Nama Generik: Buah Kola

Manfaat

Untuk apa buah kola?

Buah kola umumnya digunakan di Nigeria dan banyak negara Afrika Barat sebagai bagian dari upacara adat dan membuat obat. Tanaman ini masih satu keluarga dengan kakao atau tanaman cokelat.

Ekstrak biji kola merupakan bahan dasar dari minuman bersoda Coca-Cola. Selain dimanfaat sebagai minuman, buah kola juga dipakai sebagai campuran untuk pembuatan obat.

Kola dapat digunakan sebagai antidepresan, diuretik, dan antidiare. Herbal ini juga digunakan untuk mengobati penyakit jantung, dyspnea, kelelahan, morning sickness, dan migrain. Kola juga dapat digunakan sebagai obat oles untuk membantu penyembuhan luka dan mengurangi peradangan. Sebuah studi terbitan African Journal of Biotechnology mengatakan bahwa ekstrak biji buah kola mampu meningkatkan metabolisme tubuh.

Bagaimana cara kerjanya?

Tidak ada penelitian yang cukup mengenai bagaimana cara kerja tanaman herbal ini. Diskusikan dengan ahli herbal atau dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa kola mengandung sekitar 2 persen kafein dan theobromine. Kedua zat aktif ini bertindak sebagai stimulan alami untuk merangsang sistem saraf pusat (SSP), jantung, dan otot.

Dosis

Informasi yang disediakan di bawah ini bukanlah pengganti rekomendasi medis. Selalu konsultasikan dengan herbalis atau dokter Anda sebelum mengonsumsi obat ini.

Berapa dosis yang biasa digunakan buah kola untuk orang dewasa?

Uji klinis yang ada saat ini belum bisa jadi petunjuk dosis. Aplikasi klinis yang tersedia pun masih terbatas.

Dosis dari tanaman herbal dapat berbeda pada tiap pasien. Dosis yang Anda perlukan tergantung pada usia, kesehatan, dan beberapa kondisi lain. Tanaman herbal tidak selalu aman untuk dikonsumsi. Diskusikan dengan ahli herbal atau dokter untuk dosis yang cocok untuk Anda.

Dalam bentuk apa saja buah kola tersedia?

Tanaman herbal ini dapat tersedia dalam bentuk dan dosis sebagai berikut:

  • Biji kola
  • Kola anggur
  • Ekstrak cairan
  • Ramuan bubuk
  • Ekstrak padatan
  • Sirup

Efek Samping

Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh buah kola?

Kola dapat menyebabkan beberapa efek samping termasuk:

  • Kecemasan, insomnia, gugup, lekas marah, gelisah, sakit kepala.
  • Hipertensi, hipotensi, denyut jantung cepat (takikardia), denyut jantung lambat (bradikardia), palpitasi.
  • Mual, muntah, anoreksia, gangguan perut, kram, iritasi mukosa gastrointestinal, terang pigmentasi mulut kuning.
  • Diuresis.
  • Dehidrasi.
  • Reaksi hipersensitivitas.

Tak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin saja ada efek samping lain yang tidak dicantumkan di sini. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping tertentu, harap berkonsultasi dengan ahli herbal atau dokter Anda.

Keamanan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mengonsumsi buah kola?

  • Simpan kola dalam wadah tertutup di tempat yang sejuk dan kering, jauhkan dari panas dan kelembapan.
  • Berhenti menggonsumsi buah atau ekstrak kola minimal 2 minggu sebelum jadwal operasi.

Regulasi yang mengatur penggunaan obat herbal tidak seketat peraturan obat-obatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keamanannya. Sebelum menggunakan, pastikan manfaat penggunaan obat herbal lebih besar dibandingkan risikonya. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter untuk informasi lebih lanjut.

Seberapa amankah kola?

Jangan menggunakan produk kola pada anak-anak atau mereka yang sedang hamil atau menyusui sampai penelitian lebih lanjut tersedia.

Anda harus berhati-hati bila Anda menggunakan kola jika Anda memiliki salah satu dari kondisi berikut:

  • Gangguan kecemasan
  • Gangguan perdarahan
  • Penyakit jantung
  • Diabetes
  • Diare
  • Glaukoma
  • Tekanan darah tinggi
  • Irritable bowel syndrome (IBS)
  • Osteoporosis

Interaksi

Interaksi seperti apakah yang mungkin terjadi ketika saya mengonsumsi buah kola?

Tanaman  herbal ini mungkin dapat berinteraksi dengan pengobatan lain atau dengan kondisi kesehatan yang Anda miliki. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum penggunaan.

Kola dapat berinteraksi dengan beberapa obat dan herbal termasuk:

  • Kontrasepsi hormonal
  • Furoguinolones, salisilat
  • Lithium
  • MAOIs
  • Agen psikonaleptik
  • Xanthines
  • Kopi, minuman cola, teh, jus jeruk berkafein
  • Mineral (kalsium, magnesium)

 

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Februari 16, 2018 | Terakhir Diedit: Februari 16, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan