home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Penyebab Gigi Berlubang yang Sering Dianggap Remeh

9 Penyebab Gigi Berlubang yang Sering Dianggap Remeh

Gigi berlubang alias karies (cavities) merupakan satu dari sekian masalah kesehatan yang paling umum. Siapa pun bisa mengalami gigi berlubang, entah itu bayi, anak-anak, orang dewasa, hingga lansia.

Sebagian orang mungkin mengira hanya mulut yang tidak dibersihkan lah penyebab dari kondisi ini. Yuk, simak lebih lanjut berbagai hal penyebab gigi berlubang selengkapnya di bawah ini.

Kenapa gigi bisa berlubang?

Penyebab gigi berlubang yang paling umum adalah plak. Plak adalah lapisan tipis dan lengket yang terbentuk dari sisa-sisa makanan, air liur, serta jutaan bakteri.

Ketika Anda makan dan minum tapi jarangmembersihkan mulut, plak akan terbentuk di permukaan gigi. Bakteri yang hidup di dalam plak kemudian akan berkembang biak dan menghasilkan asam.

Asam inilah yang akan terus mengikis lapisan terluar gigi (enamel) hingga akhirnya membentuk lubang.

Besar-kecilnya lubang tergantung pada banyaknya plak yang menumpuk di permukaan gigi. Bila lubang masih berukuran kecil atau baru terbentuk, Anda mungkin tidak merasa apa-apa.

Lubang atau rongga berawal dari bentuk yang kecil dan secara bertahap menjadi lebih besar ketika tidak dirawat dengan baik. Tidak adanya rasa sakit di awal membuat Anda tidak sadar dengan masalah gigi ini.

Namun, lain ceritanya bila lubang sudah semakin membesar. Anda mungkin akan lebih sering mengalami sakit nyut-nyutan di area gigi yang bermasalah.

Lubang yang kian membesar juga membuat gigi Anda lebih berisiko terinfeksi atau bahkan lepas (tanggal).

Berbagai penyebab gigi berlubang

Ada banyak penyebab gigi berlubang. Mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi medis yang lebih serius.

Secara umum, beberapa faktor penyebab gigi berlubang di antaranya:

1. Jarang menyikat gigi

Mulut dan gigi yang kotor merupakan penyebab utama kemunculan plak. Selain di permukaan gigi, plak juga dapat terbentuk di sela-sela gigi dan di bawah garis gusi.

Setiap hari plak akan terus terbentuk jika Anda tidak rajin gosok gigi. Plak pada akhirnya membusuk bila dibiarkan terus menumpuk. Akibatnya, gigi Anda akan lebih berisiko berlubang.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk merawat kebersihan gigi dan mulut setiap hari. Sikatlah gigi Anda dua kali sehari, pada pagi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Namun, pastikan juga Anda melakukannya dengan teknik menyikat gigi yang benar, ya.

Sikatlah gigi dengan gerakan memutar secara perlahan dan lembut. Jangan menggosok terlalu kencang karena justru akan merusak lapisan enamel gigi.

2. Makanan dan minuman manis

mengurangi gula

Segala yang manis-manis memang nikmat dan menggoda. Namun, tahukah Anda bahwa makanan dan minuman manis merupakan penyebab gigi berlubang? Ya, ini karena makanan dan minuman manis adalah santapan lezat bagi para bakteri di dalam mulut.

Bakteri-bakteri ini akan menggerogoti sisa-sisa gula yang menempel di permukaan gigi dan menghasilkan asam. Asam ini akan bercampur dengan air liur yang kemudian membentuk plak di permukaan gigi.

Plak yang dibiarkan menumpuk akanmengikis lapisan enamel gigi hingga lama-lama menyebabkan lubang.

Lubang yang semula kecil dapat melebar hingga ke lapisan dalam gigi (dentin) dan bahkan hingga ke pulpa. Pulpa adalah bagian terdalam gigi yang dipenuhi oleh saraf dan pembuluh darah.

Bila lubang sudah mencapai bagian ini, maka Anda akan merasakan sensasi nyeri luar biasa. Bahkan, gigi pun akan terasa sakit ketika dipakai untuk mengunyah makanan.

Anda tak perlu berhenti sepenuhnya makan makanan dan minuman manis sama sekali karena tubuh tetap membutuhkan gula sebagai energi. Anda hanya perlu membatasi porsi dan frekuensi asupan makanan manis setiap hari.

Anda juga bisa merangsang air ludah untuk memberikan mineral pada gigi dengan mengunyah permen karet.

Pilihlah permen karet tanpa gula, dikombinasikan dengan sayuran dan buah-buahan untuk dapat merangsang produksi air liur demi membuang sisa-sisa makanan di gigi.

Agar mineral gigi terpenuhi, Anda bisa mencoba makanan seperti keju, yogurt, dan produk susu lainnya. Makanan tersebut mengandung kalsium dan fosfat yang tinggi untuk menguatkan gigi.

Tentunya yogurt pilihan yang tepat untuk menyamil dibandingkan dengan makanan manis lainnya. Untuk minuman, Anda bisa beralih ke teh hijau atau hitam untuk mengurangi bakteri di mulut. Tapi ingat, teh tersebut tidak dicampur dengan gula.

Pastikan Anda juga rajin membersihkan gigi dan mulut dengan baik sehabis makan yang manis-manis. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari penumpukan plak penyebab gigi berlubang.

3. Makanan dan minuman asam

minum air lemon

Frekuensi paparan asam yang tinggi pada rongga mulut menyebabkan mineral-mineral di dalam gigi lebih cepat hilang, dan mengawali terbentuknya gigi berlubang.

Beberapa contoh paparan asam antara lain mengonsumsi minuman bersoda, minuman energi, jus buah, pempek (dan kuahnya) serta air perasan lemon.

Pada kasus pencegahan gigi berlubang akibat makanan dan minuman asam, yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi frekuensi konsumsinya, terutama kuah pempek dan air perasan lemon.

Setelah mengonsumsi asam, tunggu sekitar 40 menit, lalu sikatlah gigi Anda dengan pasta gigi berfluoride. Meningkatkan konsumsi air mineral hingga 2 liter per hari juga dapat menjaga pH rongga mulut tetap normal.

4. Tidak membersihkan gigi dengan benang

penyebab gigi berlubang

Rutin menyikat gigi saja tidak cukup untuk membersihkan gigi. Seringkali Anda perlu melanjutkannya dengan menggunakan benang gigi (flossing).

Plak penyebab gigi berlubang paling banyak menumpuk di sela-sela gigi. Oleh karena itu, benang gigi dapat membantu secara efektif dalam membersihkan sela-sela gigi yang sulit dijangkau dengan bulu sikat gigi.

Perhatikan juga cara Anda flossing. Masukkan benang ke sela gigi dan gesekkan secara hati-hati. Menarik dan menggesek benang terlalu keras malah dapat melukai gusi.

5. Mulut kering

penyebab gigi berlubang

Tahukah Anda bahwa mulut kering juga bisa jadi penyebab gigi berlubang? Produksi air liur yang sedikit dapat menyebabkan mulut kering. Padahal, air liur penting untuk menjaga kelembapan mulut sekaligus membersihkan sisa-sisa makanan dan plak dari gigi.

Senyawa di dalam air liur juga membantu melawan asam yang diproduksi oleh bakteri. Itu sebabnya, mulut yang kering dapat meningkatkan risiko masalah mulut, mulai dari gigi sensitif, gigi berlubang, dan lain sebagainya.

Salah satu cara efektif untuk mencegah mulut kering adalah dengan banyak minum air putih. Rekomendasi dari Institute of Medicine of the National Academies menunjukan bahwa asupan minum air untuk wanita rata-rata adalah 2,7 liter dan 3,7 liter untuk pria setiap harinya.

Kebutuhan cairan setiap orang mungkin berbeda, tergantung dari usia dan aktivitas mereka sehari-hari.

Namun, para ahli menganjurkan setiap orang untuk segera minum setiap kali merasa haus. Haus merupakan sinyal alami yang dimunculkan tubuh ketika Anda mengalamidehidrasi.

Beberapa orang mungkin enggan minum air putih karena tidak suka dengan rasanya yang tawar. Bila Anda salah satunya, Anda bisa menyiasati dengan menambahkan potongan buah-buahan segar.

Selain lebih sehat, cara ini juga efektif membuat Anda lebih banyak minum air putih.

6. Faktor usia

masalah gigi dan mulut lansia

Anak-anak dan lansia adalah kelompok orang yang paling rentan mengalami gigi berlubang. Pada lansia, proses metabolisme tubuh cenderung akan melambat seiring usia bertambah.

Hal ini membuat orang lanjut usia (lansia) lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk gigi berlubang.

Sejumlah obat yang sedang diminum secara rutin oleh lansia juga bisa menghambat produksi air liur dan menyebabkan mulut kering. Belum lagi pengaruh gaya hidup selama masa muda, seperti merokok dan sering minum alkohol, juga dapat memicu kerusakan gigi di usia tua.

Sementara pada anak-anak, di usia ini mereka sedang gemar-gemarnya makan makanan manis. Entah itu es krim, permen, cokelat, kue, atau minuman manis.

Sayangnya, hobi makan makanan manis sering tidak dibarengi dengan perawatan gigi yang baik. Akibatnya, anak-anak pun rentan mengalamikerusakan gigi di usia dini.

Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk merawat kesehatan gigi dan mulut anak-anak. Sejak dini, pastikan anak-anak sudah diajarkan cara merawat gigi dengan benar.

Jangan lupa, ajak anak rutin periksa ke dokter gigi sejak gigi susu pertamanya muncul.

7. Lokasi gigi

penyebab gigi berlubang

Penyebab kemunculan lubang yang mungkin tidak Anda pernah sangka adalah lokasi gigi. Dalam banyak kasus, lubang lebih sering terbentuk pada gigi bagian belakang, yaitu geraham dan premolar.

Gigi bagian belakang memiliki banyak alur dan celah sehingga sering kali sisa makanan tersangkut di sana. Di samping itu, area gigi belakang juga cenderung lebih sulit dijangkau oleh sikat gigi.

Meski Anda rajin menyikat gigi setiap hari, belum tentu bagian belakang gigi ini tersikat dengan bersih.

Agar seluruh pelosok gigi Anda terjamin bersih, rajinlah kontrol ke dokter gigi untuk membersihkan plak dan karang gigi secara rutin. Biasanya dokter menganjurkan pembersihan plak dan karang gigi denganmetode scaling setiap 6 bulan sekali.

Prosedur ini efektif membersihkan plak penyebab gigi berlubang hingga ke bagian gigi yang sulit dijangkau sikat gigi.

8. Tidur dengan botol susu

mencampur ASI dan susu formula dalam botol

Anak kecil sangat mudah sekali tertidur saat masih menyusu dengan botol susu. Namun, kebiasaan satu ini justru dapat merusak gigi si kecil yang baru saja tumbuh serta menjadi penyebab gigi berlubang.

Gula dalam susu dapat menempel di gigi bayi untuk waktu yang lama. Gula ini kemudian akan diubah menjadi asam oleh bakteri yang ada di dalam mulut.

Permukaan gigi yang terus-terusan terpapar asam lama-lama akan terkikis dan berlubang.

Supaya bayi Anda terbebas dari risiko ini, telatenlah untuk menyeka gusi dan gigi si kecil setelah mereka minum susu. Pastikan juga Anda membersihkan gigi dan gusi si kecil sebelum ia tertidur.

9. Penyakit tertentu

asam lambung
Sumber: Very Well

Orang yang punya riwayat penyakit asam lambung seperti GERD berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi. GERD (refluks asam lambung) menyebabkan asam lambung sering mengalir naik ke kerongkongan sampai mulut.

Nah, perpaduan asam lambung dengan asam yang dihasilkan bakteri di mulut dapat mengikis enamel dan dentin. Bila dibiarkan terus, kondisi ini dapat menyebabkan gigi sensitif dan lama-lama berlubang.

Penyakit anoreksia dan bulimia juga bisa jadi penyebab gigi Anda berlubang. Kedua penyakit ini memengaruhi produksi air liur di dalam mulut.

Hal ini memungkinkan Anda mengalami mulut kering yang menjadi pemicu serta penyebab gigi berlubang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Acid Erosion Causes: Acidic Foods & Drinks | Pronamel®. (2020). Retrieved 19 June 2017, from https://www.pronamel.us/tooth-erosion/causes-of-acid-erosion/ 

Cavities/tooth decay – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 26 March 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cavities/symptoms-causes/syc-20352892 

Does Sugar Cause Cavities? Yes and No. – Dental Care of Stamford. (2016). Retrieved 21 December 2016, from https://www.dentalcarestamford.com/does-sugar-cause-cavities-yes-and-no/ 

How Sugar Affects Your Teeth. (2018). Retrieved 3 September 2020, from https://www.healthyteeth.org/what-about-sugar/ 

The Best and Worst Foods for Your Teeth – Health Encyclopedia – University of Rochester Medical Center . (2020). Retrieved 3 September 2020, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=1&ContentID=4062&_ga=2.250852230.1655594125.1599114565-1171920048.1598515416 

(2020). Retrieved 3 September 2020, from https://www.nationalacademies.org/news/2004/02/report-sets-dietary-intake-levels-for-water-salt-and-potassium-to-maintain-health-and-reduce-chronic-disease-risk#:~:text=The%20report%20set%20general%20recommendations,average%20approximately%203.7%20liters%20(125 

Top 9 Foods That Damage Your Teeth – American Dental Association . (2020). Retrieved 9 June 2017, from https://www.mouthhealthy.org/en/nutrition/food-tips/9-foods-that-damage-your-teeth 

Tooth decay. (2017). Retrieved 26 March 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/tooth-decay/ 

Tooth Decay – American Dental Association. (2020). Retrieved 26 March 2020, from https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/d/decay 

What Are the Effects of Sugar on Teeth?. (2020). Retrieved 21 December 2016, from https://www.colgate.com/en-us/oral-health/conditions/cavities/what-are-the-effects-of-sugar-on-teeth-1214 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 04/11/2020
x