Pengeroposan tulang sering kali kita kenal dengan sebutan osteoporosis, sedangkan pengapuran sendi disebut osteoarthritis (selanjutnya ditulis OA). Osteoporosis ditandai dengan berkurangnya kekuatan tulang akibat penurunan kualitas dan kuantitas tulang. Orang yang memiliki penyakit ini akan lebih rentan mengalami patah tulang. Patah tulang dapat terjadi secara spontan (tiba-tiba), maupun akibat trauma ringan.

Sedangkan osteoarthritis adalah penyakit pada persendian tulang, sehingga menyebabkan tulang mengalami penipisan. OA umunya disebabkan oleh penggunaan tulang yang berlebihan, penuaan, maupun akibat adanya kerusakan pada kartilago. Osteoartritis akan menimbulkan kekakuan, rasa nyeri, dan keterbatasan pada pergerakan.

Apa bedanya osteoporosis dengan osteoarthritis?

Osteoporosis biasanya tidak memiliki gejala tapi bisa terlihat ketika dilakukan pemeriksaan penunjang. Osteoporosis perlu diwaspadai karena sering menyebabkan terjadinya patah tulang akibat kualitas tulang yang menurun. Lokasi yang umumnya sering mengalami patah tulang yaitu panggul, tulang belakang, bahu, dan pergelangan tangan. Pada kasus yang parah, tulang bahkan bisa patah saat sedang bersin atau batuk.

Sedangkan pada OA, biasanya disertai dengan adanya rasa kaku di pagi hari yang berlangsung kurang dari 30 menit. Selain itu, rasa nyeri pada persendian juga akan dipengaruhi oleh aktivitas. Nyeri sendi juga akan bertambah saat melakukan gerakan-gerakan tubuh yang terlalu ekstrem.

Persendian yang biasanya mengalami peradangan yaitu lutut, pinggul, sendi pada jari tangan, serta sendi pada ruas bawah ibu jari tangan. Bagian-bagian tersebut merupakan bagian sendi yang paling sering digunakan. Persendian tersebut akan mengalami pembengkakan, kekakuan, dan keterbatasan pergerakan. Pada kasus OA yang sudah lanjut, mungkin nyeri akan muncul pada saat beristirahat hingga perubahan bentuk tulang.

Apakah kedua kondisi ini disebabkan oleh hal yang sama?

Pengeroposan tulang biasanya disebabkan oleh faktor usia. Semakin lanjut usia seseorang, maka kekuatan tulang juga semakin menurun. Namun, hal ini juga dapat dipicu oleh beberapa hal. Misalnya cedera berulang pada tulang, penurunan kadar estrogen yang terjadi secara drastis (saat wanita sudah mengalami menopause), gangguan metabolisme, hingga adanya trauma pada tulang belakang.

Sedangkan untuk pengapuran sendi, terdapat beberapa faktor pemicunya. Di antaranya adalah faktor usia (berusia 40 tahun ke atas, karena ada efek penuaan terhadap kemampuan otot dan penurunan kemampuan tubuh menyembuhkan kerusakan), berjenis kelamin wanita (wanita yang sudah menopause punya risiko dua kali lebih besar dibanding pria), obesitas, dan trauma pada daerah yang mengalami peradangan.

Jadi, memang ada beberapa faktor risiko osteoporosis dan osteoarthritis yang sama yaitu usia, jenis kelamin, dan cedera. Untuk mengetahui secara pasti diagnosis dan penyebab penyakit yang Anda alami, selalu konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana dengan penanganan osteoporosis dan osteoarthritis?

Bila Anda mengalami osteoporosis, Anda dapat mencoba mengonsumsi obat golongan alendronate, risendronate, dan sebagainya.  Obat-obatan tersebut berkerja dengan mengurangi aktivitas sel yang menghancurkan sel tulang yang sudah tua dan merangsang pertumbuhan sel tulang baru. Obat-obatan ini dapat menurunkan risiko terjadinya patah tulang dan dapat meningkatkan kepadatan tulang.

Bila anda mengalami OA, ada beberapa tips yang dapat Anda terapkan:

  • Berolahraga. Misalnya aerobik, berenang, atau beberapa gerakan latihan yang bertujuan untuk memperkuat daerah otot yang mengalami peradangan. Anda juga dapat mencoba berobat ke fisioterapis untuk melakukan gerakan-gerakan yang melatih kekuatan otot anda.
  • Kendalikan berat badan Anda. Kalau indeks massa tubuh Anda menunjukkan obesitas, kurangi berat badan. Untuk menghitung berapa indeks massa tubuh Anda, cek di kalkulator indeks massa tubuh ini atau di bit.ly/indeksmassatubuh.
  • Minum obat pereda nyeri. Anda dapat mencoba mengonsumsi obat golongan NSAID atau paracetamol untuk meredakan nyeri yang anda rasakan. Anda juga dapat mencoba menggunakan gel antiradang atau gel pereda nyeri.
  • Suntik kortikosteroid. Ini hanya diperlukan apabila nyeri masih terus terjadi dan obat-obatan biasa tidak mempan mengurangi rasa sakit.
  • Hindari beban berlebihan. Jika keluhan terjadi pada lutut Anda, jangan pakai sepatu dengan hak tinggi (high heels) dan jangan mengangkat beban yang terlalu berat.
  • Pakai air hangat. Jika Anda susah tidur akibat nyeri, Anda dapat mencoba mandi air hangat sebelum tidur atau mengompres daerah yang mengalami peradangan dengan air hangat.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca