Nama Generik: Alfalfa

Manfaat

Untuk apa alfalfa?

Alfalfa adalah tanaman herbal yang memiliki daftar manfaat kesehatan yang hampir tak terbatas. Orang-orang menggunakan daunnya, tunasnya, dan bibitnya untuk dijadikan obat.

Alfalfa digunakan untuk kondisi ginjal, kandung kemih dan kondisi prostat, dan untuk meningkatkan peredaran urin. Ia juga digunakan untuk kolesterol tinggi, asma, osteoarthritis, rematik arthritis, diabetes, sakit perut, dan gangguan pendarahan yang disebut thrombocytopenic purpura.

Orang-orang juga menggunakan alfalfa sebagai sumber vitamin A, C, E, dan K4; dan kalsium mineral, potassium, fosfor, dan zat besi.

 

Bagaimana cara kerjanya?

Tidak ada penelitian yang cukup tentang bagaimana suplemen herbal ini bekerja. Silakan diskusikan dengan ahli herbal atau dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa alfalfa bermanfaat untuk:

  • pengobatan untuk ginjal, kandung kemih, dan gangguan prostat. Daunnya menyebabkan dieresis dan berguna untuk kondisi ini. Vitamin dan mineral alfalfa juga membantu dengan mengurangi gejala penyakit ini
  • pengurangan kolesterol. Saponin dan serat tanaman alfalfa mengikat jumlah kolesterol secara signifikan dalam tes lab; tunas saponin memengaruhi ke tingkat yang lebih rendah. Hasil dari satu penelitian kecil pada manusia menunjukkan bahwa tanaman ini dapat mengurangi tingkat kolesterol

Dosis

Informasi yang disediakan di bawah ini bukanlah pengganti rekomendasi medis. Selalu konsultasikan dengan herbalis atau dokter Anda sebelum mengonsumsi obat ini.

Berapa dosis yang biasa digunakan untuk alfalfa untuk orang dewasa?

Untuk kolesterol tinggi, dosis biasanya yaitu 5-10 g, atau direndam di dalam teh, tiga kali sehari.

Dosis suplemen herbal ini dapat berbeda untuk setiap pasien. Dosis yang digunakan tergantung usia, kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya. Suplemen herbal tidak selalu aman. Silakan diskusikan dengan ahli herbal atau dokter Anda untuk dosis yang sesuai.

 

Dalam bentuk apa saja alfalfa tersedia?

Suplemen herbal ini dapat tersedia dalam beberapa bentuk obat:

  • kapsul
  • tepung
  • ekstrak cairan (dari daun)
  • tapal (dari bibit)
  • tunas
  • tablet

Efek Samping

Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh alfalfa?

Alfalfa dapat menyebabkan beberapa efek samping yaitu:

  • hipotensi
  • fotosensitivitas
  • systemic lupus erythematosus (SLE) – seperti sindrom (dari tunas)
  • perdarahan, dyscrasias darah

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir dengan efek sampingnya, silakan konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter Anda.

 

Keamanan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mengonsumsi alfalfa?

Jangan gunakan alfalfa jika Anda memiliki reaksi alergi terhadapnya.

Orang dengan SLE sebaiknya tidak menggunakan benih alfalfa. Jika Anda memiliki gejala terkait SLE saat menggunakan alfalfa, segera hentikan penggunaannya dan kabari dokter Anda.

Anda sebaiknya berhati-hati jika menggunakan antikoagulan, obat anti-diabetes, estrogen, kontrasepsi (hormonal), dan obat herbal lainnya saat menggunakan alfalfa.

Regulasi yang mengatur penggunaan suplemen herbal tidak seketat peraturan obat-obatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keamanannya. Sebelum menggunakan, pastikan manfaat penggunaan suplemen herbal lebih besar dibandingkan risikonya. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter untuk informasi lebih lanjut.

Seberapa amankah alfalfa?

Karena alfalfa bekerja sebagai stimulan rahim dan hormon, jangan gunakan obat herbal ini saat hamil kecuali di bawah petunjuk ahli herbal berkualitas.

Interaksi

Interaksi seperti apakah yang mungkin terjadi ketika saya mengonsumsi alfalfa?

Suplemen herbal ini dapat berpengaruh dengan obat yang sedang digunakan atau kondisi medis Anda. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter Anda sebelum menggunakannya.

Alfalfa dapat meningkatkan waktu pro-thrombin dan memperpanjang perdarahan saat menggunakannya dengan antikoagulan.

Gunakan alfalfa dengan hati-hati jika digunakan bersamaan dengan obat anti-diabetes (termasuk insulin) karena dapat berpotensi terjadinya hypoglycemic.

Alfalfa dapat mengganggu penggantian terapi hormon atau kontrasepsi hormonal. Anda sebaiknya bilang pada dokter Anda tentang obat atau obat herbal apapun yang sedang digunakan dan tanyakan pada dokter tentang interaksi mereka sebelum menggunakan alfalfa.

Alfalfa meningkatkan risiko penggumpalan ketika digunakan dengan jelatang dan peterseli.

Alfalfa dapat memengaruhi tes kolestorol dan glukosa karena ia mengurangi jumlah kolesterol dalam tubuh.

 

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 20, 2017 | Terakhir Diedit: Januari 20, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan