home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Seks Terlalu Sering Juga Tidak Baik! Kenali Kemungkinan Efek Sampingnya

Seks Terlalu Sering Juga Tidak Baik! Kenali Kemungkinan Efek Sampingnya

Meski menjadi kebutuhan bagi pasangan yang sudah berumah tangga, ternyata terlalu sering berhubungan intim dapat mengakibatkan sejumlah efek samping yang buruk untuk kesehatan Anda. Bahkan, efek samping tersebut mungkin saja mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Bagaimana bisa, ya?

Apa saja efek samping akibat terlalu sering berhubungan intim?

seks pertama terasa sakit

Anda mungkin tidak menyangka bahwa aktivitas menyenangkan seperti berhubungan intim dapat berakhir kesengsaraan, khususnya jika Anda melakukannya terlalu sering.

Berikut ini adalah berbagai efek samping yang mungkin terjadi akibat terlalu sering berhubungan intim dengan pasangan.

1. Lecet atau memar

Salah satu efek samping yang cenderung terjadi jika Anda terlalu sering berhubungan seksual adalah lecet pada area genital.

Ini terjadi karena terlalu banyak gesekan pada alat kelamin Anda, terlebih jika hubungan intim yang dilakukan cenderung kasar.

Lecet bisa membuat Anda tidak nyaman untuk berhubungan intim dengan posisi tertentu. Bukan hanya lecet, Anda bisa mengalami memar yang terasa sangat menyakitkan.

2. Nyeri dan pembengkakan

Bagi wanita, efek berhubungan intim yang terlalu sering mungkin lebih terasa tidak nyaman.

Pasalnya, gesekan yang terlalu sering dapat membuat bagian vagina nyeri hingga bengkak.

Nyeri dan pembengkakan pada vagina wanita memang tak selalu karena berhubungan seks yang terlalu sering.

Kondisi ini bisa dikarenakan kurangnya gairan seksual, tidak seimbangnya hormon, hingga penyakit menular seksual.

3. Dehidrasi

Berhubungan seks merupakan aktivitas yang melibatkan fisik dan akan membuat Anda berkeringat serta kehilangan banyak cairan.

Tanpa sadar, dehidrasi juga bisa menjadi efek samping akibat terlalu sering berhubungan intim.

Ya, jika Anda berhubungan seks berulang-kali tanpa menyempatkan waktu untuk minum, Anda bisa mengalami dehidrasi dalam waktu singkat.

Kemungkinan dehidrasi mungkin juga akan meningkat ketika Anda menenggak alkohol, baik itu sebelum atau pada saat seks.

4. Infeksi saluran kencing (ISK)

Infeksi saluran kencing dapat menjadi sangat tidak nyaman atau bahkan menyakitkan.

Seks terlalu sering, terutama dengan orang yang berbeda, dapat mengakibatkan wanita mengalami kondisi ini.

Tabung uretra yang menghubungkan daerah luar hingga ke dalam kandung kemih berada tepat di sebelah vagina.

Bila Anda melakukan seks, bakteri dari vagina bisa masuk ke dalam uretra yang berhubungan dengan kandung kemih.

Alhasil, ketika Anda melakukan terlalu banyak hubungan intim dalam waktu yang singkat, Anda rentan terkena infeksi saluran kencing, khususnya kandung kemih.

orgasme

5. Nyeri punggung bawah

Setelah sesi panjang dari penetrasi terus menerus, Anda berisiko mengalami nyeri punggung bawah.

Hal ini dapat membuat segala upaya yang terlibat dalam hubungan seksual menjadi tidak mungkin.

Anda mungkin harus mencoba posisi yang tidak memberikan tekanan pada punggung atau menghindari seks hingga Anda merasa lebih baik.

6. Cedera saraf

Meski manusia normal dapat menahan segala macam rangsangan seksual, saraf mungkin mendapatkan sedikit cedera setelah sesi berhubungan intim yang intens.

Jika Anda mengalami cedera pada saraf, ada baiknya berhenti melakukan hubungan intim untuk sementara waktu.

Hindari juga terlalu banyak rangsangan langsung pada lokasi yang sama karena cara berhubungan intim ini juga bisa menimbulkan efek samping berupa masalah pada saraf, terlebih bila dilakukan terlalu sering.

7. Masalah orgasme

Pria sering kali tidak dapat mencapai orgasme setelah melakukan seks terlalu sering dalam waktu yang singkat. Ini adalah reaksi normal dan Anda tidak perlu khawatir.

Kesulitan pria dalam mencapai orgasme ini biasanya terjadi akibat kelelahan atau berkurangnya jumlah sperma atau tingkat air mani.

Alhasil, tubuh membutuhkan waktu untuk mengisi ulang sebelum Anda kembali melakukan seks.

8. Penurunan penglihatan

Terlalu banyak berhubungan intim juga dapat meningkatkan risiko penurunan penglihatan. Hal ini terjadi ketika pembuluh darah di mata pecah selama aktivitas seksual.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Glaucoma menunjukkan kasus seorang pria yang kehilangan penglihatan pada satu mata saat berhubungan seksual.

Penglihatan pria tersebut akhirnya kembali normal setelah melalui perawatan laser.

Penularan hepatitis B melalui hubungan seksual

9. Otot tegang

Seperti aktivitas fisik lainnya, aktivitas seksual dapat menyebabkan otot tegang.

Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit di lokasi otot tegang, bahkan Anda mungkin akan kesulitan bergerak.

Bila hal ini terjadi, Anda mungkin diminta untuk menjauhi seks sementara waktu hingga otot kembali pulih.

10. Kelelahan

Meskipun bukan efek yang berbahaya, kelelahan akibat berhubungan intim terlalu sering dapat memengaruhi kualitas hidup Anda.

Hal ini membuat Anda tidak mampu menjalani aktivitas sehari-hari.

Ya, melakukan hubungan intim beberapa kali dalam sehari atau waktu yang singkat akan menguras seluruh energi Anda, lho!

Ketika energi telah terkuras, Anda mungkin akan merasa kelelahan dan sulit melakukan aktivitas seperti biasanya.

11. Rambut rontok

Harvard Medical School menyebutkan bahwa ketidak seimbangan hormon seks dapat menyebabkan rambut rontok.

Berhubungan seks meningkatkan kadar hormon dihydrotestosterone (DHT) di dalam tubuh. Hormon ini lebih banyak ditemukan pada pria daripada wanita.

DHT dapat menyebabkan rambut rontok karena hormon tersebut membunuh folikel rambut dan menyebabkan pola kebotakan pada pria.

efek samping berhubungan intim terlalu sering

12. Imunitas lemah

Kekebalan tubuh Anda dapat melemah jika berhubungan intim terlalu sering. Ini karena hubungan seksual dapat melepaskan hormon prostaglandin E2 ke aliran darah.

Hormon ini bisa menyebabkan masalah seperti melemahnya kekebalan tubuh, rusaknya jaringan, nyeri saraf dan otot, serta kurangnya rangsangan seksual jika diproduksi secara berlebihan.

13. Serangan jantung

Meskipun hal ini jarang terjadi, Anda tetap memiliki risiko efek samping berupa serangan jantung jika melakukan hubungan intim terlalu sering.

Berhubungan seksual memang baik untuk jantung Anda karena kegiatan ini mirip dengan olahraga kardiovaskular.

Namun, jika Anda dan pasangan mengidap penyakit jantung, lakukanlah hubungan seksual yang aman serta dengan cara yang tepat.

14. Penis patah

Efek samping lainnya akibat terlalu sering berhubungan intim adalah penis patah. Kondisi ini jarang terjadi, tetapi lebih mungkin terjadi ketika Anda terlalu sering melakukan hubungan seks.

Penis patah biasanya ditandai dengan suara gemeretak yang diikuti dengan hilangnya ereksi. Ini biasanya mengakibatkan bengkak di pangkal penis atau skrotum.

Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera. Jika tidak ditangani, penis patah dapat membuat bentuk penis melengkung dan disfungsi ereksi.

Segera hubungi dokter jika aktivitas hubungan intim berakibat buruk untuk kesehatan Anda dan pasangan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

staff, f. (1998). Sex: Making the Right Decision – familydoctor.org. Retrieved 22 April 2021, from https://familydoctor.org/sex-making-the-right-decision/

Compulsive sexual behavior – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 22 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/compulsive-sexual-behavior/symptoms-causes/syc-20360434#

Why does sex hurt?. (2018). Retrieved 22 April 2021, from https://www.nhs.uk/common-health-questions/sexual-health/why-does-sex-hurt/

Publishing, H. (2021). Hair Loss – Harvard Health. Retrieved 22 April 2021, from https://www.health.harvard.edu/a_to_z/hair-loss-a-to-z

Lee, M. D., Odel, J. G., Rudich, D. S., & Ritch, R. (2016). Vision loss with sexual activity. Journal of Glaucoma, 25(1), e46-e47. https://doi.org/10.1097/ijg.0000000000000165

Ricciotti, E., & FitzGerald, G. (2011). Prostaglandins and Inflammation. Arteriosclerosis, Thrombosis, And Vascular Biology, 31(5), 986-1000. doi: 10.1161/atvbaha.110.207449

Publishing, H. (2021). Sex and your heart – Harvard Health. Retrieved 22 April 2021, from https://www.health.harvard.edu/womens-health/sex-and-your-heart

Penis fracture: Is it possible?. (2021). Retrieved 22 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/sexual-health/expert-answers/penis-fracture/faq-20058154

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 07/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x