Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

2

ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

7 Pilihan Obat Antibiotik untuk Mengatasi Sakit Gigi

    7 Pilihan Obat Antibiotik untuk Mengatasi Sakit Gigi

    Jika minum obat sakit gigi biasa saja tidak ampuh, Anda mungkin butuh antibiotik untuk mengobati sakit gigi. Namun, antibiotik hanya akan diresepkan dokter untuk kasus sakit gigi yang disebabkan oleh infeksi.

    Tanda-tanda infeksi pada gigi yakni gusi yang bengkak, meradang, dan bahkan muncul kantong nanah (abses gigi). Apa saja pilihan antibiotik untuk sakit gigi yang umum diresepkan dokter?

    Pilihan antibiotik untuk sakit gigi

    obat sakit gigi

    Antibiotik mempunyai fungsi untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Obat ini terbagi menjadi beberapa golongan atau kelas. Setiap golongan antibiotik memiliki cara kerja yang berbeda untuk melawan bakteri penyebab penyakit gusi dan gigi.

    Secara umum, antibiotik bekerja dengan melawan, memperlambat, atau membunuh pertumbuhan bakteri jahat di dalam tubuh. Mengobati kerusakan gigi bertujuan untuk mencegah komplikasi. Maka dari itu, dibutuhkan antibiotik untuk membunuh infeksi.

    Ada banyak sekali pilihan obat antibiotik untuk mencegah infeksi. Berikut beberapa jenis antibiotik yang sering diresepkan dokter untuk mengobati sakit gigi karena infeksi bakteri.

    1. Penisilin

    Penisilin kerap digunakan sebagai pengobatan lini pertama pada infeksi yang menyerang gigi dan jaringan sekitarnya (infeksi odontogenik). Pasalnya, obat ini dianggap sangat efektif dan memiliki risiko efek samping yang rendah.

    Obat ini bekerja dengan melawan beragam kuman yang menyebabkan infeksi di dalam mulut, terutama dari golongan bakteri gram negatif.

    Beberapa obat yang termasuk dalam jenis ini antara lain penisilin V, amoksisilin, dan co-amoxiclav. Terkadang, dokter bisa menggabungkan resep obat ini dengan jenis antibiotik lainnya, misalnya seperti kombinasi antara amoksisilin dan metronidazol.

    Namun, penisilin bisa menyebabkan berbagai efek samping pada pasien tertentu, termasuk ruam, mual, dan iritasi lambung. Bila Anda memiliki alergi atau masalah hipersensitivitas, dokter akan memberikan klindamisin sebagai pengganti penisilin.

    2. Sefalosporin

    Selain penisilin, antibiotik jenis sefalosporin juga dapat menjadi pilihan untuk mengobati sakit gigi. Sefalosporin merupakan obat antibiotik jenis beta-laktam yang bekerja dengan cara merusak dinding sel bakteri dan menghambat pertumbuhannya.

    Obat sefalosporin biasanya dikombinasikan dengan metronidazol. Keduanya akan melawan bakteri aerob (hidup dengan oksigen) dan bakteri anaerob (bisa hidup tanpa oksigen).

    Lagi-lagi, obat ini bisa menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, atau sariawan bila Anda memiliki alergi terhadap kandungan obat. Maka dari itu, pastikan Anda memberi tahu dokter mengenai alergi yang Anda miliki.

    3. Metronidazol

    Metronidazol tergolong dalam kelas antibiotik nitromidazol yang diresepkan untuk golongan bakteri tertentu. Biasanya, metronidazol diberikan bersama antibiotik golongan penisilin untuk mengobati sakit gigi.

    Obat ini memiliki aktivitas bakterisida alias mampu membunuh bakteri. Resep kombinasi metronidazol dengan penisilin juga direkomendasikan untuk pengobatan infeksi periodontal, seperti periodontitis.

    Antibiotik untuk sakit gigi ini akan bekerja optimal bila digunakan teratur sesuai yang dianjurkan dokter, biasanya dengan dosis 500–750 mg setiap delapan jam. Oleh sebab itu, minumlah obat ini pada waktu yang sama setiap hari.

    Bila Anda mudah merasa mual, dokter akan meresepkan obat untuk membantu mencegahnya. Jadi, Anda bisa minum obat pencegah mual sebelum makan, lalu minum obat antibiotik setelah selesai makan.

    4. Erythromycin

    erythromycin / eritromisin

    Erythromycin (eritromisin) dapat diresepkan dokter bila Anda memiliki alergi terhadap antibiotik golongan penisilin. Obat ini masuk dalam golongan antibiotik makrolid.

    Sama seperti obat antibiotik untuk sakit gigi lainnya, eritromisin melawan dan menghentikan pertumbuhan bakteri dalam mulut yang menjadi penyebab sakit gigi.

    Eritromisin sebaiknya diminum sebelum makan. Pasalnya, obat ini akan lebih mudah diserap ketika lambung dalam keadaan kosong. Akan tetapi, jika Anda merasa mual, Anda bisa mengonsumsi obat ini sambil makan atau minum susu.

    5. Klindamisin

    Klindamisin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan antibiotik lincomycin. Obat ini sering digunakan untuk mengobati jerawat.

    Namun, dokter juga dapat meresepkan obat ini untuk mengatasi sakit gigi. Klindamisin tersedia dalam banyak bentuk, seperti kapsul, sirup, gel, dan losion.

    Klindamisin akan diberikan bila pasien sensitif terhadap obat-obatan sebelumnya. Obat juga diresepkan bila antibiotik golongan penisilin tidak ampuh untuk mengobati sakit gigi Anda.

    Klindamisin memiliki khasiat yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan penisilin dan metronidazol. Selain itu, tingkat resistensi bakteri terhadap penisilin juga lebih tinggi.

    6. Tetrasiklin

    Obat antibiotik tetrasiklin juga bisa digunakan untuk mengobati sakit gigi karena penyakit gusi (periodontitis). Obat ini bekerja dengan optimal bila diminum dalam keadaan perut kosong.

    Minum obat ini sampai habis sesuai masa konsumsi yang telah diresepkan dokter. Menghentikan pengobatan tanpa izin dokter dapat membuat infeksi gusi semakin parah.

    Bila Anda melupakan satu dosis dan jarak waktu mengonsumsi obat berikutnya masih lama, minumlah obat ini sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, Anda bisa melewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal obat biasa.

    7. Azitromisin

    Jenis antiobiotik untuk sakit gigi yang satu ini dapat melawan berbagai macam bakteri sekaligus menghentikan pertumbuhannya. Azitromisin mungkin efektif untuk mengobati beberapa infeksi gigi.

    Namun, biasanya dokter akan meresepkan obat ini jika Anda alergi pada antibiotik jenis penisilin dan klindamisin. Dosis azitromisin yakni 500 mg setiap 24 jam dan harus dikonsumsi selama tiga hari berturut-turut.

    Tidak semua orang butuh antibiotik untuk sakit gigi

    dokter gigi

    Anda tak boleh asal minum antibiotik untuk mengatasi sakit gigi. Alih-alih cepat sembuh, penggunaan antibiotik yang tidak tepat justru membuat kondisi Anda semakin memburuk.

    Penting untuk dipahami bahwa tidak semua masalah gigi dan mulut membutuhkan pengobatan antibiotik. Umumnya, antibiotik dibutuhkan bila:

    • Anda menunjukkan tanda-tanda infeksi gusi atau gigi meliputi demam tinggi, pembengkakan, peradangan, hingga muncul abses di bagian gigi yang bermasalah,
    • infeksi gigi menyebar ke bagian tubuh lain, atau
    • Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, entah karena faktor usia atau punya riwayat medis tertentu.

    Sebelum meresepkan obat antibiotik, dokter akan memeriksa kondisi mulut Anda terlebih dahulu. Dokter akan mengamati gigi, gusi, dan rongga mulut Anda secara menyeluruh.

    Selama pemeriksaan, dokter biasanya akan menanyakan seputar riwayat kesehatan dan kebiasaan Anda dalam menyikat gigi.

    Pastikan Anda memberi tahu dokter tentang riwayat medis yang Anda miliki, termasuk jika Anda punya riwayat alergi terhadap jenis antibiotik tertentu.

    Selain itu, beri tahu dokter juga perihal obat-obatan yang rutin Anda minum setiap hari. Termasuk di antaranya vitamin, suplemen makanan, obat resep dari dokter, obat bebas, hingga obat alami untuk sakit gigi.

    Aturan minum antibiotik untuk sakit gigi

    obat

    Minumlah obat antibiotik sesuai dengan yang dianjurkan dokter. Supaya obat bekerja lebih optimal, minum obat pada waktu yang sama setiap harinya.

    Anda tidak boleh menambahkan atau mengurangi dosis obat tanpa persetujuan dokter. Jadi, jangan berhenti minum antibiotik meski gejala yang Anda alami sudah hilang atau kondisi Anda mulai membaik.

    Sebaliknya, tetap lanjutkan minum obat sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter.

    Penggunaan antibiotik untuk mengatasi sakit gigi disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, keparahan penyakit, dan respons pengobatan. Hindari memberikan obat ini pada orang lain meski mereka juga memiliki gejala yang sama dengan Anda.

    Perlu diketahui, penggunaan antibiotik dengan sembarangan dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Jika sudah begini, penyakit yang Anda alami akan lebih sulit untuk diobati. Jadi, berhati-hatilah dalam menggunakan antibiotik.

    Jangan ragu untuk bertanya langsung kepada dokter bila Anda belum memahami betul penggunaan antibiotik. Tanyakan juga ke dokter bila Anda lupa berapa banyak obat yang harus diminum setiap harinya.

    Bila Anda mengalami keluhan tertentu, segera laporkan ke dokter. Dokter dapat mengubah dosis atau jenis obat yang Anda minum.


    Sering sakit gigi atau punya gigi sensitif?

    Yuk gabung Komunitas Gigi Mulut agar kamu bisa tanya dokter atau berbagi cerita bersama member lainnya.


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Ahmadi, H., Ebrahimi, A., & Ahmadi, F. (2021). Antibiotic Therapy in Dentistry. International journal of dentistry, 2021, 6667624. Retrieved March 14, 2022.

    The Effects of Antibiotics on Toothache Caused by Inflammation or Infection at The Root of The Tooth in Adults. (2018). Cochrane. Retrieved March 14, 2022, from https://www.cochrane.org/CD010136/ORAL_effects-antibiotics-toothache-caused-inflammation-or-infection-root-tooth-adults

    Ogbru, Annete. Medications Used in Dentistry on RxList.com. (2020). Retrieved 20 March 2020, from https://www.rxlist.com/dental_medications/drug-class.htm#Antibiotics

    Useful Medications for Oral Condition. (n.d.). AmericanAcademy of Pediatric Dentistry. Retrieved March 14, 2022, from https://www.aapd.org/globalassets/media/policies_guidelines/r_usefulmeds.pdf

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui May 05
    Ditinjau secara medis oleh drg. Farah Nadiya
    Next article: