Erosi Gigi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu erosi gigi?

Dental erosion atau erosi gigi adalah proses terkikisnya lapisan enamel gigi yang disebabkan oleh makanan dan minuman atau zat asam yang berasal dari dalam tubuh. 

Enamel adalah salah satu struktur gigi berupa lapisan keras pelindung gigi, yang melindungi lapisan dentin di dalamnya yang bersifat sensitif. 

Apabila lapisan enamel gigi terkikis, maka dentin yang berada di bawahnya akan terekspos dan dapat menyebabkan rasa sakit dan sensitivitas pada penderitanya. 

Seberapa umumkah erosi gigi terjadi?

Erosi pada gigi merupakan sebuah kondisi yang umum terjadi apabila Anda kurang memperhatikan asupan makanan dan minuman, kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta memiliki kondisi kesehatan tertentu yang dapat berpengaruh pada kesehatan gigi.

Umumnya, erosi gigi tidak memerlukan penanganan medis dari dokter gigi. Namun apabila erosi gigi menyebabkan gejala lain, seperti gigi sensitif atau ngilu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala erosi gigi?

Salah satu tanda erosi gigi yang mulai mengikis gigi adalah perubahan tampilan permukaan gigi yang tampak lebih halus dan berkilau. Hal ini juga berpotensi membuat struktur gigi dalam, yakni enamel terekspos dan menjadi sensitif terhadap makanan dan minuman manis, panas, atau dingin.

Selain dari gejala erosi gigi ringan yang hanya menimbulkan gigi sensitif atau ngilu, masalah kesehatan gigi ini juga dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Beberapa tanda-tanda yang perlu Anda waspadai, di antaranya:

  • Perubahan warna gigi: seiring dengan terkikisnya lapisan enamel, dentin akan mulai terekspos sehingga bisa menyebabkan tampilan gigi kuning.
  • Gigi retak dan tidak rata: bagian tepi gigi akan menjadi lebih keras dan berpola tidak beraturan saat lapisan enamel mulai terkikis.
  • Peningkatan sensitivitas: lapisan enamel yang semakin terkikis menyebabkan gigi akan semakin sensitif terhadap makanan manis dan suhu sehingga menimbulkan rasa tak nyaman bagi penderitanya.

Masalah berupa gigi berlubang (karies) juga lebih rentan apabila lapisan enamel makin terkikis. Lubang kecil mungkin tidak menyebabkan masalah apapun.

Namun apabila lubang pada gigi berkembang dan mempengaruhi saraf-saraf kecil di dalamnya, hal ini dapat menyebabkan abses gigi dan infeksi yang sangat menyakitkan.

Erosi gigi kemungkinan juga menimbulkan tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, sebaiknya segera konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter gigi?

Anda mungkin tidak perlu melakukan konsultasi ke dokter apabila rasa gigi ngilu atau sensitif hilang saat Anda menghilangkan faktor risiko dan melakukan perawatan gigi semestinya.

Namun apabila Anda menyadari kondisi abnormal pada gigi, seperti perubahan warna gigi, timbul retakan, dan sensitivitas yang kian meningkat dan terjadi terus-menerus, sebaiknya segera pertimbangkan untuk mengunjungi dokter gigi.

Penyebab

Apa saja penyebab erosi gigi?

Setiap kali Anda mengonsumsi makanan dan minuman asam, hal ini dapat membuat lapisan enamel menjadi lebih lunak dan kehilangan sebagian mineralnya. Kelenjar air ludah berfungsi untuk menetralkan asam dalam mulut dan mengembalikannya ke kondisi normal.

Namun apabila makanan dan minuman asam dikonsumsi terus-menerus serta diikuti dengan perawatan gigi yang tidak sesuai, tentu hal ini akan mempercepat proses erosi pada gigi.

Erosi gigi juga bisa terjadi akibat masalah kesehatan yang dialami oleh penderita, misalnya dari zat asam dalam lambung dan sistem pencernaan. Adapun beberapa penyebab erosi gigi adalah sebagai berikut.

  • Konsumsi minuman ringan berlebih dengan kadar fosfor dan asam sitrat yang tinggi
  • Minuman buah-buahan, dikarenakan beberapa asam dari jenis minuman bersifat korosif
  • Makanan tinggi kandungan gula dan pati
  • Produksi air liur sedikit dan mulut kering (xerostomia)
  • Asam lambung
  • Gangguan pencernaan
  • Obat-obatan, seperti aspirin, antihistamin
  • Kondisi genetik dan turunan
  • Faktor lingkungan, seperti gesekan, keausan, stres, dan korosi

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati erosi gigi?

Jika Anda mengalami rasa sakit atau ngilu saat makan, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut untuk meringankan rasa sakit sebelum melakukan kunjungan ke dokter gigi.

  • Berkumur air hangat untuk mengeluarkan sisa makanan yang tersangkut pada sela dan lubang gigi. 
  • Gunakan benang gigi (dental floss) untuk mengangkat makanan yang tersangkut pada sela-sela gigi.
  • Jangan menggunakan aspirin dengan meletakkan pada gigi yang sakit atau jaringan gusi di sekitarnya. 

Sementara itu untuk kondisi erosi gigi yang cukup parah, dokter gigi akan merekomendasikan untuk memperbaiki struktur gigi yang rusak misalnya melalui proses veneer. Hal ini dapat melindungi gigi dari kerusakan lanjutan yang akan memperparah kondisinya.

Lebih lanjut, sangat penting untuk Anda rutin melakukan pemeriksaan gigi secara setidaknya enam bulan sekali untuk mengetahui tanda-tanda erosi sejak dini, mengetahui penyebab, dan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan.

Pencegahan

Apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mencegah erosi gigi?

Dilansir melalui Oral Health Foundation, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk melindungi enamel gigi dan mencegah erosi gigi, di antaranya:

  • Hanya mengonsumsi makanan dan minuman asam atau minuman bersoda hanya pada saat waktu makan. Hal ini dapat mengurangi jumlah reaksi asam pada gigi.
  • Minum dengan cepat dengan tanpa menahan minuman pada mulut atau “berkumur”. Gunakan sedotan untuk membantu mengantarkan minuman langsung ke belakang mulut, sehingga dapat mengurangi durasi kontak dengan gigi.
  • Mengonsumsi keju atau susu setelah makan, dikarenakan hal dapat mengatasi asam.
  • Mengunyah permen karet bebas gula setelah makan. Hal ini dapat membantu produksi air liur untuk membilas asam yang terbentuk pada mulut setelah makan.
  • Tunggu setidaknya satu jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam sebelum menyikat gigi. Hal ini dapat memberi waktu bagi gigi untuk membangun kandungan mineral kembali.
  • Menyikat gigi dengan benar dan rutin dua kali sehari dengan menggunakan pasta gigi fluoride. Sebaiknya gunakan tipe sikat gigi dengan kepala yang kecil dan bulu sedang ke halus.
  • Jangan buru-buru bilas pasta gigi setelah menyikat gigi, hal ini dimaksudkan agar kandungan fluoride dapat lebih bertahan lama pada gigi.

Selain beberapa langkah pencegahan di atas, Anda juga bisa menerapkan pola hidup sehat dan seimbang, termasuk asupan makanan dan minuman. Selain itu apabila erosi gigi disebabkan masalah kesehatan lain, seperti asam lambung atau mulut kering sebaiknya segera konsultasikan ke dokter Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dry Socket

DefinisiApa itu dry socket? Dry socket adalah kondisi yang menyebabkan rasa sakit yang kadang terjadi setelah pencabutan gigi. Kondisi ini terjadi saat gumpalan darah yang terbentuk pada soket terlepas, sehingga ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Untuk Apa Rutin Melakukan Scaling Gigi? Ketahui Prosedur dan Manfaatnya

Scaling gigi adalah perawatan untuk membersihkan karang gigi. Selain itu, scaling juga memiliki manfaat lainnya. Apa sajakah manfaat scaling gigi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 4 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Perawatan Pulpotomi untuk Gigi, Kapan Sebaiknya Anda Lakukan?

Pulpotomi merupakan salah satu prosedur operasi gigi yang biasanya dilakukan pada anak-anak. Apa itu pulpotomi dan penyebab prosedur ini dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Roby Rizki
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 4 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Gigi Goyang

Gigi goyang adalah masalah gigi yang umum. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegah gigi goyang di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut 2 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan yang harus dihindari saat sakit gigi

Daftar Makanan dan Minuman Penyebab Sakit Gigi yang Harus Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
obat gigi ngilu

Rekomendasi Obat Alami dan Medis untuk Meredakan Ngilu di Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
gigi anak hitam

6 Hal Ini Bisa Sebabkan Gigi Anak Berwarna Hitam, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit