8 Fakta tentang Buang Air Besar yang Anda Harus Tahu

Oleh

Memang kesannya tidak penting membicarakan soal buang air besar (BAB). Namun, Anda harus melihat bahwa buang air besar juga merupakan sebuah kegiatan yang terkait sebuah reaksi medis. Maka, untuk sebuah hal yang kita lakukan sehari-hari, ini menjadi penting untuk dibahas. Seorang ahli pencernaan (gastroenterologist) mengungkapkan fakta-fakta menarik soal buang air besar, sebagai berikut:

1. Tidak ada aturan “sehari sekali”

“Rata-rata, seseorang pergi buang air besar satu hingga dua kali dalam sehari,” ujar Felice Schnoll-Sussman, M.D., Direktur Jay Monahan Center, sebuah pusat kesehatan pencernaan di New York, Amerika Serikat. “Namun, ada juga yang tidak buang air besar sama sekali dalam sehari, dua, hingga tiga hari,” tambahnya. Baginya, selama bagian perut terasa baik-baik saja dan Anda tidak kesulitan untuk buang air besar, itu berarti tidak ada masalah.

Lalu, apa yang terjadi jika biasanya dalam sehari Anda buang air besar sekali dan kemudian tiba-tiba berubah menjadi tiga atau empat kali dalam sehari? Jangan khawatir dulu. Hal tersebut bisa saja terjadi karena perubahan bahan dan pola makan Anda, dan perubahan seperti itu bisa saja suatu hal baik, misalnya penambahan kadar serat dalam tubuh Anda. Intinya, jika terasa sakit perut berkelanjutan, Anda harus konsultasi pada dokter.

BACA JUGA: 9 Penyebab Buang Air Besar Berdarah

2. Jika terjadwal, itu bagus

Jika pada setiap harinya Anda buang air besar pada jam yang sama, dan Anda merasa dapat mengatur jadwal tersebut, berarti sistem pencernaan Anda berada dalam kondisi yang prima. Jika tidak begitu, perlukah khawatir? Jangan takut dulu. “Pada dasarnya, seseorang makan makanan berat di malam hari. Jadi, ada waktu berjam-jam untuk tubuh kita mencerna,” ujar Schnoll-Sussman. Menurutnya, posisi tidur akan menutup perut Anda jika tidak ada tekanan kotoran, namun saat berdiri kotoran tersebut akan menekan ke bawah. Jadi, buang air besar di pagi hari merupakan hal yang normal.

Waktu umum Anda merasa ingin buang besar adalah saat pulang kerja. Saat Anda melewati rutinitas dan tekanan dalam pekerjaan Anda, secara psikologis Anda sedang beristirahat. “Ini terjadi hanya karena hadirnya waktu istirahat untuk diri Anda, tidak ada hubungannya dengan biologis,” ujar Lisa Ganjhu, seorang ahli osteopathic, profesor Langone Medical Center.

3. Tiba-tiba mulas tidak selalu berarti buruk

Pernahkah Anda merasa saat baru saja selesai makan, Anda langsung merasa ingin buang air besar? Jika itu terjadi pada Anda, itu  bukan berarti sistem pencernaan Anda ‘super-efisien’. Jika kebiasaan seperti itu masih terjadi pada Anda, berarti memang ukuran saluran pencernaan Anda belum berkembang. “Buang air besar tepat setelah makan adalah sama seperti reflek seorang bayi,” ujar Lisa Ganjhu. Untuk sebagian orang, reflek tersebut tak akan pernah berubah, dan itu normal.

BACA JUGA: Menahan Buang Air Besar Bisa Berakibat Fatal

Meskipun terasa tidak enak, Anda tidak perlu khawatir. Anda tidak harus mencari tempat makan di dekat toilet. Schnoll-Sussman menyatakan bahwa selama Anda masih sanggup menahan buang air besar, berarti itu normal. Namun, jika yang terjadi adalah setelah makan tiba-tiba mules dan tidak bisa ditahan, lalu saat keluar berair, mengapung, dan baunya menyengat, berarti Anda sedang dalam masalah.

4. Kopi merangsang buang air besar? Benar!

Ganjhu membenarkan bahwa benar adanya kopi merangsang tubuh kita untuk buang air besar (membuat mulas). Kafein merangsang tubuh Anda, membuat usus Anda berkontraksi dan kemudian mendorong tinja ke rektum. “Bukan hal yang aneh jika orang minum kopi di pagi hari kemudian langsung buang air besar,” ujar Ganjhu.

5. Menstruasi membuat Anda lebih sering buang air besar

Inilah hal-hal yang akan Anda rasakan saat dalam periode datang bulan atau menstruasi: kram, kembung, dan tentunya akan lebih sering ke toilet. Lisa Ganjhu membenarkan hal tersebut, ini terjadi dan terkait dengan hormon. Para ilmuwan menyatakan bahwa dalam periode datang bulan, tubuh para wanita akan melepaskan hormon prostaglandin dan memicu rahim sehingga berkontraksi. Lalu, kontraksi tersebut menular ke organ-organ pencernaan sehingga mulas pun datang.

6. Jongkok lebih baik

Jika Anda pernah kesulitan dalam proses mengeluarkan tinja saat buang air besar, bagi Schnoll-Sussman mungkin Anda berada dalam posisi duduk yang kurang tepat. Sains telah membuktikan bahwa sudut badan 90 derajat di toilet duduk bukanlah yang terbaik. Justru, jongkok dengan sudut badan 45 derajatlah yang terbaik. Memang di era ini agak sulit menemukan toilet dengan posisi buang air besar jongkok, namun hal tersebut secara teknis baik untuk rektum dalam proses buang air besar.

BACA JUGA: Mengapa Buang Air Besar Jongkok Lebih Sehat?

7. Saat liburan, buang air besar lebih jarang?

Pasti Anda pernah berada dalam kondisi sedang berlibur bersama keluarga atau teman-teman, lalu Anda sadar bahwa seharian Anda belum buang air besar. Sebuah studi menyatakan bahwa 40 persen orang akan mengalami sembelit saat sedang berlibur, namun hal tersebut disangkal oleh Schnoll-Sussman dan Ganjhu. Bagi mereka, akan sulit mengetahui angka yang sebenarnya.

Hal ini memang masalah yang lumrah, duduk berjam-jam di pesawat dengan tekanan udara yang Anda rasakan akan membuat usus Anda menjadi kering. Berlibur juga berpotensi membuat Anda dehidrasi, skenario ini dilengkapi dengan gizi makanan yang sering terabaikan saat liburan.

8. Nikmati masa-masa di toilet

Anda jangan mematok durasi keberadaan Anda di toilet saat buang air besar. Nikmati saja waktu-waktu itu, jangan terburu-buru. Ganjhu mengatakan bahwa usus akan selalu memberi sinyal kapan kosong dan kapan tinja akan keluar. Jangan memposisikan diri Anda tegang dan memberi tenggat waktu agar tinja keluar. Perasaan seperti itu akan membuat keadaan semakin sulit. Namun, Schnoll-Sussman mengatakan bahwa sulitnya buang air besar ada juga yang disebabkan kelainan anatomi, khususnya di bagian rektum.

Share now :

Direview tanggal: Desember 16, 2016 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca