Sering Kentut Saat Haid Itu Wajar, Kok. Ini Penjelasan dari Para Ahli.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda menyadari saat menstruasi Anda cenderung lebih sering kentut dibanding hari-hari biasanya? Walaupun kondisi ini tidak selalu dialami oleh semua wanita, tetapi kentut berlebih saat menstruasi ternyata normal terjadi. Mengapa bisa begitu? Simak ulasan berikut ini.

Penyebab kentut berlebih saat menstruasi

Seorang spesialis kandungan di California, Amerika Serikat (AS), dr. Jennifer Ashton, mengatakan ada dua kemungkinan penyebab dari hal ini, yaitu disebabkan oleh fluktuasi hormon dan struktur anatomi tubuh.

Efek perubahan hormon

Susan Wysocki, seorang praktisi kesehatan wanita sekaligus anggota American Sexual Health Association menyatakan bahwa pada dasarnya ada dua hormon yang paling menonjol  sejak dimulainya siklus menstruasi hingga ovulasi terjadi. Hormon pertama yakni estrogen, yakni hormon yang berperan besar dalam proses pramenstruasi hingga ovulasi. Selanjutnya, hormon progesteron merupakan hormon yang berperan besar dalam fase setelah ovulasi.

Ternyata, perubahan kedua hormon ini selama menstruasi tidak hanya berpengaruh pada emosi Anda. Saluran gastrointestinal (GI) yang berkaitan dengan sistem pencernaan Anda juga ikut terpengaruh oleh dua hormon ini.

Saluran ini memiliki hubungan langsung dengan hormon progesteron yang dapat menyebabkan relaksasi usus atau bahkan kejang usus. Karenanya, banyak wanita yang mengalami diare saat menstruasi akibat perubahan kadar progesteron dalam tubuh. Di sisi lain, ketika hormon progesteron melemaskan otot polos di usus, hal itu bisa mengakibatkan sembelit. Kondisi ini memungkinkan adanya penumpukan gas yang menyebabkan perut kembung. Gas berlebih inilah yang akhirnya dikeluarkan oleh tubuh melalui kentut saat Anda menstruasi.

Efek struktur anatomi tubuh

Selain terkait hormon, penyebab lain yang memungkinkan dari meningkatnya intensitas kentut saat menstruasi yakni terkait struktur anatomi tubuh. Karena rahim terdapat di depan usus dan usus besar Anda, beberapa ilmuwan berteori bahwa kontraksi uterus dapat menyebabkan pergerakan usus yang dapat mengakibatkan perut kembung dan menyimpan banyak gas.

zat besi meringankan gejala pms

Kapan kentut dianggap tidak normal?

Dilansir dari Medical News Today, rata-rata orang kentut sebanyak 10 sampai 18 kali per hari. Jika Anda mengalami intensitas lebih dari ini dan merasa perut kembung berlebihan, ada baiknya Anda menemui dokter.

Anda juga perlu waspada jika kondisi ini disertai dengan kram yang sangat menyakitkan atau rasa perih di perut. Bisa jadi hal ini menandakan adanya masalah lain yang berkaitan dengan sistem pencernaan.

Cara mencegah kentut berlebih saat menstruasi

Sebenarnya, tidak banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah perubahan hormon saat sedang menstruasi. Namun, ada beberapa cara mudah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penumpukan gas berlebih saat menstruasi, yaitu:

  • Menghindari minuman bersoda dan susu.
  • Menghindari makanan yang dapat membuat perut kembung seperti bawang-bawangan dan roti.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt, asinan kubis, dan kimchi.
  • Melakukan olahraga ringan untuk meningkatkan fungsi sistem pencernaan yang dapat membantu mengurangi gas dan kembung.
  • Jangan makan terlalu cepat karena ketika makan, minum, atau menelan ludah, Anda juga secara tidak sadar menelan udara untuk masuk ke dalam tubuh.

Intinya, kentut berlebih saat menstruasi tidaklah membahayakan. Jadi, jika Anda termasuk salah satu yang mengalaminya, jangan khawatir karena Anda tidak sendirian. Namun, jika Anda merasakan gejala lain yang menyertai hal ini, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penjelasan dan perawatan medis terbaik.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Mulailah dengan 5 langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Kandungan dalam berbagai produk pembersih rumah bisa menimbulkan masalah kesehatan. Bagaimana cara memilih dan mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
mudah dihipnotis

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
jenis kanker

Mengenal Angiosarkoma, Kanker yang Sering Menyerang Kulit Kepala dan Leher

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit