Syok Anafilaktik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu syok anafilaktik?

Syok anafilaktik adalah suatu reaksi alergi yang dapat menyebabkan kehilangan kesadaran atau bahkan kematian. Kondisi ini terjadi apabila pasien alergi terhadap makanan, obat-obatan, bisa serangga, dan lateks. Reaksi ini dapat terjadi dalam hitungan detik atau menit dari paparan agen alergi, di mana tekanan darah pasien turun secara tiba-tiba dan saluran udara terhambat dan mengganggu pernapasan.

Tanda-tanda dan gejala dari anafilaktik meliputi detak jantung yang cepat dan lemah, ruam pada kulit, mual dan muntah.

Pasien dengan syok anafilaksis harus segera dibawa ke bagian gawat darurat dan mendapat suntikan epinefrin.

Seberapa umumkah syok anafilaktik?

Syok anafilaktik cukup sering ditemukan, terjadi pada hingga 2% dari populasi. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Syok anafilaktik dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala syok anafilaktik?

Gejala umum dari syok anafilaktik adalah:

  • Reaksi pada kulit, seperti gatal-gatal, kulit memerah atau pucat
  • Perasaan hangat
  • Sensasi gumpalan di tenggorokan
  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung yang lemah dan cepat
  • Mual, muntah, atau diare
  • Pusing atau pingsan

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda perlu segera mencari bantuan darurat medis apabila mengalami reaksi alergi yang serius seperti yang dicantumkan di atas. Walau jika gejala membaik setelah menggunakan suntikan epinefrin, pasien perlu segera dibawa ke bagian gawat darurat untuk memastikan gejala tidak kembali lagi.

Atur pertemuan dengan dokter apabila mengalami serangan alergi serius atau tanda-tanda dan gejala syok anafilaksis di masa lalu.

Penyebab

Apa penyebab syok anafilaktik?

Ada banyak agen alergi utama yang dapat memicu syok anafilaktik, seperti:

  • Obat-obatan tertentu, terutama penicillin
  • Makanan, seperti kacang-kacangan, gandum (pada anak-anak), ikan, kerang, susu dan telur
  • Sengatan serangga dari lebah, tawon, pikat, atau semut api

Penyebab syok anafilaksis yang lebih jarang meliputi:

  • Lateks
  • Obat-obatan: aspirin, ibuprofen, naproxen, cairan kontras yang digunakan pada beberapa tes X-Ray
  • Olahraga: aktivitas aerobik, makan sebelum berolahraga, berolahraga saat panas, dingin atau lembap

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk syok anafilaktik?

Ada banyak faktor risiko untuk syok anafilaktik, yaitu:

  • Riwayat pernah syok anafilaksis sebelumnya
  • Alergi atau asma
  • Riwayat keluarga

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis syok anafilaktik?

Syok anafilaktik didiagnosis dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai:

  • Sejarah makanan yang dikonsumsi
  • Obat-obatan yang dikonsumsi
  • Sejarah alergi di mana kulit Anda terekspos dengan lateks
  • Sengatan dari jenis serangga tertentu

Dokter mungkin juga akan meminta tes kulit atau tes darah untuk mendiagnosis alergi. Anda perlu mencatat daftar lengkap tentang apa yang Anda konsumsi untuk membantu dokter mengidentifikasi penyebab kondisi Anda.

Tes juga dapat dilakukan untuk mengeliminasi kondisi lain dengan gejala yang serupa. Beberapa kondisi yang memiliki gejala serupa seperti syok anafilaktik adalah:

  • Tes untuk kelainan kejang
  • Kondisi selain alergi yang menyebabkan kulit memerah atau gejala pada kulit lainnya
  • Mastocytosis, kelainan sistem imun
  • Isu psikologis, seperti serangan panik
  • Masalah jantung atau paru-paru.

Bagaimana cara mengobati syok anafilaktik?

Obat-obatan dapat diberikan pada keadaan darurat, seperti:

  • Epinefrin (adrenalin): mengurangi respon alergi tubuh
  • Oksigen: membantu pernapasan
  • Antihistamin dan cortisone yang disuntikkan melalui vena: mengurangi peradangan saluran udara dan meningkatkan pernapasan
  • Beta-agonist (sebagai contoh albuterol): meringankan gejala pernapasan

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi syok anafilaktik?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi syok anafilaktik:

  • Hindari pemicu alergi sebisa mungkin
  • Bawa epinefrin yang dapat digunakan sendiri, jika memungkinkan
  • Minum prednisone atau antihistamin
  • Berhati-hati terhadap serangga yang menyengat
  • Membaca label pada kemasan makanan yang Anda beli dan konsumsi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Sinusitis

    Sinusitis adalah penyakit yang diderita banyak orang di Indonesia. Cari tahu obat sinusitis, penyebab, ciri, pengobatan dan gejala sinusitis lainnya.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan THT, Gangguan Hidung 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

    Pityriasisrosea

    Pityriasisrosea merupakan ruam kulit yang lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan. Kapan harus mengunjungi dokter bila merasakan gejalanya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 25 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Konjungtivitis

    Konjungtivitis adalah peradangan pada selaput tipis antara kelopak mata dan sklera (konjungtiva). Kondisi ini menyebabkan mata merah, gatal, dan berair.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

    Sering Berenang? Waspada 5 Bahaya Kaporit Dalam Kolam Renang

    Fungsi kaporit pada air kolam renang adalah untuk membunuh bakteri-bakteri dalam air dan juga menjernihkan air. Tapi, awas bahayanya yang bisa merusak mata

    Ditulis oleh: Tiara Putri
    Kesehatan, Informasi Kesehatan 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    polip hidung

    Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
    hidung meler

    7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
    gejala alergi kulit

    Selain Gatal, Ini Gejala Alergi pada Kulit Lainnya yang Perlu Anda Ketahui

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    Tes Tempel ( Skin Patch Test)

    Tes Tempel (Skin Patch Test)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit