Umumnya, batuk disebabkan oleh masalah pada saluran pernapasan, seperti flu, asma, atau bronkitis. Namun, bisa juga muncul akibat adanya masalah pada organ tertentu, misalnya jantung. Lantas, apakah batuk terus-menerus bisa jadi gejala gagal jantung? Yuk, cari tahu lebih dalam mengenai hal ini pada ulasan berikut.

Benarkah batuk termasuk gejala gagal jantung?

Batuk adalah respons alami tubuh untuk menyingkirkan zat asing yang mengganggu saluran pernapasan. Setelah zat iritan tersebut hilang, maka batuk akan sembuh.

Namun, beda kasusnya jika batuk yang Anda alami tidak juga membaik. Apalagi jika Anda sudah melakukan pengobatan dan dokter memberitahukan Anda bebas dari asma, bronkitis, atau masalah pernapasan lainnya. Jika sudah seperti ini, kemungkinan besar penyebab batuk yang Anda alami adalah bagian dari gejala gagal jantung.

Miriam Jacob, MD, seorang spesialis gagal jantung dari Cleveland Clinic berpendapat, “Saya telah bertemu pasien yang pertama kali didiagnosis memiliki masalah pernapasan. Seiring waktu, gejalanya tidak juga membaik selama menjalani pengobatan, kemudian diagnosis ditetapkan menjadi gagal jantung.”

Gagal jantung tidak diartikan sebagai jantung berhenti berkerja. Namun, menandakan bahwa jantung mengalami gangguan ketika memompa darah hingga tidak mampu lagi menjalankan fungsi ini dengan benar. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kelainan jantung, seperti penyakit arteri koroner (CAD), hipertensi, kardiomiopati hipertrofik, atau disfungsi diastolik.

Selain kelelahan, sesak napas, edema (pembengkakan di pergelangan kaki), batuk juga menjadi gejala gagal jantung. Bagaimana bisa? Saat jantung tidak memompa darah secara efisien, darah dari paru yang sudah dipompa jantung akan balik lagi ke paru. Akibatnya, paru akan mengalami penyumbatan. Kondisi ini disebut dengan gagal jantung kongestif.

Tersumbatnya paru menyebabkan adanya kebocoran cairan dengan sedikit darah  ke alveoli (kantung udara di paru) dan membuat pernapasan terganggu. Nah, salah satu cara tubuh untuk membersihkan jalan napas tersebut adalah batuk.

cara meredakan batuk karena ppok

Seperti apa sih batuk karena gagal jantung?

Untuk mendapatkan diagnosis tepat gagal jantung, Anda memang perlu melakukan tes fungsi jantung dan evaluasi gejala gagal jantung apa saja yang dialami. Namun, Anda juga bisa mewaspadai batuk yang jadi tanda gagal jantung.

Pada tahap awal, gagal jantung hanya menyebabkan batuk kering yang menjengkelkan. Kemudian, batuk akan mulai menghasilkan lendir berbusa putih. Tanpa perawatan, lendir yang keluar akan bercampur dengan darah sehingga berwarna merah muda.

Selain itu, batuk juga sering kali diikuti rasa sesak di dada atau napas bunyi (mengi). Jika sudah mengalami tahap ini, maka gagal jantung sudah jauh lebih parah sehingga perlu perawatan dokter secepatnya. Jadi, jangan menyepelekan batuk maupun penyakit apa pun yang terjadi pada tubuh Anda supaya tidak berakibat fatal.

Ternyata penyebab batuk bukan hanya bagian dari gejala gagal jantung. Penggunaan obat gagal jantung, seperti inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE) atau ACE inhibitor juga memiliki efek samping batuk. Meski dapat melebarkan arteri sehingga memudahkan jantung untuk memompa darah, penggunaan obat ini sangat dibatasi.

Dokter kemungkinan akan mengalihkan pengobatan dengan angiotensin II receptor blocker (ARB). Obat ini memiliki keuntungan yang sama dengan inhibitor ACE, tapi jarang menyebabkan batuk.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca