home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab dan Cara Mengatasi Keputihan yang Bikin Vagina Gatal

Penyebab dan Cara Mengatasi Keputihan yang Bikin Vagina Gatal

Keputihan normalnya tidak akan menimbulkan sensasi apa pun yang mengganggu. Namun, ada saja wanita yang mengalami keputihan sampai bikin vagina terasa gatal. Kondisi ini bisa jadi tanda penyakit, apalagi jika disertai dengan berbagai gejala lainnya.

Penyebab keputihan yang membuat vagina gatal

cairan vagina keputihan

Keputihan yang normal berfungsi sebagai pelindung dan pembersih vagina. Namun, keputihan tidak normal bisa jadi tanda penyakit yang mungkin Anda idap tanpa sadar.

Ketika keputihan Anda sampai membuat vagina terasa gatal, hal-hal berikut ini bisa jadi penyebabnya:

1. Infeksi bakteri vagina

Infeksi bakteri vagina terjadi saat lingkungan dalam vagina dihuni oleh lebih banyak bakteri jahat daripada bakteri baiknya. Akibatnya, infeksi tersebut dapat menimbulkan gejala keputihan yang membuat vagina terasa gatal.

Infeksi bakteri pada vagina biasanya disebabkan oleh banyak hal, seperti:

  • Berganti-ganti atau punya banyak pasangan seks
  • Sering membersihkan vagina dengan douching atau pakai sabun kewanitaan
  • Tidak menjaga kebersihan organ intim

Ketika Anda terkena infeksi bakteri vagina, bukan hanya keputihan gatal yang dirasakan. Berbagai gejala lain yang biasanya muncul yaitu:

  • Keputihan berwarna keabuan, putih, atau kehijauan
  • Sensasi terbakar saat kencing
  • Keputihan berbau menyengat

Namun ternyata, tidak semua wanita mengalami gejala ini saat terkena infeksi bakteri vagina. Ada kalanya infeksi sama sekali tidak disadari di awal kemunculannya karena tidak ada gejala yang nampak.

2. Infeksi jamur vagina

Vagina yang normal memiliki jamur atau ragi, tapi tidak akan memicu masalah apa pun. Ketika jamur malah berkembang tidak terkendali, Anda akan berisiko mengalami infeksi ragi atau jamur vagina (kandidiasis). Infeksi ini biasanya dipicu oleh berbagai hal seperti:

  • Sedang minum antibiotik
  • Sedang hamil
  • Memiliki diabetes yang sudah kronis
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Sering makan makanan manis
  • Hormon tubuh sedang tidak seimbang terutama menjelang haid
  • Stres
  • Kurang tidur

Infeksi jamur vagina itu sendiri ditandai dengan gejala seperti:

  • Keputihan berwana keabuan atau putih seperti keju cottage yang sangat gatal
  • Area vagina membengkak dan memerah
  • Rasa terbakar dan sakit saat kencing
  • Sakit saat berhubungan seks

Mengalami infeksi jamur membuat Anda terus keputihan yang gatal dan sangat mengganggu aktivitas. Jika cepat diobati, gejala infeksi ringan umumnya akan membaik kurang dari 7 hari.

3. Trikomoniasis

Infeksi trikomoniasis disebabkan oleh protozoa (organisme bersel tunggal) yang ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom baik secara anal, vaginal, maupun oral.

Anda bisa tertular trikomoniasis jika pasangan Anda memiliki penyakit ini tanpa disadarinya. Risiko penularan akan meningkat jika:

  • Memiliki banyak pasangan seks
  • Tidak pernah menggunakan kondom saat melakukan seks dengan pasangan yang berbeda
  • Memiliki riwayat infeksi menular tertentu
  • Sebelumnya sudah pernah terkena trikomoniasis

Pada wanita, trikomoniasis bisa menyebabkan keputihan yang berbau busuk dengan warna putih, keabuan, kekuningan, atau kehijauan. Selain itu, keputihan juga membuat vagina terasa gatal.

Area vagina umumnya juga mengalami kemerahan dengan sensasi seperti terbakar. Penyakit ini juga memicu rasa sakit yang seks dan buang air kecil.

4. Gonore

Gonore adalah penyakit yang menyebabkan infeksi pada alat kelamin, dubur, dan tenggorokan. Infeksi ini termasuk yang sering terjadi pada anak muda berusia 15 sampai 24 tahun.

Jika selama ini menganggap bahwa gonore adalah penyakit yang hanya menyerang pria, Anda keliru. Gonore atau kencing nanah juga bisa menyerang wanita lewat hubungan seks vaginal, anal, dan oral.

Pada wanita, keputihan yang terasa gatal termasuk salah satu gejala yang menandai keberadaan penyakit ini. Selain itu, gejala lain yang biasanya muncul yaitu:

  • Sakit dan rasa terbakar saat buang air kecil
  • Keputihan yang sangat banyak
  • Muncul bercak darah di antara siklus haid

5. Klamidia

Klamidia adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini sering kali ketahuan saat kondisinya sudah cukup parah. Pasalnya, klamidia memang jarang sekali menunjukkan gejala khusus di awal infeksi.

Ketika gejala mulai muncul, berikut tanda-tandanya:

  • Sakit saat berhubungan seks
  • Keputihan tidak normal yang membuat vagina gatal
  • Sakit saat kencing
  • Sakit di perut bagian bawah
  • Keluar bercak darah di antara siklus haid

5. Penyakit radang panggul

Infeksi ini ditularkan lewat kontak seksual. Bakteri yang masuk melalui vagina menyebar hingga ke organ reproduksi, seperti tuba fallopi, ovarium, atau uterus

Wanita dengan radang panggul kerap mengalami keputihan yang gatal dengan bau tak sedap. Selain itu, gejala lain yang biasanya muncul yaitu:

  • Nyeri di bagian perut dan bawah panggul
  • Perdarahan yang tidak normal, yaitu di antara siklus haid dan selama atau setelah seks
  • Sakit saat kencing
  • Demam yang kadang disertai dengan menggigil

Radang panggul bisa menyebabkan wanita sulit hamil.

Banyaknya penyebab keputihan yang gatal membuat Anda perlu lebih waspada dan peka terhadap gejala yang dirasakan. Selalu konsultasikan ke dokter jika rasa gatal dan keputihan tak kunjung hilang.

Cara mengatasi keputihan yang membuat vagina gatal

mencegah keputihan

Berikut cara-cara terbaik untuk Anda coba guna mengatasi keputihan yang membuat vagina terasa gatal:

Menjaga kebersihan vagina

Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan vagina. Caranya dengan membilas dengan air bersih setelah buang air kecil, buang air besar, dan seks. Gunakan air hangat jika memungkinkan kemudian basuh air dari depan ke belakang. Cara ini dilakukan agar bakteri yang menempel di anus tidak masuk dan menginfeksi vagina.

Tak perlu menggunakan sabun kewanitaan karena vagina punya kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Sabun kewanitaan hanya membuat infeksi makin memburuk karena pH vagina jadi tidak seimbang

Rutin ganti celana dalam

Ganti celana dalam secara rutin jadi hal wajib yang tidak boleh diabaikan. Apalagi jika Anda termasuk orang yang aktif berkegiatan dari pagi sampai malam hingga tubuh sering berkeringat.

Membiarkan celana yang lembap dan kotor terlalu lama tentu saja bisa memperparah keputihan dan gatal yang dialami. Gantilah dengan celana dalam berbahan katun yang tidak terlalu ketat agar pertukaran udara di dalamnya tetap lancar.

Makan yoghurt

Yoghurt adalah obat infeksi jamur vagina alami karena mengandung bakteri baik. Bakteri ini hidup dalam sistem pencernaan, saluran kemih, dan di sekitar vagina.

Penelitian yang diterbitkan di Journal of Antimicrobial Chemotherapy melaporkan kandungan bakteri baik (probiotik) dalam yogurt bisa bantu mengembalikan keseimbangan bakteri dan jamur di dalam vagina.

Obat dokter

Jika cara-cara alami tak mampu hilangkan keputihan yang membuat vagina gatal, Anda butuh obat dari dokter. Biasanya dokter akan menyesuaikan obat dengan penyebab masalah yang sedang Anda alami.

Jika masalahnya karena infeksi jamur, dokter akan meresepkan obat antijamur seperti fluconazole, terconazole, dan miconazole. Namun, jika ternyata masalahnya disebabkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik seperti metronidazole.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is bacterial vaginosis? http://www.healthline.com/health/pregnancy/infections-bacterial-vaginosis#Overview1 Accessed October 25th 2016.

What causes vagina itching? http://www.healthline.com/symptom/vaginal-itching  Accessed October 25th 2016.

What causes vaginal discharge? http://www.healthline.com/symptom/vaginal-discharge  Accessed October 25th 2016.

Bacterial Vaginosis https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bacterial-vaginosis/symptoms-causes/syc-20352279 accessed on July 11th 2019

Vaginal Yeast Infection https://www.healthline.com/health/vaginal-yeast-infection accessed on July 11th 2019

Trichomoniasis

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trichomoniasis/symptoms-causes/syc-20378609 accessed on July 11th 2019

Gonorrhea https://www.cdc.gov/std/gonorrhea/stdfact-gonorrhea.htm accessed on July 11th 2019

Everything You Need to Know About Chlamydia Infection https://www.healthline.com/health/std/chlamydia accessed on July 11th 2019

Pelvic Inflammatory Disease https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pelvic-inflammatory-disease/symptoms-causes/syc-20352594 accessed on July 11th 2019

Matthew E. Falagas, Gregoria I. Betsi, Stavros Athanasiou, Probiotics for prevention of recurrent vulvovaginal candidiasis: a review, Journal of Antimicrobial Chemotherapy, Volume 58, Issue 2, August 2006, Pages 266–272, https://doi.org/10.1093/jac/dkl246 available at https://academic.oup.com/jac/article/58/2/266/721575 accessed on July 11th 2019

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal diperbarui 29/01/2021
x