backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

5

Tanya Dokter
Simpan

14 Efek Buruk Terlalu Sering Berhubungan Seks bagi Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 07/09/2023

14 Efek Buruk Terlalu Sering Berhubungan Seks bagi Kesehatan

Berhubungan seks memang memberikan banyak manfaat untuk kesehatan, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental. Namun, terlalu sering bercinta ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Apa saja efek sering berhubungan intim bagi kesehatan?

Efek terlalu sering berhubungan intim bagi kesehatan

penyebab vagina hitam

Selain membantu merekatkan hubungan dengan pasangan, ada pula berbagai manfaat bercinta bagi kesehatan.

Meski begitu, terlalu sering berhubungan seks juga tidak baik untuk Anda. Berikut efek samping yang dapat terjadi jika Anda dan pasangan melakukan hubungan badan setiap hari.

1. Lecet pada area kelamin

Berhubungan intim terlalu sering dapat menyebabkan lecet pada area genital/kelamin. Ini terjadi akibat terlalu banyak gesekan pada alat kelamin, terlebih jika penetrasi dilakukan dengan kasar.

Lecet bisa membuat Anda dan pasangan tidak nyaman untuk berhubungan intim dengan posisi tertentu. Bukan hanya lecet, area genital juga berisiko mengalami memar yang terasa menyakitkan.

2. Nyeri dan pembengkakan vagina

Salah satu efek samping setelah berhubungan intim bagi wanita ialah rasa tidak nyaman pada vagina. Gesekan yang terlalu sering dapat membuat vagina terasa nyeri.

Dalam beberapa kasus, vagina bahkan bisa mengalami pembengkakan. Meski begitu, kedua kondisi tersebut juga bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti:

3. Dehidrasi

heat exhaustion

Berhubungan seks merupakan aktivitas fisik yang membuat Anda berkeringat dan kehilangan banyak cairan. Saat dilakukan terlalu sering tanpa istirahat, Anda berisiko mengalami dehidrasi.

Risiko terjadinya dehidrasi akan meningkat jika Anda minum alkohol sebelum atau saat bercinta. Pasalnya, minuman ini mengganggu produksi hormon antidiuretik yang membantu penyerapan cairan kembali ke dalam tubuh.

4. Infeksi saluran kemih (ISK)

Efek samping yang kerap tidak diduga dari hubungan badan setiap hari yaitu infeksi saluran kemih (ISK). Penyakit ini ditandai dengan rasa tidak nyaman dan sakit saat buang air kecil.

Wanita lebih rentan mengalami ISK dibandingkan. Ini karena posisi vagina berada sangat dekat dengan saluran dan kandung kemih. 

Ketika aktivitas seks terlalu sering dilakukan, bakteri dari vagina bisa masuk ke dalam kandung kemih melalui uretra (saluran tempat keluarnya urine). Akibatnya, Anda berisiko mengalami infeksi saluran kencing.

5. Nyeri punggung bawah

Seks terlalu sering membuat Anda berisiko mengalami nyeri pada punggung bawah. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Selain itu, Anda dan pasangan juga menjadi tidak leluasa saat kembali bercinta. Agar nyeri tidak bertambah parah, hindari posisi seks yang memberikan banyak tekanan pada punggung.

6. Cedera saraf

Terlalu sering berhubungan seks dapat menyebabkan efek jangka panjang berupa cedera saraf. Saat kondisi ini terjadi, ada baiknya Anda berhenti melakukan hubungan intim untuk sementara waktu.

Hindari juga memberi terlalu banyak rangsangan pada lokasi yang sama saat bercinta. Jika terlalu sering dilakukan, kebiasaan tersebut bisa menimbulkan masalah pada saraf.

7. Masalah orgasme pada pria

Terlalu sering berhubungan intim juga memiliki efek bagi kesehatan reproduksi pria, salah satunya kesulitan mencapai orgasme. Umumnya, kondisi ini terjadi akibat kelelahan atau berkurangnya jumlah sperma.

Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir karena kondisi tersebut normal terjadi. Tubuh membutuhkan waktu untuk mengisi ulang energi sebelum Anda kembali melakukan seks.

8. Penurunan penglihatan

efek sering berhubungan dapat sebabkan gangguan penglihatan

Terlalu banyak berhubungan intim juga dapat meningkatkan risiko penurunan penglihatan. Hal ini dapat terjadi jika pembuluh darah pada mata pecah selama aktivitas seksual.

Temuan ini disampaikan dalam penelitian yang dirilis pada Journal of Glaucoma. Dalam penelitian tersebut, disebutkan seorang pria kehilangan penglihatan pada satu matanya saat berhubungan seks.

Meski begitu, kondisi tersebut hanya berlangsung sementara. Penglihatannya kembali normal setelah melalui perawatan laser iridotomi.

9. Otot tegang

Seperti aktivitas fisik lainnya, aktivitas seksual dapat menyebabkan otot tegang. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit pada bagian tubuh yang terdampak.

Dalam beberapa kasus, otot yang tegang dapat membuat Anda kesulitan bergerak. Bila hal ini terjadi, dokter mungkin akan meminta Anda menghindari hubungan seks sementara waktu hingga otot kembali pulih.

10. Rambut rontok

Ketidakseimbangan hormon seks dapat menjadi penyebab rambut rontok. Jenis hormon yang berperan dalam hal ini ialah dihydrotestosterone (DHT).

Saat bercinta, produksi hormon dihydrotestosterone dalam tubuh meningkat. Hormon DHT yang berlebih dapat membunuh folikel rambut dan menyebabkan pola kebotakan pada pria.

11. Kelelahan

Meski bukan efek yang berbahaya, kelelahan akibat berhubungan intim terlalu sering dapat memengaruhi kualitas hidup. Akibatnya, aktivitas sehari-hari pun menjadi terganggu.

Habisnya energi saat kelelahan membuat Anda sulit beraktivitas seperti biasa. Tidak hanya penurunan performa, kondisi ini juga berdampak buruk bagi hubungan dengan orang lain.

12. Menurunnya kekebalan tubuh

Kekebalan tubuh dapat melemah jika Anda terlalu sering bercinta. Efek sering berhubungan ini terjadi karena tubuh melepaskan hormon prostaglandin E2 ke aliran darah saat bercinta.

Jika diproduksi secara berlebihan, hormon ini bisa menyebabkan masalah-masalah seperti:

  • melemahnya kekebalan tubuh, 
  • rusaknya jaringan, 
  • nyeri saraf dan otot, serta 
  • kurangnya rangsangan seksual.

13. Serangan jantung

Serangan Jantung Karena Seks, Apakah Mungkin

Pada dasarnya, berhubungan seks baik untuk kesehatan jantung. Namun, jika dilakukan terlalu sering, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko serangan jantung

Kondisi ini biasanya terjadi saat hubungan seks tetap dilakukan meski gejalanya sudah terasa. Hindari berhubungan seks ketika Anda mengalami gejala khas serangan jantung, seperti angina (nyeri dada).

14. Penis patah

Efek samping lainnya akibat terlalu sering berhubungan intim yaitu penis patah. Kondisi ini jarang terjadi, tetapi risikonya tentu akan meningkat jika hubungan seks dilakukan terlalu sering.

Penis patah ditandai dengan suara geretak yang diikuti dengan berhentinya ereksi. Anda juga akan menemukan pembengkakan pada pangkal penis atau skrotum.

Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera. Jika tidak ditangani, penis patah dapat membuat bentuk penis melengkung dan menyebabkan disfungsi ereksi.

Jika Anda mengalami kondisi-kondisi di atas, segeralah berkonsultasi ke dokter. Penanganan sedini mungkin membantu mencegah kondisi Anda bertambah parah.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 07/09/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan