Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Di manapun Anda tinggal, debu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari Anda. Di alam, debu terbentuk dari erosi alami tanah, pasir, dan batu. Makhluk hidup di alam bebas juga berkontribusi pada debu di udara: serbuk sari, organisme mikroskopis, partikel tumbuhan juga merupakan bagian dari debu di lingkungan. Di daerah perkotaan, aktivitas industri, berkebun, kendaraan bermotor, dll, adalah penyabab utama debu.

Tentunya Anda pernah bertanya-tanya, apa yang akan terjadi kalau kita sering bernapas menghirup debu?

Jenis-jenis partikel debu yang perlu Anda tahu

Karena berasal dari banyak sumber, ada banyak jenis debu. Partikel debu ada yang bisa terlihat, ada juga yang tidak terlihat. Semakin kecil partikel debu tersebut, semakin kecil kemungkinan Anda bisa melihatnya. Partikel debu yang kecil bisa berada lebih lama di udara dan menempuh jarak yang lebih jauh.

Partikel debu yang lebih besar yang bisa Anda lihat adalah yang menumpuk di permukaan mobil atau perabotan setelah jangka waktu tertentu. Tubuh melindungi diri dari partikel ini dengan memerangkapnya di hidung dan mulut saat Anda bernapas. Bahkan, meskipun secara tidak sengaja Anda menelannya, partikel ini cukup tidak berbahaya dan bisa dengan mudah dibuang melalui napas.

Partikel debu yang lebih kecil atau halus justru lebih berbahaya. Partikel ini akan menembus dalam ke paru-paru, dan bahkan partikel debu yang lebih kecil dan sangat halus bisa diserap secara langsung ke dalam aliran darah.

Apa bahaya debu untuk kesehatan?

Seperti yang disebutkan di atas, semakin kecil debu tersebut, semakin berbahaya bagi kesehatan. Faktor lain yang harus dipertimbangkan adalah jumlah debu di udara dan berapa lama Anda telah terpapar debu tersebut.

Partikel debu yang cukup kecil untuk dihirup dapat menyebabkan:

Bagi penderita gangguan pernapasan, seperti asma, penyakit pernapasan obstruktif kronis (PPOK) atau emfisema, sejumlah kecil debu bisa memblokir pernapasan dan membuat gejala mereka memburuk.

Meskipun tidak ada studi yang membuktikan bahwa debu bisa menyebabkan asma, banyak orang dengan kondisi ini melaporkan bahwa menghirup sejumlah besar debu mengurangi fungsi paru mereka dari waktu ke waktu dan berkontribusi pada gangguan seperti bronkitis kronis dan gangguan jantung dan paru.

Apa itu asma?

Ada banyak pemicu asma: asap, alergen, dan olahraga.

  • Asma adalah penyakit paru kronis dimana saluran napas mengalami peradangan.
  • Peradangan membuat saluran napas menjadi lebih sensitif terhadap debu, asap, bulu binatang dan udara dingin.
  • Ketika paru-paru mengalami kontak dengan pemicu ini, terjadilah serangan asma, yang membuat saluran napas menyempit dan membengkak. Lendir diproduksi dan bisa menyebabkan penyumbatan saluran napas, membuat sulit bernapas.

Pemicu asma

Sejumlah pemicu lainnya juga bisa menyebabkan serangan asma, termasuk:

  • iritan udara, seperti asap (dari rokok atau pembakaran kayu atau rumput) emisi industri, asap knalpot kendaraan, ozon, kabut, atau sulfur dioksida
  • beberapa makanan dan bahan pengawet
  • infeksi pernapasan
  • hiperventilasi (napas berat dan cepat)
  • kondisi emosional yang kuat, seperti stres, kecemasan, depresi, atau ketakutan
  • obat-obatan tertentu, termasuk aspirin dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID)

Bagaimana cara mencegah asma?

  • Hindari daerah tempat orang merokok. Rokok adalah salah satu pemicu paling umum dari asma. Asap rokok, bahkan secondhand smoke dan asap pada pakaian atau perabotan, bisa memicu serangan asma.
  • Hindari pemicu asmaAnda harus menemukan apa yang memicu asma Anda. Tiap orang dapat memiliki pemicu yang berbeda seperti udara dingin, debu, atau serbuk bunga.
  • Kontrol asma Anda. Konsultasikan dengan dokter obat apa yang cocok untuk mengontrol kondisi asma Anda dan kapan Anda perlu menggunakan obat.

Apa itu bronkitis kronis?

Bronkitis adalah kondisi di mana Anda mengalami batuk disertai lendir yang bertahan selama minimal dua bulan. Batuk dan lendir ini dihasilkan ketika tenggorokan dan jalan napas mengalami peradangan akibat infeksi atau iritasi.

Apa penyebab bronkitis kronis?

Bronkitis kronis bersifat paling parah di musim pilek dan flu, saat udara menjadi lebih dingin dan lebih sulit untuk bernapas dengan banyak iritan di udara. Bronkitis kronis biasanya menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas.

  • Merokok adalah salah satu penyebab utama bronkitis kronis.
  • Iritan yang terhirup dari tempat kerja, polusi, atau secondhand smoke adalah penyebab umum lainnya dari bronkitis kronis.
  • Menghirup asap atau debu yang mengiritasi juga bisa menyebabkan bronkitis kronis yang memburuk.

Bagaimana cara mencegah bronkitis kronis?

  • Berhenti merokok.
  • Hindari paparan iritan dan debu. Perlindungan yang tepat di tempat kerja sangatlah penting untuk mencegah paparan.
  • Menghindari paparan yang lama terhadap polusi udara dari kemacetan bisa membantu mencegah bronkitis.
  • Hindari berdekatan dengan orang lain yang Anda tahu sedang terkena pilek atau flu. Anda bisa menggunakan masker.
  • Seringlah mencuci tangan untuk mencegah penyebaran infeksi.

Untuk para tukang kayu yang sering terpapar debu kayu, Anda harus sering melakukan periksa medis dan memasang sistem ventilasi yang baik di tempat kerja, serta memiliki perlengkapan perlindungan disi seperti masker wajah. Pemantauan rutin terhadap paru secara lebih lanjut harus dilakukan untuk mendeteksi dampak negatif pada sistem pernapasan secara dini dan mencegah penyebaran penyakit.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan asam urat dan rematik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
eksim kering dan eksim basah

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
sinusitis kronis

Berbagai Tips Seputar Pencegahan Sinusitis yang Wajib Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit