7 Langkah Mencegah Keputihan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebanyak 75% wanita di dunia pernah mengalami keputihan setidaknya satu kali dalam hidupnya. Dan, 45% dari angka tersebut mengalami keputihan sebanyak dua kali, bahkan lebih. Wanita lebih berisiko terkena keputihan jika sedang mengalami stress, kurang istirahat, tidak melakukan pola hidup sehat, makan sembarangan, dan penyakit seksual.

Keputihan tidak dapat selalu diartikan sebagai infeksi atau gangguan kesehatan pada vagina. Vagina memang ‘dirancang’ untuk bisa menjaga kebersihannya sendiri dengan cara mengeluarkan cairan keputihan. Memang keputihan ada yang normal dan ada keputihan yang merupakan suatu gejala penyakit atau abnormal. Untuk menentukan abnormal atau tidak, Anda perlu memeriksakan diri ke tenaga medis. Berikut adalah cara untuk menghindari keputihan abnormal pada vagina.

1. Jaga kebersihan vagina

Menjaga kebersihan vagina merupakan hal yang paling penting untuk mencegah keputihan akibat infeksi berbagai bakteri. Tinggalkan kebiasaan Anda membersihkan vagina dengan sabun mandi biasa. Membersihkan vagina dengan sabun mandi akan mengganggu keseimbangan pH dan menyebabkan iritasi pada vagina. Normalnya, pH pada vagina adalah sekitar 3,8 hingga 4,5, sedangkan sabun mandi biasa cenderung memiliki pH sekitar 7 sampai 8. Setiap wanita memiliki tingkat sensitif yang berbeda pada vaginanya, ada wanita yang tidak memiliki masalah jika memakai sabun mandi biasa untuk membersihkan vagina, namun ada yang mengalami iritasi dan alergi jika memakai sabun biasa. Namun lebih baik Anda mencegah iritasi terjadi dengan tidak menggunakan sabun biasa ketika membersihkan vagina.

Gunakanlah sabun yang tidak memiliki bau atau harum untuk membersihkan bagian sekitar vagina. Sebuah hal yang normal jika vagina memiliki bau, karena bau pada vagina dapat berubah-ubah sesuai dengan siklus reproduksi yang terjadi, sehingga tidak melulu dapat dianggap terjadi infeksi ketika vagina mengeluarkan bau. Kemudian, ketika Anda sedang menstruasi, bersihkanlah vagina Anda lebih sering dan gantilah pembalut sesering mungkin, hal ini akan menjaga kebersihan vagina. Selain itu, lebih baik jika Anda menyeka vagina dengan tisu bersih, maka sekalah dari bagian depan ke belakang-arah vagina ke anus. Hal ini untuk menghindari bakteri yang ada di sekitar anus berpindah ke vagina.

2. Ganti pakaian dalam

Mengganti pakaian dalam setidaknya 2 hingga 3 kali dalam sehari dapat membantu menjaga kebersihan vagina. Dengan cara ini, menghindarkan bakteri ‘tinggal’ di vagina dan juga dapat menurunkan bau yang tidak sedap pada vagina Anda. Selain itu, pastikan Anda memilih bahan yang tepat untuk pakaian dalam yang akan Anda pakai. Pemakaian pakaian dalam yang salah dapat menjadi salah satu faktor risiko vagina terkena infeksi bakteri. Pilihlah pakaian dalam yang berbahan katun, hal ini memudahkan vagina Anda untuk ‘bernapas’. Kurangi pemakaian celana ketat seperti jeans yang dapat membuat vagina mudah mengalami iritasi.

3. Berikan ruang pada vagina

Vagina juga butuh ruang untuk bernapas, jika Anda sedang bersantai di rumah, cobalah sesekali untuk tidak memakai pakaian dalam. Udara membantu menurunkan risiko infeksi dan iritasi pada area sekitar vagina sehingga bisa mencegah keputihan.

4. Menggunakan pembalut atau pantyliner

Anda bisa menggunakan pantyliner atau pembalut yang tipis untuk menjaga kebersihan vagina, tapi jangan lupa untuk sering-sering mengganti pembalut tersebut dan tidak memakai satu pembalut dalam waktu yang lama.

5. Melakukan hubungan seksual yang aman

Banyak penyakit seksual yang diakibatkan oleh bakteri yang tertular ketika melakukan hubungan seksual, seperti klamidia, gonore, herpes genital, sifilis, dan HIV. Jika perlu, mintalah pasangan Anda untuk memakai kondom ketika melakukan hubungan seksual agar terhindar dari infeksi bakteri.

6. Pemeriksaan serviks rutin

Wanita yang berusia 25-64 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan serviks secara rutin. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi apakah terdapat perubahan abnormal pada leher rahim dan jika ada dapat dideteksi dari awal. Hal ini juga dapat mendeteksi kanker leher rahim pada wanita,

7. Mengonsumsi makanan yang sehat

Makanan sangat berpengaruh pada kesehatan, termasuk kesehatan vagina. Mengonsumsi makanan yang sehat dan cairan yang cukup, dapat menjaga kesehatan reproduksi Anda sekaligus mencegah keputihan yang tidak normal. Contohnya jus atau yogurt cranberry dapat mencegah bakteri tumbuh pada vagina.

BACA JUGA:

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Impotensi (Disfungsi Ereksi)

Impotensi atau impoten adalah kondisi ketika penis tidak bisa ereksi optimal saat berhubungan seks. Berikut gejala, penyebab, dan cara mengatasi impotensi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Pria, Impotensi 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit