Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sering Membiarkan Anak Tertidur Saat Menyusu? Awas Risiko Karies Botol!

Sering Membiarkan Anak Tertidur Saat Menyusu? Awas Risiko Karies Botol!

Gigi berlubang atau karies adalah masalah gigi yang paling sering dikeluhkan segala usia. Kelompok usia anak-anak yang biasanya paling rentan mengalami karies gigi. Dari beragam jenis karies yang kerap muncul pada anak-anak, karies botol termasuk salah satunya.

Apa itu karies botol?

Nursing bottle caries atau karies botol adalah masalah gigi berlubang yang terjadi ketika sisa minuman masih melekat di gigi anak dalam waktu yang lama. Penumpukan sisa minuman yang mengandung banyak gula ini, akan memicu tumbuhnya bakteri. Lambat laun, bakteri akan menggerogoti plak sisa makanan atau minuman pada gigi.

Bakteri juga memproduksi asam yang dapat mengikis lapisan terluar gigi (enamel gigi), hingga menyebabkan munculnya lubang kecil pada gigi yang lama-lama semakin membesar.

Penyebab karies jenis ini umumnya karena kebiasaan anak yang tertidur saat menyusu. Entah menggunakan botol, sippy cup, maupun ASI. Kebanyakan kasus karies botol terjadi pada gigi depan bagian atas karena deretan gigi tersebut yang paling mudah terkena cairan selama anak menyusui.

Sementara gigi bagian bawah cenderung lebih terlindungi karena sering dibasahi oleh air liur anak serta dihalangi oleh lidah.

Sumber: Dental Hub

Bagaimana tanda ketika anak mengalami karies botol?

Gigi berlubang yang muncul karena pembusukan sisa minuman ini bisa terjadi pada salah satu maupun beberapa gigi sekaligus. Tergantung seberapa banyak jumlah penumpukan sisa minuman pada gigi.

Gejala khas yang muncul biasanya berupa bintik kecoklatan pada gigi yang lama-lama semakin meluas. Jika lubang pada gigi sudah tergolong parah, anak bisa mengalami rasa sakit bahkan gigi membengkak.

Bisakah kondisi ini dicegah?

Jangan khawatir, sebelum botol karies menyerang si kecil sebaiknya cegah terlebih dahulu dengan cara berikut ini:

  • Jangan membiarkan anak tertidur sambil minum susu, jus, maupun minuman manis mengandung gula lainnya melalui botol.
  • Segera bersihkan mulut, gusi, dan gigi anak menggunakan lap bersih sesaat setelah makan dan minum.
  • Apabila gigi anak sudah tumbuh, ajarkan anak untuk rajin menyikat gigi dengan cara yang benar
  • Mulai ajarkan anak minum susu pakai gelas kecil, sebelum usianya dua tahun
  • Pastikan anak rutin periksa gigi, bahkan sejak usia satu tahun

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Is Baby Bottle Tooth Decay? https://www.webmd.com/oral-health/guide/what-is-baby-bottle-tooth-decay#1 Diakses pada 8 November 2018.

Nursing Caries (Nursing Bottle Caries). https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=nursing-bottle-caries-90-P01844 Diakses pada 8 November 2018.

Baby Bottle Tooth Decay (Infant Caries). https://www.healthline.com/health/tooth-decay-early-childhood Diakses pada 8 November 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 26/03/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x