Ragam Obat dan Pengobatan untuk Mengatasi Anyang-anyangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Meskipun menimbulkan nyeri yang mengganggu saat buang air kecil, anyang-anyangan biasanya bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, anyang-anyangan yang disebabkan oleh suatu penyakit terkadang perlu diatasi dengan obat tertentu. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan penyebab anyang-anyangan dan mencegahnya muncul kembali.

Anyang-anyangan ringan umumnya sembuh dalam waktu 1-3 hari. Rasa nyeri, panas, maupun gejala lain yang muncul lebih lama dari itu bisa menandakan masalah pada sistem perkemihan. Jika terus dibiarkan, kondisi ini dapat membuat anyang-anyangan bertambah parah.

Cara mengatasi anyang-anyangan secara alami

minum mengatasi bau urin menyengat

Pengobatan anyang-anyang sangat bergantung pada penyebabnya. Penyebab yang paling umum di antaranya infeksi, peradangan kandung kemih, makanan dan minuman tertentu, serta penyakit kandung kemih atau kelenjar prostat.

Jika penyebab anyang-anyangan berasal dari gaya hidup, Anda dapat mengatasinya dengan cara alami sebagai berikut.

1. Minum air putih yang cukup

Kurang minum air putih bisa membuat Anda dehidrasi. Saat dehidrasi, kadar air dalam urine pun berkurang sehingga urine menjadi terkonsentrasi. Urine yang terkonsentrasi dapat mengiritasi kandung kemih dan menimbulkan nyeri ketika buang air kecil.

Urine yang terkonsentrasi juga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Pasalnya, tidak ada cukup air untuk membilas bakteri dalam urine. Minum lebih banyak air putih membantu membilas bakteri keluar dari kandung kemih sehingga mencegah infeksi. Dianjurkan untuk minum minimal 8 gelas sehari agar saluran kemih kita terjaga baik.

2. Membatasi makanan yang mengiritasi kandung kemih

Makanan memang tidak langsung menyebabkan anyang-anyangan, tapi beberapa di antaranya dapat mengiritasi dinding kandung kemih. Guna mengatasi anyang-anyangan secara alami, Anda disarankan untuk membatasi konsumsi:

  • buah-buahan masam seperti jeruk, lemon, dan limau,
  • makanan pedas,
  • produk-produk berbahan tomat, dan
  • cokelat.

Batasi konsumsinya selama satu pekan pertama. Bila gejala anyang-anyangan sudah membaik, Anda baru boleh mengonsumsinya lagi sedikit demi sedikit. Cukup konsumsi seperlunya dan pastikan tidak berlebihan.

3. Menghindari produk yang mengiritasi saluran kemih

Rasa sakit dan panas saat buang air kecil dapat disebabkan oleh penggunaan produk pembersih organ intim. Bahan kimia dalam produk-produk tersebut dapat menyebabkan iritasi saluran kemih pada orang-orang yang kulitnya lebih sensitif.

Anda dapat mengatasi anyang-anyangan dengan cara menghindari produk berupa:

  • douche (semprotan) vagina,
  • sabun kewanitaan,
  • pelumas vagina,
  • tisu toilet mengandung pewangi, dan
  • alat KB mengandung spermisida (pembunuh sperma).

4. Membatasi minuman berkafein dan alkohol

minum obat setelah minum kopi

Minuman berkafein dan alkohol bersifat diuretik. Kedua minuman ini menambah volume urine normal yang dihasilkan oleh ginjal. Secara teori, minuman diuretik semestinya membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih karena Anda lebih sering buang air kecil.

Namun, diuretik memaksa lebih banyak cairan keluar dari tubuh sehingga Anda rentan terkena dehidrasi. Minuman ini juga memperparah kondisi orang-orang yang tidak bisa menahan kencing, misalnya penderita kandung kemih overaktif dan inkontinensia urine.

5. Kencing hingga tuntas dan tidak menahan kencing

Menahan kencing meningkatkan risiko Anda terkena infeksi saluran kemih, begitu juga bila Anda tidak kencing hingga tuntas. Kedua kebiasaan ini membuat bakteri terjebak di kandung kemih dan berkembang biak di dalamnya.

Saat jumlahnya sudah di luar kendali, bakteri akan menyebabkan infeksi pada kandung kemih (cystitis). Infeksi dapat menyebar ke saluran uretra, ureter, bahkan ginjal. Gejala utama infeksi saluran kemih adalah rasa sakit saat kencing alias anyang-anyangan.

6. Membersihkan organ intim dengan cara yang benar

Hal sesederhana membersihkan organ intim dengan cara yang benar dapat membantu Anda menyembuhkan anyang-anyangan. Setiap selesai buang air kecil, pastikan Anda selalu membersihkan alat kelamin dari arah depan ke belakang.

Cara ini bertujuan untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus (belakang) ke saluran kencing (depan), terutama bagi wanita. Wanita mempunyai saluran kencing yang lebih pendek daripada pria sehingga lebih berisiko terkena infeksi saluran kemih.

Cara mengatasi anyang-anyangan dengan obat

minum obat dengan air dingin

Apabila cara rumahan tidak kunjung membuahkan hasil, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab anyang-anyangan. Dari sinilah dokter dapat memberikan pengobatan sesuai kondisi yang menjadi pemicunya.

Secara umum, berikut berbagai pengobatan yang dapat diberikan.

1. Konsumsi antibiotik

Jika anyang-anyangan disebabkan karena infeksi saluran kemih, uretritis, atau vaginitis, pilihan pengobatan terbaik adalah minum antibiotik. Akan tetapi, pastikan Anda sudah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Obat antibiotik harus ditebus dan diminum sesuai dengan resep dokter. Sembarangan mengonsumsi antibiotik justru dapat menyebabkan bakteri kebal sehingga Anda harus mengulang pengobatan dengan antibiotik yang lebih kuat.

Jenis antibiotik juga harus disesuaikan dengan tipe bakteri yang ditemukan dalam urine dan kondisi Anda. Melansir Mayo Clinic, anyang-anyangan akibat infeksi sederhana biasanya diatasi dengan obat antibiotik:

  • trimethoprim/sulfamethoxazole,
  • nitrofurantoin,
  • fosfomycin,
  • cephalexin, dan
  • ceftriaxone.

Pada kasus infeksi yang langka atau parah, dokter mungkin meresepkan antibiotik dari golongan fluoroquinolone seperti ciprofloxacin atau levofloxacin. Obat-obatan ini jarang digunakan untukĀ mengatasi infeksi saluran kencing karena efek sampingnya cukup besar.

Oleh sebab itu, dokter hanya memberikan fluoroquinolone bila antibiotik lain tidak bisa mengatasi infeksi. Pasien yang diberikan antibiotik dari golongan ini harus betul-betul mengikuti anjuran dosis selama mengonsumsinya.

2. Antibiotik dosis rendah atau dosis tunggal

Anyang-anyangan akibat infeksi saluran kemih yang muncul sekali waktu dapat diatasi dengan konsumsi obat antibiotik selama seminggu. Sementara itu, durasi pengobatan infeksi saluran kemih yang muncul berulang kali biasanya lebih lama.

Anda mungkin harus meminum antibiotik dosis rendah selama enam bulan atau lebih. Apabila anyang-anyangan ada kaitannya dengan infeksi menular seksual, Anda juga perlu minum satu dosis antibiotik setiap selesai berhubungan seksual.

Jenis antibiotik disesuaikan dengan riwayat infeksi saluran kemih, keampuhannya, dan apakah pasien memiliki alergi terhadap antibiotik tertentu. Selama pengobatan, dokter akan melihat sejauh mana pengaruh obat terhadap kondisi saluran kemih Anda.

3. Terapi estrogen untuk wanita menopause

Penurunan hormon estrogen selama menopause menyebabkan dinding kandung kemih menipis dan vagina mengering. Kondisi ini membuat Anda lebih rentan terkena infeksi saluran kemih dan anyang-anyangan.

Salah satu cara mengatasinya adalah dengan terapi estrogen. Hormon estrogen dapat diberikan melalui cincin vagina, tablet yang dimasukkan ke dalam vagina, ataupun krim yang dioleskan pada dinding vagina.

4. Obat antijamur

obat forcanox antijamur

Obat antijamur bisa mengatasi anyang-anyangan akibat pertumbuhan jamur yang tidak terkendali pada vagina atau saluran kencing. Seperti halnya antibiotik, obat ini harus digunakan sesuai dengan resep dokter.

Dokter dapat meresepkan obat antijamur dalam bentuk oral, supositoria, maupun krim yang dioleskan langsung ke vagina. Biasanya, obat antijamur yang berbentuk krim dan supositoria bisa didapatkan tanpa harus menggunakan resep dokter.

Obat antijamur yang paling sering digunakan untuk menangani infeksi saluran kemih adalah fluconazole. Bila obat ini tidak mempan, dokter dapat memberikan obat yang lebih kuat seperti amphotericin B atau flucytosine.

5. Obat untuk pembesaran prostat

Anyang-anyangan pada pria dapat berawal dari pembengkakan prostat. Prostat yang membesar lama-kelamaan mengimpit kandung kemih dan saluran kemih. Kondisi ini membuat Anda tidak bisa mengosongkan kandung kemih seperti seharusnya.

Urine yang terjebak dalam kandung kemih lambat laun memicu infeksi dengan gejala berupa anyang-anyangan. Guna menyembuhkan anyang-anyangan akibat pembesaran prostat, dokter dapat memberikan obat-obatan:

  • Alpha-blocker seperti tamsulosin dan alfuzosin. Obat ini merilekskan otot kelenjar prostat dan kandung kemih agar Anda bisa buang air kecil.
  • Antikolinergik untuk merilekskan otot kandung kemih pada penderita kandung kemih overaktif.
  • 5-alpha reductase inhibitors seperti finasteride dan dutasteride. Keduanya menyusutkan kelenjar prostat yang membengkak.
  • Obat diuretik untuk merangsang keluarnya urine.
  • Desmopressin untuk mengurangi rasa ingin kencing pada malam hari.

6. Obat pereda nyeri

Selain berbagai obat di atas, obat pereda nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen juga bisa mengatasi nyeri akibat gangguan pada sistem perkemihan. Obat analgesik seperti phenazopyridine pun dapat membantu meredakan anyang-anyangan.

Keduanya dapat dibeli secara bebas di apotek tanpa resep dokter, tapi pastikan Anda selalu mengonsumsi obat sesuai petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan. Hentikan penggunaan obat bila gejala tidak kunjung berkurang atau semakin parah.

Ada berbagai cara untuk menyembuhkan anyang-anyangan. Anyang-anyangan yang ringan dapat membaik dengan menyesuaikan gaya hidup dan menghindari faktor-faktor yang memicu gangguan pada saluran kemih.

Namun, beberapa kasus anyang-anyangan perlu ditangani dengan obat. Oleh karena penyebab anyang-anyangan amat beragam, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anda Punya Alergi pada Obat? Kenali Ciri-Ciri dan Cara Mencegahnya

Alergi obat adalah reaksi abnormal tubuh terhadap efek obat. Cari tahu gejala, penyebab, dan perbedaannya dengan efek samping obat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Bagaimana sebenarnnya penggunaan antibiotik yang baik dan benar? Berikut beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat sedang minum antibiotik.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Akibat Jika Anda Terlalu Sering Menahan Kencing

Kebiasaan seseorang menahan kencing dapat memberikan akibat yang serius yaitu munculnya penyakit dalam sistem urologi. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kencing

Antibiotik adalah pilihan pertama untuk obat infeksi saluran kencing. Akan tetapi, dari sekian banyak jenis antibiotik yang ada, apa saja yang digunakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Urologi, Urologi Lainnya 7 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat pereda nyeri otot

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
beli obat online

Sebenarnya, Bolehkah Beli Obat-obatan dari Aplikasi Online?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kencing bercabang

Normalkah Kencing Bercabang Saat Buang Air Kecil?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 5 menit
alergi obat antibiotik

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit