4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menjalankan puasa tidak akan mengganggu kelancaran produksi air susu ibu (ASI) pada ibu menyusui. Itulah sebabnya, sebenarnya tidak ada larangan bagi ibu menyusui yang kondisi fisiknya sehat, untuk berpuasa sebulan selama penuh. Namun tak ayal. Ketika berpuasa selama masa menyusui ini, Anda tentu ingin tetap memberikan ASI dalam jumlah yang cukup untuk si kecil, ‘kan? Nah, mari simak cara agar produksi ASI tetap lancar meski saat puasa.

Tips melancarkan produksi ASI saat puasa

Selama Anda sehat dan mampu untuk berpuasa di masa menyusui, sebenarnya sah-sah saja. Pasalnya, kualitas ASI tetap akan terjaga karena tubuh punya caranya sendiri untuk menyesuaikan meski tanpa makan dan minum sekitar 13 jam.

Asupan zat gizi makro maupun mikro yang Anda makan saat sahur dan berbuka, akan dibagi berdasarkan kebutuhannya. Ada yang digunakan dan disimpan sebagai energi tubuh, sementara sisanya akan diberikan untuk bayi melalui ASI.

Supaya produksi ASI tetap optimal dan lancar saat puasa, berikut beberapa kiat yang bisa Anda lakukan:

1. Penuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka

kandungan air putih

Melansir dari laman Australian Breastfeeding Association, kekurangan cairan parah atau dehidrasi bisa membuat pasokan ASI menurun. Alhasil, kondisi tentu akan menghambat proses pemberian ASI untuk si kecil.

Tidak menutup kemungkinan, jumlah ASI yang dihasilkan mungkin jauh lebih sedikit atau tidak sebanyak biasanya. Kalau sudah begini, tentu asupan ASI bayi jadi kurang optimal untuk memenuhi kebutuhan hariannya.

Di samping itu, dehidrasi juga dapat mengacaukan kadar normal garam, gula, serta berbagai mineral penting lainnya. Kondisi ini akan membuat berbagai fungsi organ-organ tubuh terganggu, bahkan bisa menimbulkan efek buruk pada tubuh.

Maka itu, meski sedang berpuasa, sebaiknya tetap minum banyak cairan saat sahur dan berbuka guna memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Dengan begitu, produksi ASI bisa tetap tercukupi dengan baik saat puasa.

2. Istirahat yang cukup

tidur menghilangkan rasa sakit

Tak jarang, beberapa ibu menyusui mengalami kurang tidur saat puasa. Hal ini dikarenakan harus bangun di tengah malam saat bayi lapar dan ingin menyusu, kemudian bangun lagi untuk makan sahur. Minimnya waktu tidur biasanya akan membuat ibu menyusui kurang tidur dan mudah lelah.

Oleh karena itu, sebisa mungkin usahakan untuk mengoptimalkan waktu istirahat Anda setiap harinya. Setidaknya, dengan meluangkan sedikit waktu untuk tidur siang setelah selesai menyusui si kecil, agar produksi ASI saat puasa tetap terjaga.

3. Tingkatkan lama waktu dan frekuensi menyusui

makan bawang putih saat menyusui

Saat sedang menyusui, tubuh secara alamiah akan merangsang saraf-saraf pada puting untuk memicu let down reflex. Let down reflex adalah kondisi ketika otot-otot di payudara berkonstraksi, sehingga ASI siap untuk dikeluarkan untuk bayi. Let down reflex akan melepaskan dua jenis hormon, salah satunya merupakan oksitosin. Hormon okstiosin bertugas untuk membuat payudara berkontraksi sehingga memudahkan keluarnya ASI.

Selain itu, perlu meningkatkan frekuensi pemberian ASI. Anda sebaiknya menyusui setiap 3 jam sekali, jika Anda sedang bekerja dan tidak memungkinkan menyusui langsung ke bayi Anda, cobalah untuk mencari celah-celah waktu untuk melakukan pompa ASI setiap 3 jam. Pasalnya produksi ASI di dalam tubuh akan mengikuti aturan “supply and demand” yang artinya payudara akan menghasilkan susu yang lebih banyak saat bayi juga menyusui lebih sering, atau memompa sesuai jadwal.

Itulah mengapa semakin sering atau lama Anda menyusui si kecil saat puasa, maka semakin banyak pula produksi ASI.

4. Konsumsi makanan yang mendukung pengeluaran ASI

Beberapa jenis makanan dipercaya dapat membantu melancarkan produksi ASI. Salah satu sumber makanan yang terkenal berkat manfaatnya dalam produksi ASI yakni sayur-sayuran. Khususnya sayuran dengan daun berwarna hijau, seperti daun katuk, kelor, dan bayam.

Selain itu, kacang almond, kacang arab (chickpeas), biji wijen, minyak atau biji rami (flaxseed), serta jahe juga dinilai baik untuk membantu produksi ASI. Anda tidak perlu khawatir, karena rasa alami dari sumber makanan tersebut tidak akan memengaruhi rasa ASI yang diminum bayi.

Supaya lebih mudah, Anda bisa mengolah sumber makanan tersebut menjadi hidangan lezat sebagai santap sahur maupun berbuka. Akan tetapi, perlu diingat bahwa konsumsi makanan untuk melancarkan produksi ASI saat menyusui juga harus diiringi dengan

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Jamu Pelancar ASI Itu Manjur dan Aman Diminum?

Demi kelancaran produksi ASI, jamu kerap menjadi pilihan para ibu menyusui. Namun sebelumnya, ketahui dulu keefektifan dan keamanan jamu pelancar ASI ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 03/09/2019 . Waktu baca 12 menit

Perlukah Minum Susu Pelancar ASI Selama Menyusui?

Ada beberapa makan dan minuman yang biasanya dikonsumsi untuk membantu meningkatkan produksi ASI. Lantas, bagaimana dengan susu pelancar ASI?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 03/09/2019 . Waktu baca 7 menit

Berapa Lama Waktu Ideal untuk Menyimpan ASI?

Lama waktu penyimpanan ASI tidak selalu sama, karena tergantung dari tempat yang digunakan. Lantas, berapa lama masa ketahanan ASI berdasarkan tempatnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 02/09/2019 . Waktu baca 7 menit

Aturan Menyimpan ASI di Dalam Freezer yang Harus Dipahami Para Ibu

Salah satu tempat yang bisa dipakai untuk menyimpan dan menjaga kualitas ASI yaitu freezer. Memangnya, seberapa tahan lama freezer dapat menyimpan ASI? 

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 27/08/2019 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu menyusui positif coronavirus

Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/04/2020 . Waktu baca 6 menit
ibu dengan diabetes

Bolehkah Ibu Dengan Diabetes Menyusui Bayinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12/11/2019 . Waktu baca 4 menit
asi terlalu banyak

Produksi ASI Terlalu Banyak Juga Tidak Baik, Ini Masalah yang Bisa Muncul

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/10/2019 . Waktu baca 7 menit
suplemen penambah asi

Perlukah Ibu Minum Suplemen Penambah ASI?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 03/09/2019 . Waktu baca 6 menit