4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menjalankan puasa tidak akan mengganggu kelancaran produksi air susu ibu (ASI) pada ibu menyusui. Itulah sebabnya, sebenarnya tidak ada larangan bagi ibu menyusui yang kondisi fisiknya sehat, untuk berpuasa sebulan selama penuh. Namun tak ayal. Ketika berpuasa selama masa menyusui ini, Anda tentu ingin tetap memberikan ASI dalam jumlah yang cukup untuk si kecil, ‘kan? Nah, mari simak cara agar produksi ASI tetap lancar meski saat puasa.

Tips melancarkan produksi ASI saat puasa

Selama Anda sehat dan mampu untuk berpuasa di masa menyusui, sebenarnya sah-sah saja. Pasalnya, kualitas ASI tetap akan terjaga karena tubuh punya caranya sendiri untuk menyesuaikan meski tanpa makan dan minum sekitar 13 jam.

Asupan zat gizi makro maupun mikro yang Anda makan saat sahur dan berbuka, akan dibagi berdasarkan kebutuhannya. Ada yang digunakan dan disimpan sebagai energi tubuh, sementara sisanya akan diberikan untuk bayi melalui ASI.

Supaya produksi ASI tetap optimal dan lancar saat puasa, berikut beberapa kiat yang bisa Anda lakukan:

1. Penuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka

kandungan air putih

Melansir dari laman Australian Breastfeeding Association, kekurangan cairan parah atau dehidrasi bisa membuat pasokan ASI menurun. Alhasil, kondisi tentu akan menghambat proses pemberian ASI untuk si kecil.

Tidak menutup kemungkinan, jumlah ASI yang dihasilkan mungkin jauh lebih sedikit atau tidak sebanyak biasanya. Kalau sudah begini, tentu asupan ASI bayi jadi kurang optimal untuk memenuhi kebutuhan hariannya.

Di samping itu, dehidrasi juga dapat mengacaukan kadar normal garam, gula, serta berbagai mineral penting lainnya. Kondisi ini akan membuat berbagai fungsi organ-organ tubuh terganggu, bahkan bisa menimbulkan efek buruk pada tubuh.

Maka itu, meski sedang berpuasa, sebaiknya tetap minum banyak cairan saat sahur dan berbuka guna memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Dengan begitu, produksi ASI bisa tetap tercukupi dengan baik saat puasa.

2. Istirahat yang cukup

tidur menghilangkan rasa sakit

Tak jarang, beberapa ibu menyusui mengalami kurang tidur saat puasa. Hal ini dikarenakan harus bangun di tengah malam saat bayi lapar dan ingin menyusu, kemudian bangun lagi untuk makan sahur. Minimnya waktu tidur biasanya akan membuat ibu menyusui kurang tidur dan mudah lelah.

Oleh karena itu, sebisa mungkin usahakan untuk mengoptimalkan waktu istirahat Anda setiap harinya. Setidaknya, dengan meluangkan sedikit waktu untuk tidur siang setelah selesai menyusui si kecil, agar produksi ASI saat puasa tetap terjaga.

3. Tingkatkan lama waktu dan frekuensi menyusui

makan bawang putih saat menyusui

Saat sedang menyusui, tubuh secara alamiah akan merangsang saraf-saraf pada puting untuk memicu let down reflex. Let down reflex adalah kondisi ketika otot-otot di payudara berkonstraksi, sehingga ASI siap untuk dikeluarkan untuk bayi. Let down reflex akan melepaskan dua jenis hormon, salah satunya merupakan oksitosin. Hormon okstiosin bertugas untuk membuat payudara berkontraksi sehingga memudahkan keluarnya ASI.

Selain itu, perlu meningkatkan frekuensi pemberian ASI. Anda sebaiknya menyusui setiap 3 jam sekali, jika Anda sedang bekerja dan tidak memungkinkan menyusui langsung ke bayi Anda, cobalah untuk mencari celah-celah waktu untuk melakukan pompa ASI setiap 3 jam. Pasalnya produksi ASI di dalam tubuh akan mengikuti aturan “supply and demand” yang artinya payudara akan menghasilkan susu yang lebih banyak saat bayi juga menyusui lebih sering, atau memompa sesuai jadwal.

Itulah mengapa semakin sering atau lama Anda menyusui si kecil saat puasa, maka semakin banyak pula produksi ASI.

4. Konsumsi makanan yang mendukung pengeluaran ASI

Beberapa jenis makanan dipercaya dapat membantu melancarkan produksi ASI. Salah satu sumber makanan yang terkenal berkat manfaatnya dalam produksi ASI yakni sayur-sayuran. Khususnya sayuran dengan daun berwarna hijau, seperti daun katuk, kelor, dan bayam.

Selain itu, kacang almond, kacang arab (chickpeas), biji wijen, minyak atau biji rami (flaxseed), serta jahe juga dinilai baik untuk membantu produksi ASI. Anda tidak perlu khawatir, karena rasa alami dari sumber makanan tersebut tidak akan memengaruhi rasa ASI yang diminum bayi.

Supaya lebih mudah, Anda bisa mengolah sumber makanan tersebut menjadi hidangan lezat sebagai santap sahur maupun berbuka. Akan tetapi, perlu diingat bahwa konsumsi makanan untuk melancarkan produksi ASI saat menyusui juga harus diiringi dengan

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

Mungkin Anda berpikir Anda bisa bebas makan apa saja setelah melahirkan. Tapi jangan salah, masih ada pantangan makan setelah melahirkan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Melahirkan, Kehamilan 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Pandemi COVID-19 memang meresahkan semua orang, termasuk ibu menyusui. Lantas, bagaimana dengan ibu yang positif terinfeksi coronavirus tetap menyusui?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 21 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Jadwal Menyusui Bayi Beserta Cara Membangunkannya agar Mau Menyusu

Agar kebutuhan gizinya terpenuhi, perhatikan tanda bayi lapar dan kenyang serta cara membangunkan bayi di jadwal menyusui. Apa yang perlu diketahui?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 23 Agustus 2019 . Waktu baca 15 menit

Benarkah Berhubungan Seks Membuat ASI Ibu Berkurang?

Menjadi ibu menyusui bukanlah penghalang bagi Anda untuk berhubungan seks dengan pasangan. Tapi katanya, ini bisa membuat produksi ASI berkurang. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 5 November 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah ibu menyusui

10 Masalah Ibu Menyusui Beserta Cara Mengatasinya yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 16 menit
ASI eksklusif adalah

10 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Seputar ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit
manfaat asi bagi bayi dan ibu kolostrum

Manfaat ASI dan Pentingnya Kolostrum untuk Mendukung Kesehatan Ibu dan Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
Konten Bersponsor
cara menyusui yang benar

Menyusui: Cara, Prosedur, dan Hal Penting yang Perlu Dicatat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit