Tips Menggunakan Vape untuk Berhenti Merokok

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

“Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan.” Mungkin Anda sudah bosan setengah mati mendengar jargon klise ini. Di sisi lain, berhenti merokok tidak semudah yang dibayangkan meski Anda sudah sepenuhnya memahami bahayanya. Anda mungkin bahkan hanya sejengkal lagi untuk menyerah.

Merokok memang bagai candu. Nikotin dalam rokok merupakan zat adiktif dan kebiasaan merokok pun menjadi suatu candu tersendiri, sehingga berhenti merokok tidak hanya membutuhkan keteguhan hati; kadang, berhenti merokok membutuhkan sedikit bantuan.

Vape bebas nikotin adalah bala bantuan yang paling banyak dituju oleh para calon mantan perokok.

Apakah vape bebas nikotin efektif membantu berhenti merokok?

Menurut laporan WHO, sampai saat ini tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan bahwa rokok elektrik membantu orang berhenti merokok. Usut punya usut, kunci upaya berhenti merokok dengan rokok elektrik ternyata bukan dengan menggunakan cairan vape bebas nikotin.

Perokok yang saat ini beralih menghisap vape sebagai upaya berhenti merokok, direkomendasikan untuk justru menaikkan dosis nikotin dalam vape mereka dan menggunakannya rutin setiap hari, agar bisa menghentikan kebiasaan merokoknya. Begitu menurut hasil laporan dua makalah penelitian terpisah, dilansir dari Guardian.

Yang juga mungkin lebih menguntungkan lagi adalah untuk menggunakan model vape yang terpasang dengan tangki cairan vape yang bisa diisi ulang. Tangki isi ulang memungkinkan pengguna vape untuk menyesuaikan konten nikotin dan rasa dalam cairan sesuai kebutuhan, yang dapat memberikan dosis nikotin yang lebih tinggi.

Penelitian itu didasarkan pada survei lebih dari 1.500 perokok di Inggris pada Desember 2012, yang kemudian ditindaklanjuti tepat setahun kemudian. Penelitian pertama, terbitan jurnal Addiction, menemukan bahwa 65% dari partisipan yang menggunakan vape setiap hari, berhasil melanjutkan upaya untuk berhenti merokok dalam setahun ke depan, dibandingkan dengan 44% dari perokok yang tidak menggunakan vape. Sebanyak 14 persen dari mereka telah mengurangi konsumsi tembakau mereka hingga setidaknya setengah kali.

Studi kedua, yang diterbitkan dalam Nicotine and Tobacco Research, menemukan bahwa hanya 25% dari 587 pengguna vape yang menggunakan model tangki untuk sehari-hari. Tetapi, dari persentase ini, 28% dari mereka telah berhenti merokok tembakau setelah satu tahun dibandingkan dengan 13% dari perokok yang tidak menggunakan vape sama sekali.

Kedua makalah ini tidak menyimpulkan bahwa penggunaan vape memungkinkan orang untuk berhenti merokok, namun hasil laporan memberikan cukup bukti bahwa menggunakan vape dapat membantu mereka yang berusaha untuk berhenti merokok. Profesor Ann McNeill dari King’s College London’s Institute of Psychiatry, Psychology and Neuroscience, di mana kedua studi tersebut berasal, mengatakan, “Jika Anda menggunakan vape, gunakanlah sesering mungkin dan berhenti merokok tembakau secepat mungkin. Jika vape tidak bekerja untuk Anda, beralihlah ke metode (berhenti merokok) yang lain.”

Cara berhenti merokok menggunakan vape

  1. Gunakanlah cairan vape yang mengandung muatan nikotin tertinggi yang bisa Anda dapatkan saat membeli isi ulang. Gunakan vape rutin setiap hari.
  2. Setelah Anda sudah rutin menggunakan vape dosis nikotin tertinggi, dan Anda sudah cukup lihai menggunakan vape dengan benar, perlahan mulai kurangi dosis nikotinnya. Sama seperti perubahan kebiasaan merokok yang Anda buat di masa lalu, Anda dan tubuh Anda akan segera terbiasa dengan penurunan dosis nikotin. Ini hanya masalah waktu. Bergantilah ke dosis nikotin yang lebih rendah hanya saat Anda merasa nyaman.
  3. Saat sudah mulai berganti ke dosis yang lebih rendah, gunakan vape dengan rutin selama beberapa bulan seperti langkah 1.
  4. Begitu Anda sudah terbiasa dengan dosis sedang setelah lama menggunakannya, isi ulang tangki cairan vape Anda dengan dosis nikotin terendah yang tersedia. Lanjutkan penggunaan rutinnya sampai Anda merasa siap untuk beralih ke yang baru.
  5. Di saat yang sama, Anda harus mulai sengaja meninggalkan rokok elektronik Anda di rumah selama Anda beraktivitas di luar rumah seharian. Lakukan seluruh rutinitas Anda seperti biasa tanpa vape Anda dan perhatikan bagaimana perasaan Anda. Triknya adalah dengan membiasakan diri menjadi seorang non-perokok, bahkan jika hanya untuk beberapa jam saja dalam sehari.
  6. Tiba saatnya untuk isi ulang tangki vape. Sekarang, gunakanlah cairan vape yang benar-benar bebas nikotin. Ini hanya satu langkah lagi dari menjadi non-perokok. Anda akan segera berada di jalan yang benar untuk terbebas dari nikotin. Tapi jangan membuat janji muluk kapan benar-benar berhenti vape jika Anda tidak bisa menepatinya. Oleh karena itu, Beli beberapa botol isi ulang cairan vape bebas nikotin untuk persediaan ke depannya.

Kesimpulan

Trik untuk berhenti merokok dengan vape adalah untuk melakukan perubahan drastis secara perlahan namun pasti. Hanya Anda yang tahu kemampuan dan batas diri Anda.

Namun, cara ini belum tentu cocok bagi semua orang. Jika Anda ternyata malah jadi ketagihan vape, atau sudah mencoba teknik di atas selama beberapa lama dan masih juga bisa “naik kelas” ke vape tanpa nikotin, mungkin Anda harus mencari teknik bantuan lain untuk berhenti.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Apakah Anda pernah merasakan tiba-tiba kaki lemas? Cari tahu penyebabnya, apakah karena penyakit berbahaya atau hanya sekadar kelelahan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Enzim SGOT dan SGPT

Salah satu tes yang dianjurkan untuk dilakukan ketika Anda sakit adalah pemeriksaan SGOT dan SGPT. Pemeriksan apa itu dan apa artinya kalau tinggi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 12 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Di mobil duduk, di kantor duduk, sampai rumah duduk lagi. Apa kira-kira efeknya pada kesehatan kita?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri, Bikin Obat Jadi Tak Mempan Lagi

Seberapa sering Anda minum obat pereda nyeri untuk menghilangkan rasa sakit Anda? Hati-hati jika terlalu sering, malah rasa sakit tidak hilang. Mengapa?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 12 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi sakit punggung

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat mimisan alami

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bercak putih di puting

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit