Menguak 7 Manfaat Menarik Wasabi Bagi Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 April 2019 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Shoyu alias kecap asin merupakan pelengkap utama setiap kali Anda makan sushi dan sashimi. Namun, beberapa orang lainnya gemar menambah cita rasa dalam suapan sushi mereka dengan tambahan acar jahe dan wasabi. Ya, wasabi adalah pelengkap berbentuk pasta dengan warna hijau yang khas. Selain enak, tanaman asal negara Jepang yang satu ini juga menawarkan segudang manfaat baik untuk tubuh. Apa saja, ya?

Apa itu wasabi?

Sumber: Steamy Kitchen

Bagi Anda yang pernah atau sering makan sushi, pasti sudah tidak asing dengan pelengkap berwarna hijau. Pelengkap tersebut bernama wasabi yang biasanya disajikan di samping hidangan makanan Jepang Anda, seperti sushi dan sashimi.

Wasabi sendiri sebenarnya termasuk ke dalam tanaman herbal, yang masih satu keluarga dengan kubis atau kol (Cruciferae/Brassicaceae). Sesuai dengan namanya, pelengkap makanan yang memiliki nama latin Eutrema japonica atau Wasabia japonica ini memang berasal dari batang tanaman wasabi.

Batang tanaman tersebut diparut dan diolah lebih lanjut, sehingga bisa menghasilkan pelengkap makanan dengan tekstur menyerupai pasta. Meski gitu, bagian akar dan tangkai daunnya juga mengandung rasa yang cukup kuat sehingga kerap diolah menjadi bahan makanan.

Tak heran, Eutrema japonica memiliki aroma khas yang cukup menyengat disertai dengan rasa yang agak pedas. Berbeda dengan pedas sambal yang seolah membakar lidah, rasa dari Wasabia japonica bukanlah demikian. Pelengkap makanan yang bisa dengan mudah ditemukan di restoran Jepang ini, memberikan rasa pedas yang menusuk dari hidung sampai kepala.

Secara rincinya, tanaman herbal ini biasanya tumbuh saat musim semi dan membutuhkan waktu panen kurang lebih 18-24 bulan. Wasabi sendiri biasanya memiliki tinggi hingga mencapai 60 sentimeter (cm), dengan panjang akar sekitar 10-20 cm dan ukuran diameter 3-5 cm.

Serupa dengan warnanya setelah diolah, wasabi yang masih mentah alias belum diolah juga memiliki warna hijau di semua bagiannya.

Apa saja kandungan nutrisi di dalam wasabi?

Sumber: Betty-Crocker

Beruntunglah Anda yang menggemari pelengkap makanan Jepang yang satu ini. Pasalnya, tidak hanya enak karena menambah cita rasa makanan. Akan tetapi, wasabi ternyata juga memiliki kandungan nutrisi yang tidak sedikit. Dalam sekali lahap, Wasabia japonica dapat menyumbang karbohidrat, protein, serat, dan sedikit lemak. 

Bukan hanya itu. Sejumlah vitamin seperti vitamin A, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K, bisa Anda dapatkan. Wasabi juga mengandung berbagai mineral yang bisa membantu melengkapi kebutuhan harian tubuh. Mulai dari kalsium, tembaga, zat besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium, selenium, serta seng.

Tanaman ini juga dikenal sebagai lobak Jepang ini, kaya akan kandungan betakaroten, glukosinolat, dan isotiosianat di dalamnya. Kandungan isotiosianat inilah yang berperan sebagai penyumbang rasa pedas pada wasabi. Itulah mengapa ketika Anda makan wasabi, tanpa sadar hidung Anda menjadi ingusan.

Apa saja manfaat wasabi bagi kesehatan?

Meski sering dicap tidak enak karena rasa dan baunya yang pedas menyengat, ternyata wasabi punya berbagai manfaat baik bagi tubuh. Berikut beragam manfaat wasabi yang penting untuk diketahui:

1. Menurunkan risiko kanker

Makan wasabi ternyata bisa menurunkan risiko Anda terkena kanker. Bukan tanpa alasan, ini berkat kandungan fitonutrien kuat di dalamnya yang disebut isothiocyanate. Isothiocyanate, yang memberikan rasa pedas, adalah senyawa fitonutrien dengan kandungan efek antikanker yang kuat. 

Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention membuktikan hal tersebut. Hasil penelitian tersebut menemukan bahwa senyawa isothiocyanate bisa membantu mencegah pertumbuhan sel-sel kanker paru dan kanker kerongkongan. 

Bahkan ketika ukuran sel-sel kanker tersebut masih terbilang sangat kecil. Senyawa ini mampu membunuh sel kanker tanpa merusak bagian yang sehat di sekitar sel berbahaya tersebut. Tidak berhenti sampai di situ. Senyawa isothiocyanate juga diyakini bisa menurunkan risiko serangan kanker lainnya, termasuk kanker pencernaan.

2. Menjaga kesehatan jantung

Selain dengan olahraga dan menghindari makanan berlemak, makan olahan Wasabia japonica ini juga dapat membantu Anda menjaga kesehatan jantung. Ini karena wasabi memiliki kandungan antihypercholesterolemic yang bisa menurunkan kadar kolesterol tinggi di dalam tubuh. 

Alhasil, pelengkap makanan ini secara tidak langsung akan menurunkan risiko gangguan kardiovaskular, stroke, serta serangan jantung.

3. Mengobati rasa sakit akibat peradangan

Para ilmuwan dari University of California di Amerika Serikat menemukan bahwa wasabi bisa memulihkan nyeri kibat peradangan atau pembengkakan sendi. Hal tersebut dipercaya karena tanaman asal negara Jepang ini mengandung senyawa isothiocyanate yang berhubungan langsung dengan transient receptor potencial (TRP).

TRP merupakan bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengenali beragam sensasi, sehingga bisa menghantarkan sinyal rasa sakit. Di sini, senyawa isothiocyanate bekerja dengan menghentikan aliran sinyal rasa sakit tersebut. Itu sebabnya, rasa sakit akan memudar secara berangsur-angsur.

4. Efek antibakteri

Manfaat wasabi yang tak kalah menarik yakni mampu memerangi infeksi bakteri di dalam tubuh. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Frontiers in Microbiology membuktkan hal tersebut. Menurutnya, wasabi bisa membatu melawan serangan bakteri Escherichia coli O157:H7 dan Staphylococcus Aureus

Bakteri Escherichia coli (E.coli) adalah jenis bakteri yang lumrah hidup di dalam usus manusia dan hewan. Kebanyaka kasus diare ringan biasanya disebabkan karena jumlah bakteri E.coli yang meningkat. Namun, beberapa jenis lainnya seperti E.coli O157:H7 bisa menimbulkan kondisi yang lebih parah.

Ambil contoh yakni kasus infeksi usus serius, yang bisa sampai mengakibatkan diare, sakit perut, serta demam tinggi. Sementara bakteri Staphylococcus aureus yang masuk ke dalam makanan, bisa berkembang hingga mengakibatkan timbulnya infeksi. Gejala infeksi tersebut bisa meliputi diare, kram perut, mual, serta muntah.

Menariknya, ternyata wasabi memiliki kandungan antibakteri yang bisa membantu menetralisir racun serta perkembangan bakteri berbahaya di dalam tubuh. Di samping itu, pelengkap makanan dengan warna khas hijau ini juga mampu membunuh bakteri yang hadir pada makanan.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi yang dilakukan di Chiba University, Jepang. Percobaan tersebut menemukan bahwa melibatkan wasabi dalam proses penanaman kentang, bisa membuat kentang tumbuh subur. Dengan kata lain, pertumbuhan tanaman kentang akan menjadi lebih sehat ketimbang tidak menggunakan wasabi.

Lain lagi dengan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Microbiology. Menambahkan kultur wasabi ke dalam tanaman tomat, bisa menurunkan kemungkinan infeksi bakteri. Alhasil, tanaman tomat pun akan tumbuh lebih segar dan subur.

5. Meringankan masalah pernapasan

Bagi Anda yang mengalami masalah pernapasan, contohnya asma, aroma wasabi bisa memulihkan gejala. Ini berkat komponen gas yang terkandung di dalam wasabi. Komponen pencetus aroma menyengat tersebut bisa memberikan reaksi yang kuat pada saluran pernapasan dan sunis.

Beberapa orang mungkin akan merasa agak pusing dan pedas saat menghirup aroma wasabi. Namun jangan salah, aroma tersebut yang justru bermanfaat baik untuk sistem pernapasan Anda.

6. Melancarkan sistem pencernaan

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, manfaat wasabi penting untuk mencegah serangan bakteri. Dalam hal ini, wasabi nyatanya juga berguna untuk menurunkan pertumbuhan bakteri di dalam usus. Itu sebabnya, pelengkap dalam sushi ini diyakini dapat mencegah risiko radang lambung dan kanker lambung.

Bahkan lebih dari itu. Efek baik tersebut juga bisa dimanfaat untuk mencegah keracunan makanan akibat makan ikan mentah, yang biasanya hadir dalam bentuk sushi dan sashimi. Makan wasabi secara teratur merupakan pilihan yang baik untuk melancarkan kerja saluran pencernaan, khususnya usus.

Ini karena kandungan di dalam wasabi bisa membantu menghilangkan racun di dalam tubuh berkat sifat antibakterinya. Selain itu, karena kandungan seratnya yang cukup tinggi, tanaman ini juga bisa membantu melancarkan pencernaan. Anda pun terhindari dari kemungkinan mengalami sembelit (konstipasi), yakni susah buang air besar.

7. Mencegah obesitas

Sebuah penelitian dalam Nutrition Research and Practice, mendapatkan hasil bahwa wasabi ternyata mampu mencegah kemungkinan obesitas. Ya, hasil tersebut diperoleh melalui percobaan yang dilakukan pada hewan coba yang sering diberi makan makanan tinggi lemak.

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, terlalu banyak mengonsumsi sumber lemak dapat berujung pada kenaikan berat badan drastis hingga obesitas. Uniknya, mencampur air panas dengan wasabi sehingga menghasilkan sebuah ekstrak, bisa memberikan efek antiobesitas.

Setelah rutin diberi makanan tinggi lemak, hewan coba tersebut diberikan penetral berupa ekstrak dari air panas dan wasabi. Hasil akhirnya menunjukkan bahwa terdapat penurunan risiko obesitas pada hewan coba yang diberikan ekstrak, ketimbang yang tidak.

Meski percobaannya masih terbatas pada hewan coba, tapi manfaat wasabi ini tidak menutup kemungkinan berefek serupa pada tubuh manusia.

Apakah wasabi memiliki efek samping?

Sumber: CBC

Seperti semua makanan lain, wasabi juga memiliki efek samping jika dikonsumsi berlebihan. Bagi Anda yang tidak bisa makan sushi dan sashimi tanpa kehadiran wasabi sebagai pelengkapnya, sebaiknya tetaplah berhati-hati.

Sebab tidak menutup kemungkinan, memakan terlalu banyak Wasabia japonica bisa menimbulkan efek samping berbahaya. Berikut berbagai efek samping yang mungkin timbul ketika Anda makan terlalu banyak pelengkap makanan ini:

 1. Mengganggu fungsi hati

Di balik manfaatnya yang baik untuk melancarkan kerja sistem pencernaan, tapi terlalu banyak makan pelengkap ini justru memberikan yang sebaliknya. Makan Wasabia japonica dalam jumlah banyak malah akan menghambat proses penyerapannya di dalam tubuh. 

Tanpa sadar, hal tersebut yang nantinya merusak fungsi normal organ hati. Padahal seharusnya, organ hati berperan dalam berbagai aktivitas di dalam tubuh. Mulai dari membuang seluruh racun pada tubuh, memecah lemak jenuh, dan menyimpan glukosa (gula darah) dalam bentuk glikogen.

Di sisi lain, organ hati juga memiliki fungsi untuk memproduksi protein darah, menghasilkan empedu, hingga menyimpan kelebihan nutrisi dan mengembalikannya ke aliran darah.

2. Meningkatkan risiko perdarahan

Wasabi bisa meningkatkan kemungkinan mengalami perdarahan, pada orang yang memang memiliki gangguan perdarahan. Bukan hanya itu, pelengkap makanan asal Jepang ini juga membuat Anda mudah mengalami memar jika punya gangguan perdarahan.

3. Memperlambat pembekuan darah

Risiko perdarahan yang diakibatkan oleh terlalu banyak makan pelengkap ini, yakni karena kerjanya bisa memperlambat pembekuan darah pada tubuh. Terutama bagi orang dengan gangguan darah.

Maka itu, pelengkap makanan dengan warna khas hijau ini juga tidak dianjurkan untuk dimakan banyak sebelum operasi. Pasalnya, bisa berisiko menimbulkan banyak perdarahan selama operasi berlangsung.

Jadi, meski punya beragam manfaat baik, penting untuk memerhatikan jumlah konsumsi Wasabia japonica. Khususnya bagi Anda yang sedang hamil dan menyusui, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut terkait keamanannya pada dokter kandungan Anda.

Apakah wasabi bisa menimbulkan reaksi alergi?

alergi gigitan nyamuk

Jika sudah pernah mencoba wasabi tapi tidak merasakan reaksi tertentu, tandanya Anda tidak memiliki alergi dengan bahan makanan ini. Namun sebaliknya, Anda dikatakan mengalami alergi Wasabia japonica jika mengembangkan gejala alergi setelah memakannya. 

Hal tersebut biasanya terjadi karena Anda alergi terhadap kandungan di dalam Wasabia japonica tersebut. Ambil contoh, kandungan rempah-rempah seperti capsaicin dan allyl isothiocyanate dalam bahan makanan ini bisa menimbulkan berbagai gejala. 

Berbeda dengan efek kepedasan akibat senyawa tersebut, efek alergi bisa menimbulkan gejala yang cukup berbeda. Sekadar kepedasan biasa hanya akan mata berair, mulut terbakar, serta iritasi pada selaput lendir hidung. Dalam hal ini, efeknya bersifat fisiologis dan datang secara langsung.

Sementara ketika Anda alergi dengan senyawa di dalam Wasabia japonica, maka butuh beberapa waktu sampai gejalanya muncul. Anda bisa saja mengalami diare, mual, perut kembung, sakit perut, hidung tersumbat, dan pembengkakan bibir. 

Bahkan lebih dari itu, Anda mungkin akan mengeluhkan rasa gatal di sekujur tubuh. Rasa gatal tersebut bisa berkembang semakin parah, hingga menimbulkan ruam kemerahan di beberapa bagian kulit. Para peneliti meyakini kalau efek alergi tersebut timbul karena ada hubungan khusus dengan sistem tubuh.

Tepatnya, hubungan antara sistem neurologis (saraf) dengan kandungan senyawa pedas dalam Wasabia japonica. Aroma pedas dan menyengat dari wasabi, akan mengirimkan sinyal khusus ke otak. Akibatnya, otak merespon hal tersebut dengan memberi tahu tubuh bahwa Anda sudah memakan bahan makanan ini.

Entah dalam jumlah banyak atau sedikit. Padahal mungkin saja, sebenarnya tubuh Anda tidak dapat menerima asupan pelengkap sushi tersebut seutuhnya. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan rasa gatal dan gejala alergi lainnya pada tubuh. 

Alangkah baiknya untuk tidak menganggap remeh keluhan yang Anda rasakan usai makan makanan tertentu. Jika Anda merasa ada yang salah dengan tubuh Anda setelah mengonsumsi wasabi, segera hubungi dokter untuk dicari tahu penyebab dan penanganannya. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Suplemen Omega-3 Mengatasi Psoriasis?

Omega 3 terkenal akan manfaatnya untuk kesehatan jantung. Bukan hanya itu, suplemen omega 3 dikabarkan bisa mengatasi psoriasis, apa benar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dermatologi, Health Centers 18 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit

Manfaat Asam Lemak Omega 3 dan 6 untuk Tumbuh Kembang Anak

Anda tentu sering mendengar tentang asam lemak omega-3 dan omega-6. Tapi, sudah tahukah Anda tentang manfaat omega 3 dan omega 6 untuk tumbuh kembang anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Konten Bersponsor
manfaat omega 3
Parenting, Nutrisi Anak 15 Agustus 2018 . Waktu baca 6 menit

Rutin Makan Ikan Dua Kali Seminggu Turunkan Risiko Stroke dan Gagal Jantung

Ikan sering jadi lauk makan nasi sehari-hari orang Indonesia. Psstt... Makan ikan dua kali seminggu ternyata bantu turunkan risiko penyakit jantung, lho!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Stroke, Health Centers 9 Juli 2018 . Waktu baca 5 menit

4 Tips Ampuh Mengatasi Mata Kering, dari Pakai Obat Sampai Cara Alami

Mata kering memang rasanya mengganggu. Nah, inilah beberapa cara mengatasi mata kering yang mungkin dianjurkan oleh dokter mata.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Mei 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
omega 6 untuk ibu hamil

Serba Serbi Omega-6, Nutrisi Penting untuk Ibu dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 19 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
makanan mengandung omega 3

8 Sumber Makanan Terbaik yang Kaya Asam Lemak Omega 3

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2019 . Waktu baca 5 menit
asam lemak untuk wajah

Sebenarnya, Perlukah Pakai Asam Lemak Esensial untuk Merawat Wajah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
asam lemak dalam susu organik untuk anak

Pentingnya Asam Lemak dari Susu Organik untuk Anak

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Juli 2019 . Waktu baca 5 menit