7 Fakta Mengejutkan Tentang Sistem Pencernaan Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 November 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Semua makanan yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna dan diolah di berbagai organ sistem pencernaan. Mungkin tanpa Anda sadari, sistem pencernaan yang Anda miliki itu selalu bekerja setiap saat walaupun bukan jadwal makan. Sistem pencernaan sebenarnya mempunyai dua fungsi utama yaitu, mengubah makanan menjadi zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dan membersihkan tubuh dari zat-zat yang sudah tidak terpakai lagi. Untuk melakukan tugas tersebut sistem pencernaan memiliki berbagai organ yang memiliki tugasnya masing-masing, yaitu mulut, tenggorokan, lambung, usus kecil, usus besar, rektum, dan anus.

Mungkin Anda sudah tahu kalau usus manusia berukuran sangat panjang. Tetapi sepanjang apa? Jangan kaget jika usus halus Anda diuraikan kemudian bisa memenuhi lapangan tenis yang memiliki luas sekitar 260 m persegi. Masih banyak fakta menarik lainnya tentang sistem pencernaan, berikut di antaranya:

1. Saluran pencernaan pada janin masih sangat bersih

Bakteri adalah penghuni utama dari saluran pencernaan manusia. Terdapat banyak sekali jenis dan jumlah bakteri yang tinggal dalam usus dan membantu sistem pencernaan tubuh. Tetapi ternyata bakteri ini belum ada ketika Anda masih di dalam kandungan ibu. Saat di dalam kandungan, semua saluran pencernaan sangat bersih, bakteri mulai muncul ketika proses kelahiran terjadi dan hari-hari setelah kelahiran.

BACA JUGA: Penyakit yang Dapat Diturunkan dari Orangtua ke Janin

2. Asam lambung mampu membuat kulit terbakar

Lambung menghasilkan asam lambung yang bertugas untuk memecah makanan yang masuk dan membuatnya terurai agar mudah dicerna. Setidaknya asam lambung dihasilkan sebanyak 2 liter per hari. Apakah Anda tahu ternyata saking asamnya, asam lambung bisa menyebabkan permukaan kulit Anda terbakar. Lalu, kenapa lambung tetap baik-baik saja dan tidak terbakar akibat asam lambung yang dihasilkan?

Hal ini terjadi karena lambung memiliki lapisan lendir yang tebal yang berfungsi untuk melindungi permukaan lambung dan mencegah asam lambung berpindah ke bagian lain di tubuh. Terkadang, asam lambung yang dihasilkan tubuh terlalu banyak bisa naik hingga kerongkongan yang sebenarnya tidak memiliki lapisan lendir tebal seperti lambung. Kondisi ini menimbulkan perasaan seperti rasa terbakar dan panas pada kerongkongan serta perut (heartburn).

BACA JUGA: 10 Makanan yang Sering Memicu Masalah Asam Lambung

3. Anda memiliki detergen atau sabun pembersih di dalam perut

Faktanya, di dalam sistem pencernaan Anda, terdapat asam empedu yang dianggap sebagai deterjen atau sabun pembersih dalam tubuh. Asam empedu adalah cairan yang dihasilkan oleh hati. Tanpa ‘deterjen’ ini, Anda tidak bisa mencerna dan menyerap lemak yang ada di dalam makanan yang masuk ke dalam tubuh. Cara kerja asam empedu sama dengan deterjen, yaitu ‘membersihkan’ lemak yang masuk dicampur dengan cairan dan kemudian dimetabolisme oleh enzim lalu diserap ke pembuluh darah.

BACA JUGA: Dari Mana Lemak Tubuh Berasal?

4. Kentut bau akibat bakteri di dalam usus

Kentut adalah hal yang normal terjadi pada setiap orang. Ketika Anda makan atau minum sesuatu, secara tidak sadar Anda juga menelan udara sekitar. Gas dari udara yang masuk melalui mulut ini yang kemudian menjadi kentut. Pada dasarnya bau kentut berbeda-beda pada setiap orang. Bau kentut ternyata dihasilkan oleh bakteri baik dalam usus. Saat makanan masuk ke dalam usus, bakteri yang bertugas untuk mencerna, memecah, serta menyerap zat gizi dari makanan tersebut.

Proses mencerna makanan yang dilakukan bakteri ini membuat bakteri menghasilkan asam dan asam ini yang menjadikan kentut berbau. Semakin berat kerja bakteri dalam mencerna makanan maka semakin banyak asam yang dihasilkan. Sehingga, kentut yang keluar nantinya akan semakin bau.

BACA JUGA: 3 Penyebab Kentut Berlebihan yang Perlu Diwaspadai

5. Perut adalah otak kedua manusia

Ternyata, manusia tidak hanya memiliki satu otak saja. Usus juga disebut sebagai otak kedua manusia karena usus dapat mendeteksi apa yang sedang Anda rasakan dan mempengaruhi kemampuan kognitif seseorang. Sebenarnya, di dalam usus terdapat bakteri baik yang berhubungan langsung dengan otak. Ketika Anda merasa tertekan atau tegang, maka otak akan menstimulasi bakteri baik di dalam perut dan akhirnya timbul rasa mual dan mulas secara tiba-tiba.

BACA JUGA: Kecerdasan Seseorang Ternyata Bisa Dipengaruhi Oleh Ususnya

6. Air liur menjaga kesehatan mulut

Air liur diproduksi oleh kelenjar air liur sebanyak 1,2 liter per hari. Air liur ini bersifat melindungi, karena memiliki peran untuk membunuh bakteri-bakteri yang ada di dalam mulut. Selain itu, air ludah juga mengandung enzim yang berguna untuk memecah makanan yang masuk ke mulut. Bahkan, air liur juga mengandung kalsium dan fosfat yang berfungsi untuk menjaga kekuatan gigi.

BACA JUGA: 3 Resep Alami untuk Memutihkan Gigi Kuning

7. Makanan tidak memerlukan gravitasi untuk membuatnya masuk ke dalam perut

Ketika Anda makan sesuatu, makanan tersebut tidak dengan mudah masuk dan jatuh ke dalam perut, karena dalam hal ini gravitasi tidak berlaku. Otot yang ada pada tenggorokan melakukan gerakan meremas-remas yang bertujuan untuk mendorong makanan masuk hingga ke lambung. Gerakan ini disebut dengan gerakan peristaltik. Walaupun Anda makan dengan keadaan terbalik atau berada di luar angkasa – yang tidak ada gravitasi sama sekali – makanan tetap bisa masuk ke dalam tubuh.

BACA JUGA: 10 Makanan untuk Mengatasi Susah Buang Air Besa

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

    Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

    Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    7 Cara Ampuh Mengobati Dermatitis Stasis, Eksim yang Muncul di Kaki

    Eksim di tangan dan kaki disebut dengan eksim dishidrosis. Cari tahu cara mengobati eksim di tangan dan kaki pada artikel ini!

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Penyakit Kulit, Dermatitis 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

    Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bahaya makanan asin

    Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    vaksin MMR

    Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
    efek samping imunisasi

    Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
    tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

    11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit