Begini Ciri-ciri Karakter yang Dimiliki Ayah Milenial

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31/05/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Menurut data yang didapatkan oleh Pew Research Center, orang-orang yang termasuk ke dalam golongan milenial adalah mereka yang lahir di tahun 80-an sampai menjelang akhir 90-an. Kini, sebagian dari kaum milenial ada yang sudah berperan sebagai orang tua. Tak hanya ibu milenial, orang-orang juga kerap penasaran seperti apa pola asuh ayah milenial.

Lantas, apa saja karakter yang menonjol dari ayah milenial? Apa yang membuat mereka berbeda dari para ayah di generasi sebelumnya?

Seperti apa karakter ayah milenial?

Mengikuti zaman yang terus berubah, orang tua tentu juga harus menyesuaikan pola asuhnya terhadap anak. Setiap ayah memang memiliki caranya masing-masing dalam membesarkan anak, tapi beberapa hal berikut ini menjadi ciri-ciri yang paling menonjol dan banyak ditemukan pada ayah milenial.

1. Pembagian tugas mengurus anak yang lebih setara

pola asuh orangtua memengaruhi anak

Biasanya, peran ibu dalam tugas domestik seperti mengasuh anak dan pekerjaan rumah lainnya lebih besar daripada ayah. Namun, berbeda halnya dengan ayah milenial. Peran ayah milenial cenderung ingin berkontribusi lebih banyak dalam urusan mengurus kebutuhan anak sehari-hari.

Ayah milenial juga lebih terbuka dengan pembagian tugas rumah tangga yang adil jika dibandingkan dengan ayah pada generasi sebelumnya.

Selain menggantikan popok, jenis pekerjaan rumah yang juga banyak dilakukan oleh ayah milenial adalah menyiapkan makanan. Berdasarkan data dari penelitian di Kanada, terdapat kenaikan presentase dari 29% pada tahun 1986 menjadi 59% pada 2015 dalam soal kontribusi ayah saat menyiapkan makanan untuk anak.

Meski secara keseluruhan ibu masih melakukan lebih banyak tugas, tetapi para ayah milenial juga menunjukkan perubahan yang signifikan. Terbukti mereka menghabiskan waktu 30 menit lebih lama dalam mengurus kebutuhan anak-anak dan rumah tangga dibandingkan generasi sebelumnya.

2. Meningkatnya jumlah house husband

House husband merupakan sebutan untuk para ayah yang tinggal di rumah dan mengerjakan tugas-tugas rutin layaknya ibu rumah tangga.

Menurut data yang diambil oleh Pew Research Center, terdapat peningkatan jumlah house husband menjadi hampir dua kali lipat dari tahun 1989 pada tahun 2012 di Amerika.

Hal ini terjadi karena adanya Resesi Hebat yang menjadi kontributor terbesar pada tingkat pengangguran yang tinggi. Selain itu, penyebab lain seperti kondisi penyakit atau disabilitas juga menjadi faktor utama seorang ayah tak bekerja di luar.

Namun di antara semua alasan itu, ada sebagian ayah yang memilih untuk di rumah karena ingin memiliki banyak waktu bersama anak atau keluarga.

Dari seluruh peserta survei, sebanyak 21% memilih alasan ini. Jumlahnya meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dari data tahun 1989 dengan hanya lima persen yang memilih alasan yang sama.

Terkadang, mereka merasa kesulitan ketika harus menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dan keluarga. Beberapa orang bahkan mengaku bahwa jika saja mereka tak harus bekerja ke kantor, mereka lebih memilih untuk di rumah dan fokus membesarkan anak.

3. Ayah milenial lebih aktif di internet dan media sosial

ayah milenial media sosial

Kaum milenial tentunya tak bisa jauh-jauh dari internet, termasuk mereka yang telah menjadi orang tua. Banyak hal yang dilakukan orang tua di internet, termasuk untuk keperluan tumbuh kembang si kecil.

Salah satu karakter yang menonjol dari milenial adalah keterbukaan mereka terhadap hal-hal yang baru dan berbeda. Pola ini ternyata juga diterapkan saat mereka mendidik anak.

Tak cuma ibu, ayah milenial juga kerap mencari berbagai informasi seputar tips dalam mengasuh si kecil dari berbagai sumber.

Selain itu, ayah milenial juga kerap membagikan momen bersama anak di media sosial. Bahkan menurut survei, sebanyak 81% orang tua milenial setidaknya pernah membagikan foto-foto anak di media sosial.

4. Ayah milenial lebih terbuka pada cara asuh yang berbeda

ayah anak laki-laki bermain bola

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, berkat internet orang tua memiliki sumber yang lebih beragam untuk mencari cara dalam mengasuh anak.

Selain situs yang menyediakan informasi seputar pola asuh, media sosial dan aplikasi pesan kerap dijadikan wadah bagi para orang tua untuk berkumpul dan saling bertukar strategi pola asuh saat berhadapan dengan kebutuhan anak sehari-hari.

Semakin banyak hal yang mereka ketahui, maka semakin banyak pula cara yang bisa dilakukan orang tua tatkala satu strategi saja tak cukup untuk menghadapi situasi tertentu. Ayah dan ibu milenial lebih luwes soal peraturan atau pola asuh yang akan diberikan pada anak.

Mereka menyadari bahwa ada beberapa cara yang tak membuahkan hasil pada anak, begitu pula sebaliknya. Dari sinilah proses untuk menemukan pola asuh yang terbaik akan membuat orang tua ikut belajar dan mengenal anak-anak lebih dekat.

Ingatlah bahwa tak ada cara pasti yang benar dalam membesarkan si kecil. Baik para ayah milenial dan para ayah dari generasi sebelumnya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.

Hal yang terpenting bagi orang tua adalah untuk selalu fokus dan berusaha memberi kasih sayang dan didikan yang dibutuhkan anak bagaimana pun caranya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber