Tak Cuma Bikin Haus dan Lemas, Dehidrasi Juga Bisa Sebabkan Infeksi di Mulut

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kondisi mulut kering akibat dehidrasi dapat berdampak buruk bagi kelenjar air liur di mulut dan menjadi faktor meningkatnya penyakit yang menyerang kelenjar air liur. Salah satunya adalah infeksi kelenjar air liur atau sialadenitis. Mengapa bisa begitu dan apakah ini berbahaya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Apa itu sialadenitis?

Sialadenitis adalah infeksi yang menyerang salah satu kelenjar air liur utama, yaitu kelenjar submandibular. Penyakit ini dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu sialadenitis akut (jangka pendek) dan sialadenitis kronis (jangka panjang) yang sering terjadi pada orang dewasa. Akan tetapi, bayi yang berusia satu minggu setelah dilahirkan pun bisa terkena penyakit ini.

Penyebab dan faktor risiko sialadenitis

Sialadenitis akut terjadi akibat adanya bakteri Staphylococcus aureus dan berbagai bakteri Strain streptococcus. Sedangkan pada sialadentitis kronis lebih mungkin disebabkan oleh penyumbatan dibandingkan dengan infeksi. Penyumbatan tersebut terjadi akibat adanya campuran garam, protein dan kalsium karbonat yang mengkristal (kalkulus saliva). Jika terus bertambah parah akan menyebabkan penurunan aliran air liur dan peradangan kronis dan dapat memengaruhi kelenjar air liur lain, yaitu parotis.

Selain itu, dehidrasi dan kondisi mulut kering merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan sialadenitis. Oleh karena itu, kondisi ini lebih sering terjadi pada individu yang sudah sakit atau pemakaian obat yang menyebabkan mulut kering. Ada beberapa kondisi medis juga dapat meningkatkan risiko sialadenitis, seperti:

Mengapa mulut kering meningkatkan risiko sialadenitis?

Air liur penting untuk melumasi mulut, membantu menelan, melindungi gigi Anda dari bakteri, dan membantu pencernaan makanan. Jika Anda mengalami dehidrasi, otomatis kondisi mulut Anda akan menjadi kering dan kelenjar air liur juga mengalami penurunan dalam menghasilkan air liur.

Tanpa dialiri air liur, bakteri yang terdapat pada kelenjar air liur semakin bertumpuk dan dapat menyebabkan infeksi. Oleh karena itu, dehidrasi yang menyebabkan mulut kering dapat menjadi faktor meningkatnya risiko sialadenitis.

Gejala sialadenitis

Gejala sialadentitis akut dapat meliputi:

  • Nyeri dan pembengkakan pada kelenjar yang terkena, biasanya di bawah dagu
  • Terdapat benjolan lembut di atas kelenjar yang terkena dan terlihat kemerahan
  • Jika area kelenjar tersebut digosok dapat mengeluarkan nanah (abses)
  • Demam atau menggigil

Gejala sialadentitis kronis dapat meliputi:

  • Nyeri pada bagian kelenjar yang dikenai saat makan
  • Bisa terjadi pembengkakan namun bisa mengempis
  • Nyeri saat ditekan

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

Dilansir dari Verywell.com, diagnosis sialadentitis akut dapat dilakukan dengan melihat riwayat kesehatan, gejala yang muncul, dan pemeriksaan dokter. Jika dokter Anda bisa mendapatkan sampel nanah dari kelenjar yang terkena, sampel tersebut bisa dikirim ke laboratorium untuk mengetahui penyebab infeksinya. Informasi ini berguna dalam menentukan pengobatan terbaik.

Sialadentitis kronis didiagnosis dengan cara yang mirip dengan sialadentitis akut, namun penekanan lebih lanjut harus dilakukan. Pencitraan dengan ultrasound atau CT scan mungkin bisa membantu. Juga saat diuji dokter jika kelenjar yang terkena dipijat biasanya tidak akan menghasilkan air liur apapun.

Bagaimana pengobatan dan pencegahannya?

Untuk pengobatan sialadenitis dokter mungkin memberikan resep obat antibiotik. Di rumah, Anda juga boleh mengompres bagian kulit di atas kelenjar dengan air hangat kemudian memijatnya pelan-pelan. Pada kasus sialadenitis kronis, dapat dilakukan pembedahan, yaitu mengangkat kalkulus saliva.

Mengembalikan aliran air liur yang tepat juga sangat penting dalam pengobatan sialadentitis akut. Hal ini paling baik dicapai dengan meminum banyak cairan, dan makan, minum, atau mengisap hal-hal yang merangsang aliran air liur, misalnya obat pelega tenggorokan atau obat tetes batuk.

Jika Anda sedang sakit dan menggunakan obat-obatan yang menyebabkan mulut kering, Anda perlu berbicara dengan dokter untuk mengganti obat yang berbeda atau cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi efek samping ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Penyebab Mulut Kering Selain Dehidrasi yang Perlu Diketahui

Mulut kering wajar terjadi saat Anda merasa haus atau dehidrasi. Selain itu, mulut kering bisa disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan, lho.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 27 November 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 19 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit

Agar Mulut Tak Bau, Haruskah Sikat Gigi Lebih Sering Selama Puasa?

Sering menyikat gigi tidak menjamin kesegaran atau terhindar dari bau mulut saat puasa. Baca rekomendasi frekuensi sikat gigi saat puasa di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
Frekuensi sikat gigi saat puasa dan pemilihan pasta gigi yang tepat dapat menjaga kesegaran mulut dan meminimalisasi bau mulut saat puasa
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 13 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Tips Menjaga Mulut Tetap Segar Saat Puasa di Bulan Ramadan

Kondisi mulut saat puasa mungkin terasa kurang segar. Untuk menghindari hal ini, berikut tips yang dapat Anda lakukan agar mulut tetap segar saat puasa!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
mulut segar saat puasa
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Keracunan Matahari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mulur kering xerostomia adalah

Xerostomia (Mulut Kering)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit
kolera

Kolera

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 12 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
cara mengatasi mulut kering

10 Cara Ampuh Mengatasi Masalah Mulut Kering

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 7 menit