home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Mengatasi Nyeri Ovulasi (Mittelschmerz) Berdasarkan Gejalanya

Cara Mengatasi Nyeri Ovulasi (Mittelschmerz) Berdasarkan Gejalanya

Tidak hanya menstruasi saja yang bisa menimbulkan nyeri. Selama masih ovulasi pun beberapa wanita ada yang merasakan sakit. Namun, nyeri ovulasi berbeda dengan gejala PMS. Lalu, bagaimana cara mengatasi nyeri ovulasi?

Cara mengatasi nyeri ovulasi berdasarkan gejalanya

Dalam dunia medis, nyeri ovulasi juga akrab disebut Mittelschmerz. Mittelschmerz adalah istilah dalam bahasa Jerman yang berarti “sakit di tengah”. Nyeri ovulasi biasa terjadi di pertengahan siklus haid Anda, kira-kira 2 minggu atau 14 hari sebelum hari pertama mens.

Menurut dr. Sherry A. Ross, pakar kesehatan wanita di Santa Monica, California, nyeri ovulasi disebabkan oleh kista folikel yang membengkak dan pecah untuk melepaskan sel telur. Cairan atau darah yang keluar dari kista dapat mengiritasi rongga perut yang menjadi penyebab rasa sakit.

Nyeri ovulasi bisa berlangsung sekitar 24 jam di salah satu sisi perut bagian bawah. Selain itu, ada beberapa gejala nyeri ovulasi lainnya. Masing-masing gejala nyeri ovulasi punya cara penanganan yang berbeda. Simak beberapa cara mengatasi nyeri ovulasi berikut ini:

1. Sakit punggung

Ovarium letaknya ada di pusat panggul. Maka tidak jarang punggung bawah ikut terasa sakit selama sedang ovulasi.

Cara mudah mengatasi gejala nyeri ovulasi ini adalah membenarkan postur tubuh agar lebih tegak saat duduk maupun berdiri, serta pijat sederhana.

Apabila rasa nyeri makin parah, coba minum ibuprofen atau naproxen.

2. Kram

Kram perut yang cukup menusuk dan tiba-tiba juga termasuk tanda bahwa ovulasi sedang berlangsung.

Cara mengatasinya, cobalah untuk mengubah posisi tubuh atau lebih banyak bergerak. Bergerak dapat memompa darah dan melancarkan sirkulasi oksigen dari kepala hingga kaki. Suplai darah yang baik membuat otot panggul menjadi lebih kuat sehingga dapat mencegah kram saat nyeri ovulasi terjadi.

3. Payudara bengkak dan sakit

Payudara bengkak dan terasa sakit ketika disentuh pun bisa menjadi tanda Anda sedang ovulasi. Nyeri ovulasi ini disebabkan karena hormon dalam tubuh yang sedang melangsungkan pelepasan sel telur matang.

Untuk mengatasi nyeri atau sakit ovulasi pada bagian payudara, Anda bisa mengonsumsi minuman berkafein seperti teh dan coklat hangat.

Selain itu, mengonsumsi makanan atau suplemen vitamin E dan vitamin B6 terbukti juga dapat mengurangi nyeri payudara menurut penelitian dari Johns Hopkins Medicine.

4. Perut kembung

Cairan serta darah yang muncul akibat kista ovarium yang meledak dapat membuat perut iritasi dan terasa kembung.

Untuk mengatasi gejala ovulasi ini, Anda bisa berbaring atau mandi air hangat untuk mengendurkan otot-otot panggul.

Anda juga bisa menggunakan balsem hangat atau botol air hangat yang diletakkan di perut bagian bawah untuk meredakan rasa sakitnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 06/07/2019
x