Mendadak Merasa Jatuh Saat Tidur? Simak 13 Hal Aneh yang Dilakukan Tubuh Selama Tidur

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Apa yang ada dalam pikiran Anda tentang tidur? Biasanya sih, jika tidak terbangun gara-gara kebelet pipis atau kelaparan, tidur malam erat kaitannya dengan mata yang tertutup rapat, mimpi indah, dan mungkin.. jejak liur yang mengering di pipi. Tapi saat kita lagi tidur, tubuh sebenarnya melakukan banyak hal aneh yang bisa bikin Anda garuk-garuk kepala keheranan.

Apa yang terjadi pada tubuh saat kita lagi tidur?

Meski mungkin akan terdengar menyeramkan, jangan khawatir — semua ini normal.

1. Suhu tubuh menurun

Tepat sebelum Anda tertidur, suhu tubuh inti Anda mulai menurun. Penurunan suhu tubuh ini memerintahkan otak untuk melepaskan melatonin, yang memengaruhi ritme sirkadian Anda (siklus tidur-bangun) dan memberi tahu tubuh bahwa ini saatnya untuk tidur.

Selama tahapan tidur REM, alias tahapan tidur paling nyenyak, suhu tubuh bisa menurun hingga 2 derajat. Biasanya tubuh Anda akan menggigil saat kedinginan di waktu Anda terjaga, tapi selama tidur REM, tubuh kehilangan kemampuannya untuk mengatur suhu, dan sampai saat ini alasannya belum diketahui pasti.

2. Detak jantung, pernapasan, tekanan darah menurun

Ketika Anda lagi tidur, tubuh tidak perlu untuk bekerja keras atau memompa banyak darah sebanyak saat Anda terjaga sehingga sistem ini melambat — termasuk pula pernapasan. Untuk orang yang tergolong sehat dan bugar, tekanan darah bisa menurun hingga 5-7 poin saat sedang tidur. Tekanan darah merosot di malam hari saat kita terlelap agar otot-otot jantung dan sistem pernapasan memiliki waktu rehat untuk memperbaiki diri.

Ini terutama penting untuk orang dengan tekanan darah tinggi untuk mendapatkan setidaknya tujuh jam tidur malam untuk mengalami penurunan tekanan darah sementara ini, demi mengurangi risiko penyakit jantung.

3. Tubuh Anda lumpuh total

Bayangan tubuh lumpuh total adalah mimpi buruk bagi semua orang. Tapi inilah yang benar-benar dilakukan tubuh saat kita lagi tidur. Selama fase tidur REM, Anda tidak akan bisa menggerakkan satu ototpun, kecuali otot-otot yang mengendalikan mata dan sistem pernapasan. Tujuannya adalah untuk menjaga Anda dari memerankan gerak-gerik tubuh yang Anda sedang lakukan di alam mimpi — yang bisa berbahaya untuk diri Anda sendiri atau pasangan tidur di sebelah Anda. Kelumpuhan ini bersifat sementara, tapi dapat bertahan hingga sekitar 20 menit.

4. Merasa ingin jatuh

Pernah mengalami sensasi bermimpi seperti terjatuh ke dalam jurang sehingga mengagetkan Anda terbangun di tengah malam? Anda tidak sendirian. Sensasi aneh yang bikin deg-degan ini dikenal sebagai sentakan hipnagogik.

Biasanya ketika Anda bermimpi, tubuh Anda lumpuh tak bergerak. Sentakan hipnagogik adalah kejang otot bawah sadar yang terjadi selagi seseorang tertidur. Tapi kadang Anda bisa mulai bermimpi duluan sebelum tubuh Anda benar-benar “mati”. Sensasi terjatuh dari tebih atau terjun bebas dari angkasa terjadi karena tubuh kebingungan masih berada di masa transisi antara terjaga dan tidur lelap.

Para peneliti tidak yakin apa yang menyebabkan sensasi jatuh ini, tapi sentakan hipnagogik lebih mungkin terjadi ketika Anda tidur dalam keadaan sangat lelah, kurang tidur, atau stres. Sejumlah kondisi ini membuat otak ingin cepat-cepat tidur, tapi tubuh ketinggalan jauh untuk menyamai kecepatan otak.

5. Tubuh melaparkan diri

Saat kita lagi tidur, sistem pencernaan tubuh terus mengatur kadar hormon lapar — leptin dan ghrelin. Leptin membantu menghambat rasa lapar dan mengatur keseimbangan energi, sementara ghrelin kebalikannya: merangsang nafsu makan dan mengendalikan pelepasan insulin.

Ketika kita kurang tidur, ini menyebabkan keseimbangan kedua hormon tersebut jadi berantakan. Inilah alasan kenapa kebanyakan orang setelah tidur larut malam bisa rakus meraih sarapan yang tinggi kalori begitu bangun pagi.

6. Anda bisa bicara, berjalan, atau bahkan mengemudi saat lagi tidur

Tidur sambil berjalan, mengemudi, atau mengigau disebut dengan gangguan tidur parasomnia. Tapi untungnya, sebagian besar kasus parasomnia tidak berbahaya. Kebanyakan parasomnia terjadi pada tahap tidur ketiga alias saat tidur sedang nyenyak-nyenyaknya, yang membuat orang-orang ini akan sulit untuk dibangunkan (tapi aman, kok, untuk dilakukan!). Mengigau atau tidur sambil berjalan biasanya diakibatkan karena kurang tidur atau efek samping dari obat-obatan tertentu.

7. Tidur bisa memerangi infeksi

Wisata ke pulau kapuk terbukti dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena selagi kita terlelap, tubuh melepaskan protein khusus yang membantu melawan infeksi — termasuk agen yang disebut tumor necrosis factor yang mungkin membunuh beberapa jenis sel tumor. Kurang tidur telah dilaporkan berkaitan dengan penurunan jumlah sel darah putih, yang merupakan bagian penting dari sistem pertahanan tubuh.

8. Berat badan berkurang

Selagi kita tertidur, tubuh kehilangan banyak cairan lewat keringat dan menghembuskan udara lembap saat bernapas di malam hari. Memang, ini juga terjadi selama siang hari, tapi selama rentang waktu aktif tersebut tubuh diisi oleh makanan dan minuman, yang membatalkan efek penurunan berat badan alami ini. Untuk mengurangi lebar pinggang Anda, dapatkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam.

9. Tubuh tambah tinggi

Bahkan jika jatah tinggi badan Anda sudah mentok, tubuh sebenarnya tak berhenti bertumbuh: membangun sel otot setelah olahraga hingga penyembuhan luka. Nah, saat kita lagi tidur nyenyak, tubuh melepaskan sejumlah hormon pertumbuhan yang kita butuhkan sepanjang hidup, bukan hanya selama masa tumbuh kembang.

Selain itu, selama kita tidur cakram di tulang belakang yang bertindak sebagai bantalan antara tulang merehidrasi diri dan jadi membesar karena berat tubuh Anda tidak lagi menekan mereka seperti ketika Anda sedang berdiri. Jika kasur Anda cukup keras, posisi tidur meringkuk layaknya bayi adalah posisi terbaik demi menambah tinggi badan karena ini mengurangi beban pada punggung Anda.

10. Anda terangsang saat tidur

Saat tidur, bukan barang baru lagi untuk pria mendapatkan ereksi. Hal serupa juga ternyata terjadi pada wanita. Dan ini bukan semata akibat Anda sedang mimpi basah saja.

Otak Anda bekerja lebih aktif saat Anda berada di alam mimpi, sehingga membutuhkan lebih banyak oksigen — hasilnya, akan ada lebih banyak darah yang mengalir ke seluruh tubuh (termasuk ke area genitalia, yang menyebabkan penis ereksi dan klitoris membengkak).

11. Sering buang gas

Saat tidur malam, otot cincin anus (sfingter) jadi melemas dan longgar akibat sistem tubuh yang bersantai (lihat poin 2). Ini sebabnya Anda akan lebih sering kentut sepanjang malam. Untungnya, indera penciuman Anda juga jadi kurang sensitif selama tidur.

12. Kulit jadi lebih sehat dan indah

Setiap jaringan dalam tubuh diperbarui lebih cepat saat kita lagi tidur daripada selama kita terjaga. Begitu juga dengan kulit. Selama kita sibuk bermimpi, kulit memproduksi lebih banyak sel baru dan memperlambat pemecahan protein sehingga mendorong proses regenerasi kulit yang lebih besar. Tapi efek ini hanya bisa dicapat lewat tidur malam. Energi yang dibutuhkan untuk perbaikan jaringan tidak tersedia selama siang hari karena sedang digunakan di tempat lain.

13. Otak menajamkan ingatan

Meski tubuh hampir lumpuh total sepanjang malam, hal yang sama tidak berlaku bagi otak. Justru otak bekerja sama aktifnya selama kita tidur, seperti saat kita sedang terjaga. Para peneliti berteori bahwa tidur memberikan kita waktu untuk membersihkan limbah-limbah di otak yang dapat menumpuk dan menyebabkan masalah, seperti plak penyebab Alzheimer.

Di sisi lain, otak Anda juga sibuk memperkuat kenangan baru saat tubuh sedang asyik terlelap. Otak memproses segala macam informasi yang kita peroleh selama siang hari dan menyaring informasi yang tidak perlu. Mungkin ada hubungan antara sel-sel otak yang diperkuat atau melemah selama tidur, tergantung pada seberapa banyak kita menggunakan bagian otak tersebut selama kita terjaga. Hal-hal penting akan diperkuat dalam ingatan, sementara yang tidak penting akan dibuang. Ini sebabnya Anda sebenarnya tidak boleh tidur saat masih memendam emosi, jika tidak mau rasa kesal berubah menjadi dendam kesumat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ciri-Ciri Pubertas pada Remaja Perempuan dan Laki-laki

Pubertas menjadi tanda bahwa anak Anda sudah memasuki usia remaja. Berikut ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki dan perempuan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Remaja, Parenting 20 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Pernah merasa seperti tersengat listrik saat bersentuhan dengan orang lain? Ini dia penjelasan kenapa orang tertentu nyetrum ketika disentuh.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Tidak sembarang orang bisa mendonorkan ginjalnya untuk yang membutuhkan. Apa saja syarat donor ginjal dan bolehkah seorang perokok melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Sudah Minum Kopi Tapi Masih Ngantuk, Apa Penyebabnya?

Gen ternyata berperan penting untuk mencerna kafein dari kopi Anda, lho. Tak percaya? Langsung simak dua alasan sudah minum kopi masih ngantuk berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengapa Mendengarkan Suara Hujan Bikin Mengantuk?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Gladys Mangkuliguna
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 3 menit
ciri-ciri dan gejala alergi dingin

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit
mencium spidol

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit