Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

2

ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Jarang Disadari, Pahami 14 Efek Buruk Sering Berhubungan Seks bagi Kesehatan

    Jarang Disadari, Pahami 14 Efek Buruk Sering Berhubungan Seks bagi Kesehatan

    Berhubungan seks memang memberikan banyak manfaat untuk kesehatan, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental. Namun, terlalu sering bercinta ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Apa saja efek sering berhubungan seks?

    Efek terlalu sering berhubungan yang buruk untuk kesehatan

    Berhubungan seks memang merupakan aktivitas yang menyenangkan bagi beberapa orang. Meski begitu, terlalu sering berhubungan seks juga tidak baik untuk kesehatan.

    Berikut efek samping sering berhubungan intim bagi kesehatan yang perlu diwaspadai.

    1. Lecet pada area genital

    Berhubungan intim terlalu sering dapat menyebabkan lecet pada area genital. Ini terjadi karena terlalu banyak gesekan pada alat kelamin, terlebih jika penetrasi dilakukan dengan kasar.

    Lecet bisa membuat Anda dan pasangan tidak nyaman untuk berhubungan intim dengan posisi tertentu. Bukan hanya lecet, area genital berisiko mengalami memar yang terasa menyakitkan.

    2. Nyeri dan pembengkakan vagina

    efek sering berhubungan bisa sebabkan gatal pada vagina

    Jika terlalu sering dilakukan, efek samping setelah berhubungan intim bagi wanita bisa memicu rasa tak nyaman pada vagina. Gesekan yang terlalu sering akan membuat vagina terasa nyeri.

    Dalam beberapa kasus, vagina bahkan bisa mengalami pembengkakan. Meski begitu, kedua kondisi tersebut juga bisa dipicu faktor lain, seperti:

    3. Dehidrasi

    Berhubungan seks merupakan aktivitas fisik, yang membuat Anda berkeringat dan kehilangan banyak cairan. Saat dilakukan terlalu sering tanpa istirahat, Anda berisiko mengalami dehidrasi.

    Kemungkinan dehidrasi akan meningkat jika Anda minum alkohol sebelum atau saat bercinta. Minuman ini mengganggu produksi hormon antidiuretik, yang membantu penyerapan cairan.

    4. Infeksi saluran kencing (ISK)

    Efek samping hubungan badan setiap hari dapat menyebabkan infeksi saluran kencing. Kondisi ini ditandai adanya rasa tidak nyaman dan sakit pada saat buang air kecil.

    Wanita lebih rentan mengalami ISK. Ini terjadi karena posisi vagina berada sangat dekat dengan kandung kemih,

    Ketika aktivitas seks dilakukan terlalu sering, bakteri dari vagina bisa masuk ke dalam kandung kemih melalui saluran uretra. Akibatnya, Anda berisiko mengalami infeksi saluran kencing.

    5. Nyeri punggung bawah

    Seks terlalu sering membuat Anda berisiko mengalami nyeri pada punggung bawah. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.

    Selain itu, Anda dan pasangan juga menjadi tidak leluasa saat kembali bercinta. Agar nyeri tidak bertambah parah, hindari posisi seks memberikan banyak tekanan pada punggung.

    6. Cedera saraf

    Terlalu sering berhubungan seks dapat memicu efek cedera saraf. Saat kondisi ini terjadi, ada baiknya berhenti melakukan hubungan intim untuk sementara waktu.

    Hindari juga memberi terlalu banyak rangsangan pada lokasi yang sama saat bercinta. Jika terlalu sering dilakukan, kebiasaan tersebut bisa menimbulkan masalah pada saraf.

    7. Masalah orgasme

    Efek sering berhubungan dapat membuat pria kesulitan mencapai orgasme. Umumnya, kondisi ini terjadi akibat kelelahan atau berkurangnya jumlah sperma.

    Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir karena kondisi tersebut normal terjadi. Tubuh membutuhkan waktu untuk mengisi ulang energi sebelum Anda kembali melakukan seks.

    8. Penurunan penglihatan

    efek sering berhubungan dapat sebabkan gangguan penglihatan

    Terlalu banyak berhubungan intim juga dapat meningkatkan risiko penurunan penglihatan. Hal tersebut terjadi saat pembuluh darah di mata pecah selama aktivitas seksual.

    Temuan ini disampaikan dalam penelitian yang dirilis di Journal of Glaucoma. Dalam penelitian, disebutkan seorang pria kehilangan penglihatan pada satu mata saat berhubungan seks.

    Meski begitu, kondisi tersebut hanya berlangsung sementara. Penglihatannya kembali normal setelah melalui perawatan laser iridotomi.

    9. Otot tegang

    Seperti aktivitas fisik lainnya, aktivitas seksual dapat menyebabkan otot tegang. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit pada bagian tubuh yang terdampak.

    Dalam beberapa kasus, otot tegang dapat membuat Anda bergerak. Bila hal ini terjadi, Anda mungkin diminta untuk menjauhi seks sementara waktu hingga otot kembali pulih.

    10. Kelelahan

    Meski bukan efek yang berbahaya, kelelahan akibat berhubungan intim terlalu sering dapat memengaruhi kualitas hidup. Akibatnya, aktivitas sehari-hari pun menjadi terganggu.

    Habisnya energi saat kelelahan membuat Anda sulit beraktivitas seperti biasa. Tidak hanya penurunan performa, kondisi ini juga berdampak buruk bagi hubungan dengan orang lain.

    11. Rambut rontok

    Ketidakseimbangan hormon seks dapat membuat rambut rontok. Saat bercinta, kadar hormon dihydrotestosterone (DHT) dalam tubuh meningkat.

    Jumlah hormon DHT yang berlebih bisa menjadi penyebab rambut rontok. Ini terjadi karena hormon DHT membunuh folikel rambut dan menyebabkan pola kebotakan pada pria.

    12. Imunitas lemah

    Kekebalan tubuh dapat melemah jika Anda terlalu sering bercinta. Efek sering berhubungan Ini karena terjadi karena hubungan seks melepaskan hormon prostaglandin E2 ke aliran darah.

    Jika diproduksi secara berlebihan, hormon ini bisa menyebabkan masalah-masalah seperti:

    • melemahnya kekebalan tubuh,
    • rusaknya jaringan,
    • nyeri saraf dan otot, serta
    • kurangnya rangsangan seksual.

    13. Serangan jantung

    Berhubungan seks sebenarnya baik untuk kesehatan jantung. Namun, jika dilakukan terlalu sering, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

    Kondisi ini biasanya terjadi saat hubungan seks tetap dilakukan meski gejalanya sudah terasa. Hindari berhubungan seks ketika Anda mengalami gejala seperti angina atau nyeri dada.

    14. Penis patah

    Efek samping lainnya akibat terlalu sering berhubungan intim adalah penis patah. Kondisi ini jarang terjadi, tetapi risikonya tentu akan meningkat jika hubungan seks dilakukan terlalu sering.

    Penis patah ditandai dengan suara gemeretak yang diikuti dengan hilangnya ereksi. Anda juga akan menemukan bengkak di pangkal penis atau skrotum.

    Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera. Jika tidak ditangani, penis patah dapat membuat bentuk penis melengkung dan disfungsi ereksi.

    Jika Anda mengalami kondisi-kondisi di atas, segera berkonsultasi ke dokter. Penanganan sedini mungkin membantu mencegah kondisi Anda bertambah parah.


    Punya pertanyaan atau cerita kehamilan?

    Yuk, gabung komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan dapatkan info menarik seputar kehamilan.


    Kalkulator Masa Subur

    Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

    Kalkulator Masa Subur

    Kalkulator Masa Subur

    Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

    Kalkulator Masa Subur

    Berapa lama siklus haid Anda?

    (hari)

    28

    Berapa lama Anda haid?

    (hari)

    7

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Compulsive sexual behavior – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 27 September 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/compulsive-sexual-behavior/symptoms-causes/syc-20360434#

    Penis fracture: Is it possible?. (2022). Retrieved 27 September 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/sexual-health/expert-answers/penis-fracture/faq-20058154

    Sex: Making the Right Decision – familydoctor.org. (2022). Retrieved 27 September 2022, from https://familydoctor.org/sex-making-the-right-decision/

    Why does sex hurt?. (2018). Retrieved 27 September 2022, from https://www.nhs.uk/common-health-questions/sexual-health/why-does-sex-hurt/

    Hair Loss – Harvard Health. (2018). Retrieved 27 September 2022, from https://www.health.harvard.edu/a_to_z/hair-loss-a-to-z

    Sex and your heart – Harvard Health. (2013). Retrieved 27 September 2022, from https://www.health.harvard.edu/womens-health/sex-and-your-heart

    Lee, M., Odel, J., Rudich, D., & Ritch, R. (2016). Vision Loss With Sexual Activity. Journal Of Glaucoma, 25(1), e46-e47. doi: 10.1097/ijg.0000000000000165

    Ricciotti, E., & FitzGerald, G. (2011). Prostaglandins and Inflammation. Arteriosclerosis, Thrombosis, And Vascular Biology, 31(5), 986-1000. doi: 10.1161/atvbaha.110.207449

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Bayu Galih Permana Diperbarui 2 days ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
    Next article: