home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sistometri

Definisi|Pencegahan dan peringatan|Proses|Penjelasan dari hasil tes
Sistometri

Definisi

Apa itu sistometri?

Sistometri adalah prosedur medis yang dilakukan untuk memeriksa fungsi kandung kemih. Prosedur ini diperlukan bila ada masalah pada otot atau saraf kandung kemih sehingga menyebabkan gangguan fungsi kandung kemih.

Pembentukan urine melibatkan sejumlah proses yang rumit. Setelah ginjal menyaring darah dan menghasilkan zat buangan, saraf-saraf pada dinding kandung kemih akan mengirimkan sinyal untuk buang air kecil menuju tulang belakang dan otak Anda.

Sebagai balasannya, tulang belakang Anda mengirimkan sinyal balik menuju kandung kemih untuk memulai kontraksi otot (voiding reflex). Bila Anda menahan kencing, otak menolak refleks ini sehingga urine tetap tertahan dalam kandung kemih.

Pengeluaran urine baru akan terjadi begitu Anda mengizinkan kontraksi otot kandung kemih secara sadar. Kondisi tertentu yang memengaruhi jalur penerimaan sinyal atau otot di dinding kandung kemih akan menyebabkan gangguan fungsi kandung kemih.

Selama menjalani sistometri, kandung kemih Anda akan terisi air atau gas. Dari sinilah dokter dapat mengukur kemampuan kandung kemih dalam menahan serta mengeluarkan gas atau air tersebut.

Kapan harus menjalani sistometri?

Sistometri dapat memberikan gambaran mengenai fungsi kandung kemih dan uretra Anda. Pemeriksaan ini juga membantu dokter dalam mendeteksi masalah perkemihan dan menentukan terapi yang bisa membantu Anda berkemih dengan normal.

Maka dari itu, pemeriksaan sistometri umumnya disarankan bagi orang-orang dengan kondisi kesehatan yang dapat memengaruhi fungsi kandung kemih serta saluran kemih uretra. Berikut beberapa contohnya.

  • Pertambahan usia. Kerja saraf dan otot-otot kandung kemih menurun seiring bertambahnya usia.
  • Kandung kemih neurogenik. Kandung kemih tidak bisa bekerja dengan baik karena terdapat masalah pada jalur pengiriman sinyalnya.
  • Diabetes. Penyakit diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf kandung kemih sehingga fungsinya menjadi terganggu.
  • Multiple sclerosis. Penyakit ini menyerang sistem saraf dan mengganggu jalur komunikasi antara otak dengan berbagai organ.
  • Cedera tulang belakang. Tulang belakang adalah tempat bagi banyak saraf. Cedera pada tulang belakang bisa merusak persarafan dan memengaruhi fungsi kandung kemih.
  • Penyakit infeksi. Infeksi pada kandung kemih maupun saluran kemih dapat mengganggu fungsi organ-organ pada sistem perkemihan.
  • Penyakit lainnya. Pembesaran prostat, stroke, dan berbagai penyakit lainnya bisa mengganggu fungsi kandung kemih secara langsung maupun tidak.

Pencegahan dan peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum menjalani sistometri?

Perlu diketahui bahwa hasil dari sistometri kadang tidak jelas.

Oleh sebab itu, dokter mungkin memerlukan tes lain seperti cystourethrogram, intravenous pyelogram, USG, atau sistoskopi untuk membantu pembacaan diagnosis yang lebih akurat.

Proses

Apa yang harus dilakukan sebelum menjalani pemeriksaan?

Tidak ada persiapan khusus yang perlu Anda lakukan sebelum menjalani sistometri. Meski begitu, dokter mungkin akan meresepkan obat antibiotik sebelum atau sesudah prosedur untuk membantu mencegah infeksi.

Pelaksanaan tes akan berbeda untuk setiap dokter, fasilitas laboratorium, dan kondisi kesehatan Anda. Sementara untuk anak-anak dan bayi, persiapan akan dilakukan berdasarkan umur, riwayat medis, dan tingkat kepercayaan.

Bagaimana prosedurnya?

Sebelum menjalani sistometri, Anda akan diminta untuk buang air kecil ke dalam wadah khusus yang terhubung dengan sebuah monitor. Jenis pemeriksaan ini disebut uroflow. Selama proses ini, monitor akan merekam:

  • waktu yang Anda perlukan untuk mulai buang air kecil,
  • ukuran, kekuatan, dan seberapa baik aliran urine,
  • banyaknya urine yang dikeluarkan, serta
  • berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mengosongkan kandung kemih.

Setelah itu, Anda akan diminta berbaring di atas meja pemeriksaan. Sebuah selang kateter kemudian dimasukkan ke dalam kandung kemih Anda. Pemasangan kateter urine bertujuan untuk mengukur jumlah urine yang tertinggal dalam kandung kemih.

Selang lain yang lebih kecil biasanya akan dimasukkan lewat anus untuk mengukur tekanan dalam perut. Sebuah bantalan elektroda, yang mirip dengan bantalan yang digunakan untuk pemeriksaan jantung, kemudian ditempelkan di dekat rektum.

Dokter lalu memasangkan sebuah pipa kecil pada kateter untuk memantau tekanan kandung kemih. Anda akan diminta untuk memberitahu petugas medis saat merasa ingin buang air kecil dan ketika kandung kemih Anda terasa penuh.

Dokter mungkin akan melakukan sejumlah tes lainnya untuk menilai fungsi kandung kemih Anda. Rangkaian tes yang dikenal sebagai urodinamik ini terdiri dari:

  • tes untuk mengukur pengosongan kandung kemih tanpa kateter (uroflow),
  • sistometri (fase pengisian), dan
  • fase voiding (pengosongan kembali).

Pasien yang menjalani tes urodinamik komplet akan dipasangkan kateter kecil pada kandung kemihnya. Fungsi kateter ini bukan hanya untuk membantu Anda buang air kecil, tapi juga mengukur tekanan kandung kemih Anda.

Kateter dilengkapi dengan sensor yang dapat mengukur tekanan serta volume saat Anda mengisi dan mengosongkan kandung kemih.

Sebagai tambahan, petugas medis biasanya juga memeriksa kebocoran urine dengan meminta pasien batuk atau mengejan.

Sistometri dan sederet pemeriksaan penunjang tersebut dapat mengungkap beragam informasi mengenai fungsi kandung kemih Anda. Bila diperlukan informasi tambahan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan sinar-x selama tes berlangsung.

Apa yang harus dilakukan setelah menjalani sistometri?

Anda mungkin akan sering merasa ingin buang air kecil atau merasakan panas ketika mengeluarkan urine selama 1 – 2 hari setelah menjalani sistometri.

Efek tersebut biasanya lebih terasa bila gas yang digunakan dalam pemeriksaan adalah karbon dioksida.

Beberapa pasien juga mendapati urinenya berwarna merah muda hingga beberapa hari setelah menjalani tes. Ini adalah kondisi yang lazim, tapi segera hubungi dokter bila terdapat bercak darah pada urine atau Anda kesulitan buang air kecil hingga 8 jam setelah tes.

Penjelasan dari hasil tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Hasil tes dapat segera diketahui pada hari yang sama. Akan tetapi, hasil yang lebih menyeluruh biasanya baru akan tersedia dalam 1 – 2 hari.

Hasil tes akan disebut normal dengan penjelasan sebagai berikut.

  1. Laju urine keluar dari kandung kemih dalam kecepatan normal.
  2. Jumlah urine yang tertinggal dalam kandung kemih Anda kurang dari 30 mL.
  3. Titik waktu saat Anda merasakan ingin buang air kecil berada dalam jangkauan waktu normal, yakni saat jumlah urine dalam kandung kemih mencapai 175 – 250 mL.
  4. Titik waktu saat Anda akan buang air kecil berada dalam jangkauan waktu normal, yakni saat jumlah urin dalam kandung kemih mencapai 350 – 450 mL.
  5. Jumlah urine maksimum yang dapat ditampung oleh kandung kemih Anda mencapai 400 – 500 mL (volume normal).
  6. Fungsi-fungsi saraf yang mengontrol kandung kemih Anda berjalan baik.
  7. Urine tidak bocor dari kandung kemih saat bladder stress test.

Hasil tes akan disebut abnormal dengan penjelasan sebagai berikut.

  1. Laju aliran urine dari kandung kemih saat Anda berkemih lebih lambat dari laju normal atau bahkan macet.
  2. Jumlah urine yang tertinggal dalam kandung kemih Anda lebih dari normal.
  3. Anda sulit memulai buang air kecil.
  4. Titik waktu saat Anda merasakan ingin buang air kecil lebih dari rentang waktu normal, atau Anda tidak merasakan keinginan buang air kecil sama sekali.
  5. Jumlah urine maksimum yang dapat ditampung oleh kandung kemih Anda kurang dari jangkauan normal, atau Anda tidak dapat merasakannya sama sekali.
  6. Sensasi umum dan reaksi tidak terlihat saat saraf kandung kemih Anda diuji.
  7. Urine bocor dari kandung kemih saat bladder stress test.

Sistometri merupakan pemeriksaan untuk mengukur fungsi kandung kemih.

Apabila Anda memiliki kondisi atau penyakit yang memengaruhi kandung kemih, diskusikan dengan dokter urologi untuk menentukan kapan Anda membutuhkan pemeriksaan ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cystometry. (2020). Retrieved 15 December 2020, from https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/c/cystometry

Cystometry. (2020). Retrieved 15 December 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/cystometry

Cystometry. (2020). Retrieved 15 December 2020, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=92&contentid=P07718

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 08/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x