Lebih Parah dari PMS Biasa: Kenali Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) dan Cara Menanganinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Hampir semua wanita pernah mengalami PMS atau premenstrual syndrome. Kondisi ini umumnya ditandai dengan mood yang mudah berubah, kram perut bawah, payudara agak bengkak, sampai tubuh lemas. Namun, kalau gejala PMS yang Anda alami sudah sangat parah sampai-sampai Anda sama sekali tidak bisa beraktivitas, bisa jadi Anda punya premenstrual dysphoric disorder atau PMDD.

Curiga kondisi yang Anda miliki bukan cuma PMS biasa dan bisa jadi PMDD? Simak terus informasi lengkap di bawah ini, yuk.

Apa itu premenstrual dysphoric disorder (PMDD)?

Perubahan hormon yang terjadi pada siklus haid memang bisa menimbulkan gejala-gejala fisik dan emosional. Namun PMDD bukan sekadar PMS biasa. PMDD atau premenstrual dysphoric disorder adalah gangguan dengan serangkaian gejala menstruasi yang lebih ekstrem dan lebih berat daripada PMS.

Gejala-gejala ini bisa muncul seminggu atau dua minggu sebelum hari pertama menstruasi dan bertahan hingga beberapa hari setelah menstruasi.

Apa bedanya PMDD dengan PMS?

Sebenarnya, perbedaan utama PMDD dengan PMS adalah tingkat keparahan gejalanya. Orang yang mengalami PMS biasanya masih mampu beraktivitas meskipun punya keluhan tertentu. Sedangkan orang dengan PMDD seringkali tak bisa beraktivitas layaknya orang yang sedang sakit.

Selain itu, kasus PMDD biasanya membutuhkan penanganan medis, sementara PMS tidak. Dalam kasus tertentu, wanita yang dilanda gangguan ini bahkan punya kecenderungan lebih besar untuk mengalami depresi hingga mencoba bunuh diri. Padahal, nanti ketika menstruasinya sudah tuntas, keadaannya akan membaik dengan sendirinya.

Mengenal berbagai gejala PMDD

Meski PMDD merupakan gangguan yang lebih ekstrem dari pada gejala PMS pada umumnya. PMDD dapat mengganggu produktivitas sehari-hari hingga bahkan hubungan dengan orang-orang terdekat. Berikut adalah gejala-gejala PMDD yang harus diketahui.

  • Mood jadi gampang sedih dan berubah-ubah
  • Merasa depresi (murung dan putus asa)
  • Mudah marah dan tersinggung
  • Cemas, gelisah, dan tegang meskipun tidak ada pemicu yang jelas
  • Tidak semangat beraktivitas
  • Sulit berkonsentrasi
  • Merasa lelah luar biasa
  • Nafsu makan berubah, biasanya jadi ingin makan terus
  • Tidak bisa mengendalikan emosi
  • Susah tidur
  • Perut kram dan kembung
  • Payudara bengkak dan sakit
  • Kepala pusing
  • Nyeri sendi di berbagai bagian tubuh

informasi tentang menstruasi haid

Penyebab PMDD

Para ahli belum mengetahui penyebab pasti mengapa wanita bisa mengalami premenstrual dysphoric disorder. Namun, sebagian besar perubahan gejala psikis dan fisik yang ekstrem ini disimpulkan terjadi karena adanya reaksi yang tak normal terhadap perubahan hormon.

Dilansir dari WebMD, beberapa penelitian telah mengamati bahwa wanita yang punya gangguan ini umumnya memiliki kadar hormon serotonin yang rendah. Dalam tubuh, hormon serotonin mengendalikan mood, emosi, pola tidur, dan rasa sakit pada tubuh. Kadar hormon memang bisa menjadi tidak seimbang menjelang atau saat menstruasi.

Akan tetapi, belum dipahami secara rinci mengapa hormon serotonin pada orang tertentu bisa menurun drastis saat menstruasi.

Bagaimana diagnosis PMDD ditentukan?

Sebelum dokter mendiagnosis Anda dengan PMDD, umumnya dokter akan memastikan bahwa Anda memang tidak punya gangguan jiwa seperti depresi atau gangguan panik. Anda juga harus dipastikan tidak memiliki kondisi kesehatan medis lainnya seperti endometriosis, fibroid, menopause, dan masalah hormon lain.

Umumnya, diagnosis baru akan ditegakkan dalam kondisi-kondisi berikut ini.

  1. Anda dipastikan punya gejala premenstrual dysphoric disorder, jika setidaknya memiliki lima gejala seperti yang telah dijelaskan di atas.
  2. Gejala PMDD Anda rasakan mulai 7 sampai 10 hari sebelum Anda menstruasi.
  3. Gejala PMDD yang dirasakan mulai menghilang setelah darah menstruasi keluar.

Bagaimana mengatasi PMDD?

1. Mengonsumsi obat antidepresan jenis tertentu

Untuk mengatasi dan meringankan gejala PMDD, Anda bisa mengonsumsi obat antidepresan seperti fluoxetine dan sertraline. Obat ini dapat mengurangi gejala seperti gejala emosional, kelelahan, hasrat makanan dan masalah pada pola tidur. Anda dapat mengurangi gejala PMDD dengan mengonsumsi obat antidepresan di masa ovulasi dan di masa awal menstruasi Anda.

2. Mengonsumsi pil KB dan suplemen

Beberapa dokter umumnya akan menyarankan Anda mengonsumsi pil KB yang dikonsumsi dalam waktu singkat guna mengurangi gejala PMS dan PMDD pada beberapa wanita. Namun, ada juga yang dianjurkan mengonsumsi 1.200 miligram makanan dan kalsium tambahan setiap hari guna mengurangi gejala PMS dan PMDD.

Mengonsumsi vitamin B-6, magnesium dan L-tryptophan juga dapat membantu Anda meredakan rasa sakit PMDD dan kelelahan. Namun, bicarakan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun.

3. Perubahan gaya hidup

Selain mengonsumsi obat-obatan, dokter juga akan menganjurkan Anda olahraga teratur untuk  mengurangi gejala pramenstruasi. Hindari juga mengonsumsi kafein, alkohol, dan segera berhenti merokok. Usahakan juga untuk tidur yang cukup.

Anda juga bisa berlatih menggunakan teknik relaksasi, meditasi, dan yoga untuk mengelola stres dan emosi saat PMDD melanda.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ketika demam menyerang, Anda pasti tidak enak badan. Mau istirahat atau makan jadi susah. Tenang saja, ini enam solusi yang tepat supaya Anda lebih nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mencium bau badan

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit