home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Tips Atasi Premenstrual Dysphoric Disorder Agar Menstruasi Tak Lagi Menyiksa

5 Tips Atasi Premenstrual Dysphoric Disorder Agar Menstruasi Tak Lagi Menyiksa

Premenstrual dysphoric disorder adalah gejala pramenstruasi (PMS) yang lebih parah hingga membuat penderitanya tidak bisa beraktivitas seperti biasa. PMDD memang sulit dihindari karena pemicunya berasal dari hormon dalam tubuh, tapi Anda bisa mengatasi kondisi ini dengan cara alami maupun medis.

Tips mengatasi gejala PMDD

Gejala PMDD amat beragam, mulai dari keluhan fisik seperti meningkatnya detak jantung hingga psikologis berupa rasa cemas dan depresi. Jadi, penanganan yang diberikan perlu disesuaikan dengan kondisi Anda.

Berikut adalah beberapa langkah umum yang dapat Anda lakukan:

1. Menyesuaikan pola makan

makanan untuk memperbanyak asi

Apa yang Anda makan dan minum berpengaruh terhadap munculnya gejala PMS maupun PMDD. Oleh sebab itu, wanita yang rentan mengalami PMDD biasanya perlu menyesuaikan pola makannya sebagai cara alami mengatasi kondisi ini.

Batasi konsumsi kafein, gula, dan alkohol. Perbanyak konsumsi makanan tinggi protein dan karbohidrat kompleks. Kedua nutrisi ini dapat meningkatkan triptofan. Triptofan adalah senyawa pembentuk hormon serotonin yang memberikan rasa bahagia.

2. Mengonsumsi suplemen

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh suplemen terhadap PMDD. Hasilnya, suplemen vitamin B6, vitamin D, vitamin E, kalsium, dan sejumlah suplemen herbal dinilai berpotensi meredakan PMDD serta gejalanya.

Cara suplemen mengatasi PMDD belum dipahami secara pasti. Namun, gejala PMDD terbukti berkurang setelah para partisipan penelitian mengonsumsi suplemen tersebut. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan suplemen apa pun.

3. Mengonsumsi obat antidepresan

obat antidepresan tidak manjur

Pada beberapa wanita, perubahan hormon selama menstruasi dapat menurunkan jumlah hormon serotonin. Hormon serotonin yang rendah menyebabkan rasa cemas, penurunan mood, depresi, serta disinyalir menjadi salah satu pemicu gejala PMDD.

Obat antidepresan dari golongan SSRIs dapat meredakan PMDD dengan mencegah penyerapan kembali serotonin di dalam otak. Obat ini menjaga jumlah serotonin tetap tinggi sehingga gejala PMS yang Anda alami tidak bertambah parah menjadi PMDD.

4. Mengonsumsi obat yang memengaruhi siklus menstruasi

obat untuk menstruasi tidak teratur

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi PMDD adalah meminum obat yang memengaruhi siklus menstruasi. Obat-obatan ini meliputi:

  • Pil KB oral mengandung drospirenone dan ethinyl estradiol.
  • Hormon pemicu pelepasan hormon gonadotropin, seperti leuprolide, nafarelin, dan goserelin.
  • Obat untuk mencegah ovulasi (pelepasan sel telur), seperti danazol.

Perlu diingat bahwa obat-obatan ini dapat menimbulkan efek samping menyerupai gejala menopause seperti vagina kering, rasa lelah, perubahan mood, dan hot flush. Diskusikan dengan dokter sebelum Anda menggunakan obat-obatan ini.

5. Cara alternatif

manfaat berendam air panas

Selain mengubah pola makan serta mengonsumsi obat dan suplemen, Anda juga bisa menggunakan cara alternatif untuk mengatasi PMDD. Berikut adalah beberapa metode alternatif yang dapat menjadi pilihan:

  • Melakukan aktivitas yang membuat tubuh rileks sebelum menstruasi. Misalnya meditasi, yoga, mendengarkan musik, atau mandi air hangat.
  • Menggunakan aromaterapi saat mandi dan sebelum tidur.
  • Berolahraga ringan selama 30 menit sebanyak 3 kali seminggu.
  • Tidur cukup.
  • Menjalani akupuntur.

Gejala PMS merupakan hal yang lumrah, tapi PMDD adalah kondisi medis yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Kondisi ini juga bisa bertambah parah apabila tidak ditangani dengan baik.

Cobalah berkonsultasi dengan dokter jika berbagai cara yang Anda lakukan tidak cukup ampuh mengatasi PMDD. Beberapa wanita rentan mengalami PMDD karena memiliki kondisi medis tertentu. Konsultasi dengan dokter akan membantu Anda menemukan penyebabnya.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Treating premenstrual dysphoric disorder. https://www.health.harvard.edu/womens-health/treating-premenstrual-dysphoric-disorder Diakses pada 14 Agustus 2019.

Premenstrual dysphoric disorder (PMDD). https://www.medicalnewstoday.com/articles/308332.php Diakses pada 14 Agustus 2019.

What can I take for PMDD? https://www.medicalnewstoday.com/articles/321965.php Diakses pada 14 Agustus 2019.

Diagnosis and Treatment of Premenstrual Dysphoric Disorder. https://www.aafp.org/afp/2002/1001/p1239.html Diakses pada 14 Agustus 2019.

Foto Penulis
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 09/09/2019
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x