home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Seberapa Berat Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) Dibanding PMS?

Seberapa Berat Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) Dibanding PMS?

Hampir semua perempuan mengalami gejala premenstrual ringan yang menandakan akan datangnya menstruasi. Sekitar 20-40% di antaranya mengalami gejala fisik dan beberapa gangguan mood ringan yang disebut premenstrual syndrome (PMS). Sedangkan sekitar 2-5% lainnya mengalami gangguan mood yang lebih berat menjelang menstruasi. Kondisi gangguan suasana hati yang terjadi menjelang menstruasi ini disebut gangguan disforik pramenstruasi atau premenstrual dysphoric disorder (PMDD). Bagaimana mengatasinya?

Mengatasi PMDD, gangguan psikiatri menjelang menstruasi

Mengatasi PMDD, Gangguan Menstruasi Lebih Serius dari PMS

PMDD adalah suatu kondisi yang mirip dengan PMS yang juga terjadi dalam satu atau dua minggu sebelum menstruasi dimulai. PMDD menyebabkan gejala yang lebih parah daripada PMS, termasuk depresi dan mudah marah.

PMDD baru dijadikan diagnosis klinis khusus sebagai kondisi gangguan psikiatris pada tahun 2013 setelah masuk dalam buku pedoman diagnostik gangguan mental (DSM-5) yang dikeluarkan oleh American Psychiatric Association.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab PMDD. Namun, diperkirakan karena kadar estrogen yang menurun menjelang menstruasi. Kondisi ini ikut menurunkan kadar serotonin di otak yang berhubungan dengan suasana hati (mood). Serotonin adalah senyawa kimia dalam tubuh yang berperan dalam mengendalikan mood. Jadi, jika kadar serotonin turun maka keadaan yang berkaitan dengan gangguan mood juga bisa terjadi.

Gejala PMDD meliputi beberapa gejala yang bisa timbul pada pasien yang mengalami depresi. Perubahan suasana hati, perasaan depresi, dan putus asa adalah salah satu contohnya.

Selain gejala depresi, gejala PMDD ditambah dengan beberapa gejala berikut yakni menjadi sering marah atau mudah berkonflik dengan orang lain (irritable mood), kesulitan konsentrasi, kelelahan, perubahan nafsu makan, merasa di luar kendali, susah tidur, kram, kembung, dan hot flashes atau perasaan panas di wajah.

Bagaimana membedakan gangguan pramenstruasi yang dianggap PMDD?

Beberapa gejala PMDD mirip dengan kondisi masalah kesehatan lain. Namun yang menjadi perbedaan, dari semua gejala-gejala tersebut adalah gejala perasaan timbul lebih dominan.

Rangkuman gejala yang dianggap sebagai gejala paling dominan yakni mood swing (perubahan mood), irritable mood atau gampang nangis, sensitif terhadap penolakan, dan perasaan marah.

American Psychiatric Association (APA) dalam DSM-5 mensyaratkan gejala PMDD muncul minimal dalam dua siklus menstruasi berturut-turut sebelum membuat diagnosis PMDD.

Selain itu, kelompok gejala ini dianggap sebagai PMDD jika menimbulkan suatu dampak yang nyata pada masalah fungsi kesehariannya, misalnya memengaruhi hubungan dan mengganggu rutinitas di rumah atau di kantor.

Perlu dicatat, bahwa kondisi PMDD ini di luar dari kondisi gangguan depresi mayor, gangguan panik, ataupun distimia. Jadi tidak dianggap sebagai pasien gangguan kejiwaan juga tidak berhubungan dengan penyalahgunaan narkoba, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

Artinya PMDD tidak seberat gangguan depresi walaupun gejalanya mirip. Jadi, menurut saya, diagnosis klinisnya ini jika telah mengganggu kehidupan fungsional sehari-hari.

Bagaimana cara mengatasinya?

obat untuk menstruasi tidak teratur

Mengatasi PMDD sama seperti menangani depresi, terutama dalam mengatasi gangguan mood-nya. Dalam praktik, saya akan memberikan obat karena saat kondisinya mood-nya buruk maka itu benar-benar tidak bisa dikendalikan.

Biasanya saya memberikan obat serotonin untuk diminum menjelang menstruasi. Jadi tidak setiap saat, sebagai faktor proteksi untuk menjelang waktu terjadinya gejala-gejala ini.

Tidak ada catatan PMDD bisa memicu atau disertai penyakit tertentu yang dialaminya. Namun perlu diperhatikan, orang dengan riwayat PMDD di masa sebelum hamil memiliki kemungkinan mengalami depresi saat hamil atau pasca melahirkan lebih besar daripada mereka yang tidak memiliki riwayat PMDD.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Andri, SpKJ, FAPM Diperbarui 23/04/2021
x