bisa menutup dengan sempurna. Maka itu, asam lambung bisa naik ke kerongkongan dan menjadi penyebab GERD.

Ketika asam lambung naik ke arah kerongkongan, umumnya akan timbul gejala seperti nyeri dan sensasi panas di dada yang disebut sebagai heartburn. Sebenarnya, tergantung dari frekuensi terjadinya heartburn. Akan tetapi, kenaikan asam lambung yang terbilang sering bisa membuat menimbulkan iritasi lapisan kerongkongan.

Alhasil, lapisan kerongkongan pun meradang atau terluka. Meski kebanyakan orang yang mengalami GERD mengalami peradangan pada lapisan kerongkongan, tapi ternyata tidak selalu.

Melansir dari laman International Foundation for Gastrointestinal Disorders, GERD juga bisa hadir tanpa merusak saluran kerongkongan. Sekali pun mengalami iritasi atau luka, biasanya tingkat keparahan GERD dan peradangan pada kerongkongan tergantung pada beberapa hal.

Mulai dari frekuensi atau seberapa sering terjadinya kenaikan asam lambung, lama waktu asam lambung berada di kerongkonga, hingga jumlah asam tersebut. Jadi singkatnya, penyebab GERD yakni ketika otot sfringter di bagian bawah kerongkongan melemah dan terbuka, ketika seharusnya tertutup.

Sebenarnya bukan hanya itu saja. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, menyebutkan beberapa hal yang bisa turut menjadi penyebab GERD.

Berikut kondisi dan kebiasaan yang tanpa sadar membuat otot-otot sfringter pada esofagus melemah, meliputi:

1. Minum obat-obatan

minum obat melebihi dosis

Jenis obat-obatan tertentu seperti aspirin, Motrin atau Advil (ibuprofen), dan Aleve (naproxen), bisa menimbulkan efek samping tersendiri. Misalnya menimbulkan gangguan pada gastrointestinal atau saluran pencernaan, termasuk masalah pada tukak lambung dan iritasi kerongkongan.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, jenis obat-obatan nonsteroid anti-inflamasi (NSAID) lainnya juga dapat semakin melemahkan otot sfringter kerongkongan. Berbagai obat-obatan lainnya yang dipercaya bisa melemahkan otot pada katup kerongkongan sehingga menjadi penyebab GERD, meliputi:

  • Obat untuk penyakit asma
  • Obat calcium channel blockers untuk mengobati tekanan darah tinggi
  • Obat antihistamin untuk mengatasi gejala alergi
  • Obat penenang
  • Obat antidepresan

Jika Anda sudah mengalami GERD, jenis obat-obatan tersebut berisiko meningkatkan keparahan gejalanya. Sementara bagi Anda yang tidak memiliki GERD, konsumsi obat-obatan tersebut dalam jangka panjang berisiko mengembangkan gejalanya.

Maka itu, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat. Atau, konsultasikan juga ketika merasakan suatu gejala saat sedang rutin minum obat tertentu.

2. Merokok

mual saat merokok

Orang yang memiliki GERD biasanya disarankan untuk tidak merokok, karena dipercaya sebagai salah satu penyebab penyakit ini. Pasalnya, ketika Anda merokok, maka kemampuan otot pada sfringter kerongkongan bagian bawah akan melemah.

Akibatnya, sfringter kerongkongan yang harusnya tertutup, justru terbuka sehingga memudahkan aliran asam lambung yang baik. Inilah yang kemudian menyebabkan rasa nyeri pada dada alias heartburn.

Selain itu, merokok juga bisa mengurangi jumlah produksi air liur, memperlambat waktu pengosongan perut, serta meningkatkan produksi asam lambung. Kesemua hal tersebut nantinya akan semakin memicu kenaikan asam lambung sebagai penyebab GERD.

3. Hiatal hernia

hiatal hernia adalah

Hiatal hernia adalah kondisi yang terjadi ketika perut bagian atas menonjol hingga bersinggungan dengan diafragma. Diafragma adalah otot yang memisahkan antara perut dengan dada, yang mana kerongkongan sebenarnya masuk ke area dada.

Salah satu tugas diagframa yakni mencegah agar asam lambung tidak bisa naik kembali ke kerongkongan. Sedangkan pada hiatal hernia, bagian diafragma tidak menutup sempurna sebagai pemisah antara dada dan perut.

Kondisi ini tentu berpengaruh pada kemampuan otot sfringter kerongkongan untuk membuka dan menutup. Akibatnya, asam lambung pun jadi lebih mudah naik ke kerongkongan karena sfringter terbuka, sehingga menjadi penyebab GERD.

Beragam faktor risiko penyakit GERD

makan makanan pedas

Selain penyebab GERD seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, ada juga berbagai faktor risiko pendukung penyakit ini, yaitu:

Kehamilan

Kehamilan menjadi salah satu faktor risiko GERD karena adanya peningkatan hormon estrogen dan progesteron dapat berpengaruh pada otot-otot sfringter esofagus. Di samping itu, ukuran perut yang semakin membesar akan memberikan tekanan kuat hingga berpengaruh pada naiknya asam lambung.

Asupan makanan harian

Jika gejala GERD terasa sering muncul, coba perhatikan dengan seksama. Sebab bisa jadi, beberapa jenis makanan tdan minuman tertentu bertindak sebagai pemicu kemunculan gejala tersebut.

Berikut berbagai daftar makanan dan minuman yang merupakan faktor risiko GERD:

  • Makanan berminyak, seperti gorengan
  • Cokelat
  • Permen
  • Makanan asin
  • Makanan pedas
  • Saus tomat dan olahan tomat lainnya
  • Minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan cokelat
  • Minuman beralkohol
  • Dll

Faktor risiko GERD lainnya

Di luar dari penyebab serta faktor risiko GERD yang disebutkan di atas, masih ada beberapa hal lain yang bisa menimbulkan GERD. Penting untuk memerhatikan beberapa hal berikut ini bila tidak ingin gejala GERD mudah kambuh:

  • Berat badan obesitas karena memberikan tekanan lebih pada perut
  • Sering makan dalam jumlah terlalu banyak
  • Langsung berbaring atau tidur setelah makan
  • Adanya masalah pada jaringan ikat, contohnya scleroderma

Jika Anda merasa memiliki satu atau lebih dari faktor risiko tersebut, penanganan dan perubahan gaya hidup sedini mungkin bisa membantu mencegah GERD.

Jangan ragu untuk memeriksakan kesehatan Anda ke dokter ketika kenaikan asam lambung sampai membuat Anda susah bernapas, mual, bahkan muntah berwarna kuning atau hijau dan mengandung darah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca